Prolog

689 33 0
                                        

Malam ini, aku sangat bosan. Di apartemenku hanya ada kekosongan. Tidak ada siapa-siapa, ibuku masih setia dengan pekerjaannya, sedangkan ayahku tidak tinggal lagi bersamaku karena orang tuaku sudah bercerai sejak setahun yang lalu.

Awalnya aku tinggal bersama ayahku di Busan, tapi aku memutuskan untuk tinggal bersama ibuku di Seoul, karena beberapa hal. Berat memang harus meninggalkan orang-orang yang ku sayangi di Busan. Tapi bagaimana lagi aku terpaksa harus pindah ke Seoul.

Dan kini aku hanya sedang berjalan-jalan tanpa tujuan dan entah sampai kapan aku berjalan-jalan seperti ini. Sebenarnya aku belum terlalu hafal jalanan disini, tapi kebosanan ku terus memaksaku untuk tetap berjalan. Walaupun sudah terlalu malam untukku berjalan-jalan, dan jalanan pun sudah sepi, tapi aku tidak peduli itu.

Aku menghentikan langkah ku saat tiba-tiba mendengar suara rintihan. Lalu aku pun mencoba mencari darimana suara itu berasal, hingga aku melihat seorang wanita yang tengah dipukuli oleh seorang laki-laki yang berpakaian serba hitam, bahkan wajahnya pun ditutup oleh kain hitam. Awalnya aku ingin menolong wanita itu tapi tubuhku seketika mematung karena tiba-tiba laki-laki itu menusukkan pisaunya ke perut wanita tersebut. Dan itu berhasil membuat kakiku lemas hingga terjatuh. Belum puas dengan satu tusukkan, ia kembali menusukkan pisaunya berkali-kali ke perut wanita itu lagi.

Melihatnya aku sangat ketakutan sampai membuatku menangis. Naas laki-laki itu mendengar suara tangisanku, lalu ia pun menghentikan kegiatannya dan melihat ke arahku.

Sadar aku sedang diperhatikan olehnya sontak tubuhku bergetar hebat, namun insting ku mengatakan kalau aku harus lari, dengan segenap kekuatanku aku pun bangkit dan langsung berlari, tidak—aku tidak ingin bernasib sama seperti wanita itu.

Aku mengencangkan lari ku saat melihat kebelakang dan melihat pria itu mengikutiku, aku ingin meminta tolong tapi tidak ada siapapun disini. Untungnya aku sampai disebuah halte bus, dan tepat saat itu ada bus yang berhenti. Tanpa pikir panjang aku langsung menaiki bus tersebut. Dan pria itu berhenti mengejarku, tetapi dia terus saja menatapku dengan tajam membuatku bergidik ketakutan. Aku tidak ingin bertemu pria itu lagi, aku yakin dia orang yang sangat berbahaya. Dan aku tidak ingin memberitahukan ini kepada siapapun, bahkan melaporkannya ke polisi. Aku memang merasa bersalah kepada wanita yang ditusuk pria tadi, tapi cukup aku tidak ingin lagi bertemu dengan pria aneh itu.

Aku menyandarkan kepalaku ke jendela bus, rasa lelah dan ketakutan ku perlahan-lahan menghilang. Namun ingatanku terhadap pria tadi yang sedang menusuk-nusuk kan pisaunya ke tubuh wanita tersebut, membuat tubuhku kembali bergetar ketakutan dan tanpa sadar aku menangis. Hingga ada seseorang yang duduk disebelah ku dan menepuk pundak ku.

"Hei kau kenapa?" aku yang sedang menunduk karena menangis langsung mengangkat kepalaku.

"Ah...tidak apa-apa, aku hanya lelah saja" jawabku asal.

"Oh aku kira kenapa, perkenalkan namaku Byun Baekhyun, panggil saja Baekhyun. Kau siapa?"

"Namaku Kim Hana."

"Kau tinggal dimana?"

"Mmm...aku tinggal di Gil-Dong."

"Apa?! kenapa kau naik bus ini?" mendengar dia mengatakan itu aku langsung kaget, mengingat aku hanya asal naik bus.

"Memangnya kenapa?"

"Kenapa kau naik bus? Kau mau kemana?"

"Sebenarnya aku tadi dikejar anjing jadi buru-buru saja naik bus ini" haha kau sangat pintar sekali berbohong Hana.

"Astaga, bus ini menuju ke Gwangjin-gu!"

"Benarkah?! aku tidak tahu, bagaimana ini? Aku ingin pulang" Aku pun kembali menangis.

"Hey tenanglah, aku akan membantumu, sebentar lagi ada halte bus kita akan berhenti." Mendengar jawabannya, aku sedikit tenang. Dan akhirnya kami pun sampai ditempat pemberhentian bus setelah itu Baekhyun pun mengajakku turun.

"Kenapa kau turun, bukannya kau akan ke Gwangjin-gu?" tanyaku sesampainya di luar bus.

"Sudah tenang saja aku kasihan melihatmu, aku akan membantumu dulu, sebentar lagi akan ada bus yang menuju ke Gil-dong"

"Lalu kau bagaimana?"

"Aku bisa mencari bus lagi"

"Tapi itu sangat merepotkan mu"

"Tidak apa-apa, aku senang bisa membantumu oh iya bagaimana kalau kita berteman?"

"Baiklah, saran yang bagus" mendengarnya, Baekhyun tertawa dan itu membuatku tertawa juga. Sejenak aku melupakan ketakutan ku, aku bersyukur bisa bertemu dengan Baekhyun mungkin kalau tidak aku tidak tahu harus kemana dan bagaimana.

"Nah itu busnya datang, ayo naik!" Aku pun menaiki bus seperti dan diikuti oleh Baekhyun.

"Kau juga ikut naik? Bukankah kau akan pergi Gwangjin-gu?"

"Aku bisa lain kali ke Gwangjin-gu, aku akan mengantarkanmu terlebih dahulu sampai kerumah, apalagi ini sudah sangat malam."

"Apakah tidak apa-apa?"

"Tenang saja, urusanku di Gwangjin-gu tidak terlalu penting."

"Terima kasih Baekhyun, mungkin kalau bukan karenamu, aku tidak tahu akan seperti apa nasibku."

"hahaha...aku senang bisa membantumu, lagipula sekarang kita berteman." Aku tersenyum mendengar perkataan Baekhyun, dan sepanjang perjalanan kami saling bertukar cerita dan terkadang aku tertawa melihat kekonyolan Baekhyun.

🍂🍂🍂

Well gimana ceritanya serukah??
Jangan lupa vote dan comment yah

Tbc

PSYCHOPAT BOY ✔ (UNEDITED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang