#11 Hurt

195 11 0
                                        

Hari ini aku berada diupacara kematian ibuku. Tidak banyak yang hadir disini, hanya ada aku, Baekhyun, Kyungsoo, beberapa teman kerja ibu dan juga beberapa kerabatku. Tapi tadi aku juga melihat ayah hadir diupacara kematian ibuku. Dan kini aku tengah duduk dikursi roda dengan Baekhyun dibelakangku. Mataku menatap nanar, melihat mayat ibu yang sedang dikremasikan. Sesekali Baekhyun memegang pundakku berusaha menguatkan.

Setelah upacara kematian selesai, aku kembali keapartemenku. Aku kembali menatap nanar apartamenku. Sekarang tidak akan ada lagi ibu yang tinggal bersamaku. Seketika aku mengingat kembali kejadian 'itu'. Dan itu berhasil membuatku mengeluarkan air mataku kembali.

"Hana..." aku langsung menghapus air mataku ketika Baekhyun memanggilku.

"Ada apa Baek?"

"Kau tidak apa-apa?"

"Aku tidak apa-apa Baek..."

"Kyungsoo ingin berbicara denganmu" aku hanya menganggukan kepalaku, lalu Baekhyun membawaku ketempat Kyungsoo berada.

"Ada apa Kyungsoo?"

"Apa kau baik-baik saja??"

"Yah seperti yang kau lihat"

"Dari awal aku sudah memperingatkanmu Hana, untuk tidak mendekatinya"

"Kyungsoo!!" Baekhyun langsung membentak kyungsoo, setelah ia berbicara padaku.

"Tidak apa-apa Baek, kau bisa pergi dari sini!"

"Tapi Hana..."

"Aku mohon Baek!"

"Baiklah Hana" setelah mengucapkan itu, Baekhyun langsung pergi meninggalkanku.

"Semua orang akan tuli karena cinta Kyungsoo"

"Aku tahu itu, tapi tetap saja kau seharusnya mendengarkan perkataanku waktu itu. Dan sekarang lihat apa yang terjadi padamu ini"

"Aku tahu itu Kyungsoo, tapi agak aneh waktu itu ketika kau tiba-tiba saja menyuruhku menjauhinya tanpa alasan yang jelas"

"Maafkan aku Hana"

"Untuk apa??"

"Karena semua yang terjadi padamu sekarang ini. Aku juga minta maaf atas nama Chanyeol"

"Sudahlah Kyungsoo, lagi pula ini bukan salahmu"

"Tapi Chanyeol adalah temanku"

"Ya...ya..ya baiklah, kalau begitu Kyungsoo aku ingin istirahat dulu"

"Baiklah Hana, aku juga mau pulang. Sampai jumpa Hana!"

***

"Apa kau sudah selesai Hana??"

"Ya..."

"Hana..." aku memalingkan wajahku ketika mendengar suara bariton itu.

"Appa..."

Aku langsung memeluk appa, ketika dia sudah berada didepanku. Aku kembali menangis dipelukan appa ku.

"Appa...ba..gai..ma..na i..ni??"

"Kau akan baik-baik saja Hana, masih ada appa. Appa akan menjagamu"

"Tapi appa, tetap saja..."

"Sudah...sudah jangan menangis lagi, eomma akan sedih jika melihatmu menangis terus"Setelah mendengar perkataan appa, aku berusaha menghentikan tangisanku.

"Nanti kau tinggal saja bersama appa lagi di Busan"

"Tapi appa, bagaimana dengan sekolahku?"

"Appa akan mengurusnya nanti, yasudah sekarang kau istirahat dulu. Baekhyun tolong antar Hana kekamar"

"Nde..ahjussi" lalu Baekhyun pun mengantarkanku kekamar. Sesampainya dikamar Baekhyun langsung duduk didepanku.

"Hana..."

"Ya"

"Aku ingin mengatakan sesuatu"

"Katakan saja Baek"

"Mmm...aku agak ragu untuk mengatakannya"

"Katakan saja Baek, sejak kapan kau jadi sungkan seperti ini"

"Mmm...Hana...sebenarnya..." ada hening sejenak dalam perkataan Baekhyun tersebut dan jujur itu membuatku sangat penasaran.

"Oh ayolah Baekhyun, apa yang ingin kau katakan??, kau membuatku gemas saja"

"Aku...menyukaimu Hana" badanku langsung menegang ketika Baekhyun mengatakan kalimat tersebut. Aku hanya terdiam. Tidak merespon sama sekali perkataan Baekhyun tersebut.

"Hana..."

"I..iyah" aku terkesiap ketika Baekhyun kembali memanggil namaku.

"Aku ingin kau menjadi yeoja cinguku"

"Tapi Baekhyun, selama ini aku sudah menganggapmu sebagai sahabatku Baek. Aku pikir kau juga beranggapan sama sepertiku, tapi apa ini Baek??"

"Tapi Hana...aku sungguh menyukaimu"

"Sungguh Baekhyun aku lebih nyaman kau menjadi sahabatku saja"

"Jadi...apa kau menolakku??"

"Maafkan aku Baek...aku tidak bermaksud menyakitimu" setelah mengatakan itu, aku langsung memeluk Baekhyun.

"Baiklah Hana aku ingin pulang, kau istirahat saja dulu"

"Baek...apa kau baik-baik saja??" Dia hanya mengangguk sambil menyunggingkan  senyumannya.

"Aku pergi dulu Hana" setelah kepergian Baekhyun, aku kembali menangis. Sungguh aku tidak mengerti dengan situasi ini. Kenapa Baekhyun menyukaiku. Aku pikir dia hanya menganggapku sebagai temannya. Tapi ternyata dugaanku selama ini salah, dia mempunyai rasa yang lebih terhadapku. Aku yakin pasti dia sangat sakit hati dengan penolakanku ini. Tapi aku juga tidak bisa memaksakan perasaanku.

Baekhyun maafkan aku...

***

The End

.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc for Epilog

PSYCHOPAT BOY ✔ (UNEDITED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang