"Pacaran aja terus. Emang ya generasi kids jaman now".
"Apaan maksud lo?"maki Indra tak terima.
"Pacaran kok ditempat umum. Ga malu ya?".
"Berarti harus di tempat yang tertutup dong. Bukannya lebih bahaya ya? Lo gak khawatir sama adik lo?"kata Indra dengan nada mengejek.
"Udah,udah. Maaf kak. Tapi,maksud Indra cuma buat nenangin aku aja kok"balasku.
"Ria. Gue paham kalo lo udah suka sama dia dari lama. Dan gue juga tau kalo lo udah pacaran,tapi gak kayak gitu caranya"ujar kak Darren tegas.
Aku hanya mengangguk pelan seraya menyadari perbuatanku dengan Indra.
"Mungkin emang kami terlalu berlebihan"pikirku.
Indra dan kak Darren terus saja bertengkar seperti anak kecil. Mereka tetap mempertahankan opini mereka masing-masing tanpa memperdulikan aku yang terdiam di tempat.
"Stop".
Mereka mendengarkanku dan langsung terdiam sepertiku tadi.
"Kenapa sih berantem kek anak kecil? Makasih Indra,karena udah ngehibur aku. Dan makasih juga kak udah ngekhawatirin aku"kataku untuk menghentikan perdebatan mereka.
Perasaan marah yang tak dapat tertahan membuatku bangkit dari dudukku dan langsung meninggalkan mereka. Aku berlari cepat menuju ruanganku tempat aku dirawat saat ini.
"Lo? Ria kok lari-lari?".
"Gapapa kok. Cia sama Angel udah lama nunggu disini?"tanyaku tak enak.
"Gara-gara pacar lo tuh"jawab Angel.
"Udah selesai belom urusan lo sama Indra?"tanya Cia.
"Aku lari"jawabku.
"Maksudnya?"tanya mereka berbarengan.
Aku menceritakan kepada mereka berdua tentang kejadian yang baru saja terjadi.
"Astaga"ucap Cia.
"Kakak lo galak bener dah"kata Angel.
"Gue sih wajar aja. Sebagai kakak, mungkin aja kak Darren khawatir banget sama lo"ucap Cia.
"Hm"gumamku sembari berjalan menuju tempat tidur.
"Angel,tas-nya Ria mana?"tanya Cia.
"Ini ada kok sama gue"jawab Angel seraya mengangkat tas yang katanya punyaku.
"Ria. Tadi tante lo nitip ini ke kami"ujar Cia.
Cia memberikan tas yang berwarna biru malam dan berbentuk kecil. Kubuka tas itu dan didalamnya ada pakaian,buku,alat tulis dan handphone. Aku mengambil benda itu dan menyalakannya.
"Kalian tau gak password handphone ku berapa?"tanyaku.
"2401,mungkin"ucap Angel.
Aku memasukkan angka itu dan hebatnya benar.
"Kok kamu bisa tau?"tanyaku penasaran.
"Dari dulu,kalo lo mau buat sandi pasti angka itu yang selalu lo pake"jawab Angel.
"Ohh".
Aku melihat gallery yang ada pada handphone ku.
"Ini aku. Tapi,kenapa aku terlihat beda?"batinku merasa bingung.
"Hahaha. Lo pasti bingung. For your information,itu foto waktu lo kelas 1 SMA. Dulu lo bisa dibilang kayak bad girl gitu"kata Cia menjelaskan.
"Masa sih?"tanyaku tak percaya.
"Coba deh,lo scroll kebawah biar lo liat foto lo yang lain"suruh Cia.
Aku mengangguk lalu melihat foto yang lain. Aku menemukan foto dimana aku,Indra,Cia,Angel dan bersama satu orang laki-laki lagi berfoto dengan muka yang jelek.
"Syukurlah kamu bisa tertawa lagi".
Halo,guys. I'm back setelah sekian lama tidak up. Maaf baru bisa up,soalnya baru ujian nih. Ditunggu kelanjutannya yaa
KAMU SEDANG MEMBACA
MemoRy (Dewa Writter)
Fiksi RemajaKecelakaan yang mebuat semuanya menjadi lenyap dan tak ada satupun lagi yang tersisa. Tapi,perlahan-lahan kenangan yang tadinya lenyap kembali lagi. Menimbulkan dampak buruk bagi seorang gadis bernama Avendria. Gadis ini harus menanggung semuanya se...
