"Kencan?" Tanya Baekhyun dan Chanyeol mengangguk sebagai jawaban.
"Aku merasa bersalah karena kita belum benar-benar menghabiskan waktu bersama," Chanyeol mengakui dan Baekhyun mengangguk perlahan.
"Menurutmu kemana kita harus pergi?" Baekhyun bertanya dan Chanyeol merenungkan jawabannya sebelum wajahnya berseri-seri.
"Aku tahu kemana kita harus pergi... Bagaimana jika kita ke kamar dulu lalu meletakkan barang-barang kita, lalu kita berangkat ke tempat itu?" Chanyeol menyarankan dan Baekhyun mengangguk tak begitu yakin.
"Dimana 'tempat itu'?" Baekhyun bertanya dan Chanyeol menyeringai padanya.
"Kau akan ingat setelah melihatnya nanti."
Baekhyun tahu ia tak akan mengingatnya, tapi ia tetap mengikuti rencana Chanyeol, ke kamar lalu meletakkan barang-barangnya.
Setelah keduanya berganti baju dan sudah siap, Chanyeol meraih tangan Baekhyun untuk digenggam lalu menuntunnya ke halte dimana mereka berdiri dan menunggu bis datang. Warna musim gugur sudah mulai terlihat, dan Baekhyun dengan iseng berpikir bahwa rambut merah Chanyeol membuatnya berpadu dengan sekitarnya.
Sehelai daun jatuh ke rambut merah Chanyeol. Baekhyun tidak repot-repot membuang daun itu, lagipula itu terlihat cocok.
Chanyeol memberinya pandangan bertanya ketika ia menyadari bahwa ia sedang ditatapi dan Baekhyun sadar ia harus mengatakan sesuatu.
"Kenapa kau tidak memberitahuku saja?" Baekhyun bertanya dengan bibir cemberutnya dan Chanyeol tersenyum.
"Yah, itu karena ini adalah kejutan—sebenarnya tidak juga, karena kaulah yang membuat kita pergi ke sana dulu," ucap Chanyeol dan Baekhyun mengangguk, menyembunyikan kepanikannya dibalik pandangan kebingungannya. Bagaimana jika mereka pergi ke tempat yang sangat penting dan ia benar-benar tidak tahu soal itu?
Ia ingin tahu, karena petunjuk yang diberi tahu Chanyeol sama sekali tidak membantu dan, ya, ia bukan Baekgyu.
Bisnya tiba dan Baekhyun membiarkan Chanyeol naik lebih dulu sebelum ia ikut menaikinya. Mereka duduk bersebelahan, dan setelah 10 menit, Chanyeol berkata bahwa mereka sudah sampai dan tempat tujuannya itu membuat Baekhyun bertanya.
"Bowling?" Tanya Baekhyun dan Chanyeol mengangguk sebagai jawaban.
"Kita kesini saat kencan pertama kita dulu," Chanyeol menjelaskan dan ia tertawa pada dirinya sendiri. "Dulu kau sangat baik dalam bermain bowling," ucapnya lagi dan Baekhyun melirik tempat itu lagi.
Itu mengingatkannya pada saat dimana Baekgyu bertanya padanya tentang apa yang harus ia lakukan untuk kencan pertamanya dengan Chanyeol.
"Bagaimana jika bermain bowling?" Tanya Baekhyun seraya ia bersandar ke kursinya.
"Bowling? Apa kau gila, Baekhyun?" Baekgyu bertanya dan yang lebih muda hanya mengangkat bahunya. "Untuk kencan pertama, itu terlihat sedikit... aneh?"
"Kenapa?" Baekhyun bertanya seraya mengernyitkan dahinya. "Maksudku, itu akan sangat seru! Aku sendiri akan sangat ingin pergi bermain bowling dengan pasanganku. Itu sesuatu yang menyenangkan dan tidak akan membosankan jika kau bertaruh soal siapa yang bisa meraih skor lebih besar. Atau, jika kau khawatir soal kemampuanmu, kau bisa bertaruhan soal siapa yang lebih banyak membuat gutter ball. Dan, bukankah kekasihmu adalah seseorang yang menyukai hal-hal menyenangkan?"
"Chanyeol," Baekgyu membenarkan kata yang diucapkan Baekhyun, 'kekasihmu', "Ya, ia suka hal-hal menyenangkan... Tapi... Apa kau benar-benar yakin soal ini?"
"Gyu, ini kencanmu, bukan kencanku. Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Aku hanya menyarankan sesuatu yang menurutku akan menyenangkan," ucap Baekhyun santai seraya melambaikan tangannya untuk menunjukkan bahwa ia memang hanya sekadar menyarankan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry, Wrong Person | Chanbaek (Indonesian)
FanfictionTidak banyak yang tahu, tapi Byun Baekhyun memiliki saudara kembar yang lebih tua 4 menit darinya; namanya Byun Baekgyu. Jadi pada suatu hari, ketika seseorang mendatangi Baekhyun dan menyatakan cinta (yang tak kunjung hilang) padanya, Baekhyun sege...