Aku menyukai tarian lebih dari siapapun, bahkan disekolahku dulu aku selalu ditampilkan dalam acara pensi dan semua orang menantikanku.
mereka memanggilku hope sebagai nama panggung karena menurut mereka selalu ada harapan untukku, tapi mungkin cinta tidak pernah bisa menjadi harapanku seperti menari.
Jika menari aku mampu menjalankannya dengan lancar bahkan kadang di bumbui magic tapi tidak dengan cinta, cinta memang tidak pernah membuatku merasa bahagia dengan utuh.
Aku sudah menjalani hubungan dengan adik kelasku selama setahun, kupikir aku telah menemukan cinta sejati seperti yang orang-orang ceritakan.
tapi, ternyata tidak.
Dia menghianati cintaku berkencan dengan temanku sendiri, ya mungkin itu karena kami berhubungan jarak jauh yang biasa di sebut LDR.
Aku pulang ke gwangju seminggu yang lalu dan melihatnya bersama orang lain, anehnya bukannya aku yang marah tapi malah dia yang marah-marah padaku dan memutuskanku.
Sebenarnya aku kecewa sangat kecewa padanya, tapi aku bisa apa?. Ku urungkan niatku untuk memberinya cincin dari seoul, aku menyimpannya di dalam laci lemariku dan menunggu siapa yang akan menjadi pemiiknya kelak.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu itu membuat lamunanku buyar, siapa yang datang di malam hari seperti ini "seok~ah" panggilnya masih terus mengetuk pintu.
Suara itu sangat aku kenal, ahh aku ingat dia akan menginap di rumahku malam ini
"tunggu sebentar" aku setengah berlari untuk membukakan pintu padanya, ini sangat membuatku bahagia.
.
.
.
"ehh, ada tae" tanya hoseok saat membuka pintu apartemennya
"iya, maaf ya aku tidak bilang jika aku akan ikut" ujar taehyung di belakang yoongi
"ahh, tak apa" jawab hoseok menampakkan senyum lebarnya
"manis" bisik taehyung tapi mampu terdengar oleh yoongi
"apa? Kau bilang apa?" tanya yoongi ingin memastikan pendengarannya
"ahh.. tidak" jawab taehyung cepat
"ayo masuk" ajak hoseok membuka lebar pintu apartemennya.
"kali ini berbeda ya, biasanya kita Cuma berdua" ujar hoseok seakan ingin memberi tahu bahwa dulu yoongi juga sering menginap di apartemennya
"iyaa" jawab yongi yang langsung melesat pada area dapur
"kau mau masak?" tanya taehyung melihat yoongi yang melihat-lihat isi kulkas dan mengeluarkan bahan makanan
"tentu saja dia akan masak, diakan istriku" ujar hoseok menopang dagu di meja dapur sambil melihat arah yoongi yang masih berkutat dengan sayuran di tanganya.
PLUK!!
Bawang daun tiba-tiba terlempar ke arah hoseok dengan cepat namun bisa di hindari oleh hoseok
"ohhh, sekarang kau berani pada suamimu?" tanya hoseok menopang dagu lagi dan tersenyum manis, alih-alih mendapat senyum juga yoongi malah menatap hoseok dengan sangat sinis
"ahhh.. ayolahh... aku bercanda, orang ini tidak asik" ujar hoseok menjauhi area dapur.
Taehyung sedari tadi memperhatikan dengan muka masam kemudian memainkan game yang dimiliki hoseok.
.
.
.
Aku membuat cerita dengan laptopku di cafe, dan duduk di tempat yang sama seperti saat aku bertemu hoseok.
Hanya saja sekarang hoseok berada di sebelahku dan taehyung di depanku.
Aku yang biasanya sendiri saat bekerja sekarang malah di temani orang, bahkan dua sekaligus.
Mereka memang sudah berjanji untuk diam dan tidak berisik, merekapun menepati janji mereka.
Bagus pikirku, taehyung tertidur di kursi depan dan menutup wajahnya dengan syal berwarna coklatnya, sedangkan hoseok masih menopang dagu dan mengaduk jus pesanannya.
Aku terganggu dengan keberadaan hoseok yang masih bergerak di sebalahku karena kadang-kadang ia menghela napas panjang
"aku tidak pernah menyuruhmu untuk menungguiku" ujarku ingin terlepas dari beban
"memang tidak" jawabnya masih menopang dagu
"apa aku tidur saja seperti taehyung ya?" tanyanya lagi dan mendapat anggukan setuju dariku, setidaknya itu akan membuatku konsentrasi pikirku
"baiklah" jawabnya dan mulai mencari posisi, aku lega ternyata dia mau tidur, aku bingung sebenarnya apa yang ia mau.
Kenapa dia memilih tidur dan masih menemaniku padahal lebih baik dia tidur atau menghabiskan waktu di apartemennya dan mengerjakan proyek musik miliknya atau latihan dance yang jarang ia lakukan lagi.
Aku kembali megetik apa yang baru saja tertunda karena berbicara dengan hoseok, aku mengetik dengan sangat cepat seperti ada cahaya dari langit yang mengilhami sebuah ide padaku.tapi,..
DEG
DEG
DEG
Tanganku berhenti saat kepala hoseok berada di pundakku, aku melihatnya sebentar dan hoseok tengah menutup matanya dan tampak damai.
'apa ia tidur?' tanyaku dalam hati, ku kibaskan tanganku di depan wajahnya dan ternyata dia benar-benar tidur, dengan posisi ini mana bisa aku bekerja dengan baik bahkan dengan perasaan tidak karuan ini, aku tidak mungkin bisa berpikir jernih kalau begini, apa aku ikut tidur saja?.
.
.
.
.
Aku bangun dari tidurku membuka syal yanng menutup sebagian wajahku, aku kaget saat melihat pemandangan di depanku, yoongi dan hoseok mereka saling bersandar dan menutup mata. Entah kenapa aku begitu marah pada yoongi.
PLOK!!
Dengan cepat aku menepuk tanganku di hadapan mereka agar keduanya terbangun, aku tidak mau mereka ada dalam posisi itu lebih lama lagi.
"apa kau sudah selesai menulis yoongi?" tanyaku langsung menatap yoongi dengan tatapan tajam
"be-be-belum" jawabnya, mungkin dia takut padaku sampai tergagap seperti itu
"bunyi apa tadi?" tanya hoseok yang mengucek matanya karena baru sadar
"yoongi kentut" ujarku asal saja, karna masih kesal dengan pria di depanku, yoongi.
"apa?! aku tidak kentut!" belanya dan melambai-lambaikan tangannnya cepat, takut hoseok percaya
"benarkah?" tanya hoseok membulatkan matanya
"tidak! Mana ada yang seperti itu!"jawab yoongi gelagapan
"padahal jika itu benar, kau seksi" jawab hoseok sambil nyengir kuda, dan jawaban menakjubkan hoseok membuat kedua temannya mem-boo ria.
Tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
✓ | Namja
FanfictionBerkisah tentang 3 orang lelaki yang memiliki cinta terlarang . . . Main cast : Hoseok, Taehyung, Yoongi. Status : Completed 4 April 2019
