🎶Hello You-Iqbaal Ramadhan
🔊Turn on the music. Okay?
"Loh?"ucap laki-laki itu.
"Siapa ya?"tanyaku bingung.
Tanpa pemberitahuan ataupun jawaban darinya,laki-laki itu langsung memelukku dengan erat.
"Ma....maaf. Tolong lepaskan!"ucapku.
"Biarkan gue begini dulu. Sebentar aja"katanya.
"Ini orang siapa? Dateng-dateng malah meluk. Tapi,apa boleh buat. Mungkin dia kenal denganku"pikirku dalam hati.
Entah kenapa,sisi hatiku terasa akrab dengannya. Setelah beberapa lama,akhirnya dia melepas pelukannya dariku.
"Maaf,tapi kamu siapa ya?"tanyaku.
"Lo gak kenal gue siapa?"tanya dia balik.
"Nggak"jawabku polos karena benar-benar tak tau siapa laki-laki yang sekarang berdiri dihadapanku.
"Masa sih. Mentang-mentang lo koma ya selama 2 bulan,jadinya lo lupa deh sama gue"katanya.
"Aku koma selama 2 bulan?"tanyaku tak percaya.
"Iyaa,Ria"jawabnya seraya mencubit pipiku.
"Aduh,sakit tau"rintihku.
"Hahaha"tawanya yang membuat ku kesal.
Sebenarnya kalau dipikir-pikir,mungkin dia orangnya agak nyebelin. Tapi, dia mungkin juga orang yang manis dan peduli.
"Semoga dia adalah orang yang baik"pikirku.
"Emm,maaf kalau aku tak bisa ingat kamu. Aku mengalami kerusakan ingatan"kataku menjelaskan kepadanya.
"Hah? Karena kecelakaan?"tanya nya.
"Yang kudenger sih gitu"jawabku.
"Yaudah kalau gitu....kenalkan namaku Indra Marvian. Pacarmu sejak kelas 1 SMA. Bersekolah ditempat yang sama denganmu, SMA Harapan Kasih"ucapnya mengenalkan diri.
"Hah....pacar?"tanyaku bingung.
"Kamu banyak tanya deh. Karena lo....eh maksudku kamu udah sadar,aku kebawah dulu ya. Mau cari makan nih"katanya sembari melambaikan tangan.
"Hm"jawabku seraya membalas lambaian tangan darinya.
"Eh,kenapa aku ngelambaikan tangan juga. Sadar dong. Dia baru ketemu sama aku hari ini. Aku juga harus berhati-hati sama dia"batinku.
"Eii,siapa tuh? Kok ngobrol sama kamu?".
"Gak tau juga tante. Namanya Indra Marvian. Dia ngaku jadi pacar aku sejak 1 SMA. Ria agak kurang percaya"jawabku.
"Oh,Indra. Dulu waktu kelas 1 SMA kamu sering banget cerita tentang dia".
"Hah? Beneran tuh tante?"tanyaku.
"Iya. Ngapain juga tante boong sama kamu"jawab tante.
Aku terdiam dalam keheningan. Tak percaya dengan semua kenyataan yang kuhadapi sekarang.
"Aku udah punya pacar?"pikirku lagi.
"Yaudah,lupain aja tentang itu. Ada yang mau kamu tanyakan sama tante?"ucap tante.
"Tanya apa tante"tanyaku tak paham.
"Tanya tentang diri kamu. Kamu gak penasaran?".
"Ohh. Penasaran kok tante. Emm,namaku Ria ya tan?tanyaku.
"Itu nama panggilanmu. Nama lengkapmu adalah Avendria Harcyon"jawab tante halus.
"Oh....kalo orang tua aku gimana tante?".
"Untuk masalah itu tante sangat minta maaf ya Ria. Waktu itu,om dan tante tidak bisa menyelamatkan orang tuamu dari kecelakaan itu"kata tante dengan nada seperti mau menangis.
"Tidak apa-apa tante. Aku udah bersyukur kok karena tante udah nyelamatin aku. Makasih tante"ucapku sembari tersenyum tulus kepada orang yang telah menyelamatkan nyawaku dari kecelakaan.
Tante langsung memeluk dan mengusap kepalaku dengan halus sembari menangis.
"Udah tante. Gapapa. Emang itu takdir dari Tuhan kok"ucapku menenangkan.
"Maafkan tante ya"katanya.
"Iya"ujarku.
"Udah....udah nangis mulu".
"Loh,kamu udah datang?"ucap tante seraya menghapus air matanya.
Tidak terdengar suara pintu terbuka atau apa pun dan tiba-tiba sudah ada lelaki tinggi yang berdiri di dekat tante.
"Ini anak tante. Namanya Darren Rasyid. Dia akan jadi kakakmu nanti"jawab tante.
"Ehh,si LOL kagak ingat gue ya?"tanya nya sembari mengacak-acak rambutku.
"Aduh"rintihku ketika perbanku terasa turun ke bawah.
"Oh iya. Ria,kamu sekolah di SMA Harapan Kasih kan? Ntar gue masuk disitu sebagai kakak kelas lo. Sopan dikit ye"kata kak Darren.
"Tan....orang ini beneran anak tante? Dia berarti jadi kakak aku dong nanti" ucapku.
"Hahaha. Dulu kalian akrab lohh. Yang sabar aja Ria. Let it flow aja"canda tante.
"Oke"ucapku tak terima dengan rasa kesal yang sudah tertumpuk di puncak kepalaku.
"Woi,dek. Gue lupa,tadi ada temen lo 3 orang. Katanya sih mau jenguk"kata kak Darren.
"Dimana?"tanyaku.
"Tuh didepan pintu. Kayaknya udah dari tadi deh"jawabnya.
"Kenapa gak bilang dari tadi?"pekikku kesal.
Aku langsung turun dari kasur dan melangkah cepat menuju pintu. Kubuka pintu itu.
"Ah,maaf. Sudah tunggu lama ya?"tanyaku merasa tak enak.
"Wah ini Ria. Kok kek gini sih. Tapi gapapa. Gue jadi enak untuk ngebuat lo ngerasain apa yang gue rasain. Lo harus rasain Ria,apa itu penderitaan. Kenapa hidup ini sangat gak adil. Lo selalu dapat yang terbaik daripada gue.Lo ngerebut semua yang gue miliki. Mulai sekarang gue bakal pastikan kalo lo gak bakal hidup tenang kayak dulu. Gue bakal rebut lagi apa yang seharusnya jadi milik gue".
Bersambung---
Ditunggu ya kelanjutannya. Ada saran dan kritik? Kasih tau ajaa. Gak usah di pendem dalam hati. Takutnya kalian gak akan kuat 😂😂. Vote and comment ya. Biar cerita ini akan selalu berkembang menjadi lebih baik. Terimakasihh.
KAMU SEDANG MEMBACA
MemoRy (Dewa Writter)
Teen FictionKecelakaan yang mebuat semuanya menjadi lenyap dan tak ada satupun lagi yang tersisa. Tapi,perlahan-lahan kenangan yang tadinya lenyap kembali lagi. Menimbulkan dampak buruk bagi seorang gadis bernama Avendria. Gadis ini harus menanggung semuanya se...
