QUATRE

3.6K 666 80
                                        

Lisa tahu benar jika Sehun memang telah mengkhianatinya. Ia tahu benar Sehun tidak setia kepadanya. Ia sudah cukup terluka setiap kali mengingat perbuatan orang yang dicintainya tersebut. Namun ia tidak pernah tahu jika menyaksikan Sehun memeluk dan mengecup perempuan lain dengan mata kepalanya sendiri terasa semenyakitkan ini. Rasa sakit yang sebelumnya ia rasakan jelas tidak ada bandingannya dengan apa yang ia rasakan saat ini.

Lisa menggigit bibirnya sendiri menahan rasa sakit yang kini tengah melingkupi hatinya. Tenggorokannya terasa sakit karena berusaha menahan tangisan yang ingin keluar. Matanya terasa panas dan bulir-bulir bening mulai berjatuhan dari sana. Mengalir di kedua pipinya tanpa bisa ia cegah lagi.

Ia berdiri mematung di depan pintu ruang kerja Sehun yang sedikit terbuka. Dari tempatnya berdiri kini, ia dapat melihat dengan jelas bagaimana Sehun masih memeluk Yeri dengan erat. Sesekali membisikkan kalimat penenang dan kecupan ringan di kepala perempuan tersebut. Air matanya semakin deras mengalir saat menyadari bahwa Sehun memperlakukan ia, tunangannya dan Yeri dengan sama. Sebelumnya, Lisa masih berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa Sehun pasti lebih mencintainya. Sehun pasti memperlakukannya lebih istimewa dibandingkan perempuan yang menjadi kekasih gelapnya tersebut.

Sayangnya, hal itu hanyalah angan-angan Lisa belaka. Di matanya kini, ia tidak melihat ada perbedaan dari bagaimana Sehun memperlakukannya dan bagaimana Sehun memperlakukan Yeri. Dan kenyataan baru tersebut seolah serupa garam yang ditaburkan di atas lukanya.

Lisa rasanya ingin menghambur ke dalam ruangan saat itu juga. Ia ingin berteriak dan menampar Sehun dan Yeri. Ia ingin melakukan apa pun, apa pun untuk membalas rasa sakit hati yang ia rasakan kini. Ia nyaris melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam sebelum akhirnya ia ingat bahwa ia tidak boleh bertindak gegabah. Ia harus menahan dirinya sendiri. Sehun harus merasakan rasa sakit yang ia alami selama ini. ia tidak akan membiarkan Sehun berlalu semudah itu hanya dengan kata perpisahan darinya.

Dengan hati yang berat dan luka yang menganga di hatinya, ia berbalik dan meninggalkan tempat tersebut tanpa suara. Membiarkan pemuda yang dicintainya membagi cintanya dengan perempuan lain.

 Membiarkan pemuda yang dicintainya membagi cintanya dengan perempuan lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sehun rasanya ingin membenturkan kepalanya ke dinding terdekat. Pemuda itu kini tengah berada di apartemen sederhana milik Yeri. Ia tidak tahu apa yang membuatnya kemudian memutuskan untuk singgah setelah mengantarkan perempuan itu pulang. Mungkin karena perasaan bersalah pada Yeri yang juga belum enyah dari hatinya. Mungkin karena ia juga merindukan kebersamaannya dengan Yeri yang akhir-akhir ini selalu terbatas.

Ruang tamu tempatnya duduk tidak sebesar maupun semewah apartemen miliknya. Tidak ada banyak barang di ruang kecil tersebut. Hanya ada satu set sofa usang yang kini ia duduki, sebuah meja rendah yang berada di hadapannya, serta satu rak buku yang tidak terlalu tinggi berdiri di sudut ruangan. Yeri suka membaca buku, sama seperti Lisa. Ah ya, Sehun ingat mengapa ia kemudian menyukai Yeri.

Perempuan itu memiliki banyak kemiripan dengan Lisa. Yeri adalah perempuan ceria yang sering menebar senyumannya kepada siapa pun yang dikenalinya, sama halnya dengan Lisa yang ramah dan supel. Yeri sama cerobohnya dengan Lisa, keduanya sering membuat kekacauan di hadapan Sehun. Keberadaan Yeri yang memiliki banyak kesamaan dengan Lisa seolah menjadi pengisi kekosongan dan kesepian yang dialaminya selama Lisa berada jauh darinya.

infidélitéTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang