Entahlah apa yang membuat elang melakukan semua itu.Semuanya seakan mimpi yang tidak akan pernah terjadi.
Semua yang dilakukan elang dikendalikan oleh hati nuraninya."Aaaarrgh..!! Kenapa gue tadi ngelakuin itu.Pasti dia mikir yang macem-macem sama gue.Dasar bego!!!"elang merutuki dirinya sendiri.
Billy yang tengah mendengarkan aerophone merasa terganggu dengan kemarahan sahabatnya itu.
Sore ini elang tiba-tiba datang kerumahnya dan langsung mengobrak-abrik kamar billy yang bercorak abu-abu tersebut.
Merasa ada yang ganjil dari sahabatnya itu dia memberi waktu agar elang bisa menetralkan emosinya."Yang berlalu biarlah berlalu lang.Lagian lo juga gak sengaja denger percakapan vio sama keysa"billy mendekati elang dan menepuk pundak sahabatnya itu.
"Besok dia pasti bikin gue malu"
"Gue gak yakin sama ucapan lo itu lang.Lagian dia bukan orang yang kaya gitu.Lo percaya deh sama gue"billy kembali meyakinkan sahabatnya itu.Raut wajah yang frustasi tercetak jelas di wajah elang.
Sejak ibunya meninggal dunia 2 tahun lalu akibat kecelakaan pesawat yang menuju surabaya.Saat itu elang duduk di bangku SMP akhir.Elang begitu frustasi.Ditambah ayahnya sibuk dengan urusan bisnis yang membuat ayahnya jarang di rumah.Untuk menghilangkan frustasinya elang diam-diam merokok.Tetapi saat kelas SMA dan bertemu seorang gadis yang baik dan mengerti dirinya dan elang mulai berhenti merokok.
Billy yang tahu akan hal itu sangat mendukung keputusan elang untuk berhenti nyebat.Tetapi itu hanya sementara karena suatu hari gadis tersebut mendiaminya selama berhari-hari.Di saat itulah permusuhan dimulai.
Mawar Angela Prameswari nama gadis itu.Ya,mawar adalah sosok gadis yang sempurna dimatanya.Saat kejadian itulah elang mulai membenci mawar.Tapi rasa benci itu terkalahkan dengan rasa sayangnya pada mawar.
"Sampe kapan lo akan sembunyiin perasaan lo sama mawar lang?"
Pertanyaan billy membuat jantung elang berdesir dengan kencang.Selama ini elang tak pernah menyebut nama itu.
Jangankan menyebut namanya berbicara dengannya saja elang mati-matian menahan dobrakan perasaannya."gue bingung bil.Hanya lo satu-satunya sahabat yang gue punya.Apalagi kita sahabatan dari SD.Hidup gue gak kaya waktu dulu bil,dimana nyokap selalu nyiapin sarapan buat gue dan bokap selalu ada di rumah saat libur.Hidup gue dulu sempurna bil.Tapi kejadian itu membuat gue kehilangan nyokap dan kasih sayang seorang bokap.Asal lo tau bil gue iri sama lo,hidup lo penuh warna.Nyokap sama bokap lo masih ada dan keluarga lo harmonis."ucap elang lirih.
Matanya menunjukan bahwa luka yang telah tersimpan rapat kini kembali menganga lebar."Lo gak boleh ngomong gitu.Kevin juga sahabat lo juga lang.Keluarga gue juga keluarga lo"
Elang tersenyum miris.Rahasia yang mati-matian terpendam dan terkubur harus bangkit kembali.
Perasaan yang mati juga hidup kembali.Entahlah sampai kapan cinta sepihak ini akan berakhir.
Elang muak dengan semua itu."Gue rasa dia juga punya perasaan yang sama ke lo lang"
"Maksud lo?"elang nampak bingung dengan argumen billy.
"Ya masa lo gak tau.Kalian tuh sama-sama suka.Tapi gengsi"ucap billy yang kembali fokus pada ponsel oppo berwarna gold kesukaannya.
"Gue gak begitu yakin bil.Masa iya kalo di....."
Elang menghentikan ucapannya.Keseriusan billy pada layar ponselnya membuat elang tertarik untuk melihatnya.
Ditambah wajah billy begitu bersumringah."Lo lagi liatin apa sih bil?"
Billy tak merespon pertanyaan elang.Dengan sigap elang mengambil ponsel milik billy.Kening elang berkerut bingung.Ia tak percaya bila selama ini billy sahabatnya yang anti berurusan dengan wanita mulai stalker.

KAMU SEDANG MEMBACA
Truth Or Dare
Teen FictionBagaimana persaan kalian bila harus kehilangan orang tersayang?. Apalagi dengan cara yang tragis. Mawar Angela Prasmewari gadis cantik yang memiliki sifat tegas harus menderita karena orang-orang terdekatnya memiliki niat jahat pada dirinya.Dimulai...