POV'S Indra
"Hah. Gue tau kok lo kakaknya Ria"ucap gue kesal.
"Terus?"tanya nya.
"Niat gue cuma untuk ngehibur Ria yang lagi NANGIS"kata gue dengan nada penekanan.
Gue berencana untuk pergi. Saat berbalik badan,gue ngelihat bunga yang gue beri ke Ria tergeletak di bangku.
"Yah,ditinggalin"batin gue.
Gue berniat menyusul Ria ke kamar pasien.
"Satu lagi. Lo itu bersikap seolah-olah lo lebih dari sekedar 'kakak' Ria" kata gue.
"Woy,lo mau kemana? Urusan kita belum selesai"tanya nya yang melihat gue pergi.
"Bang. Gue capek bang. Gue harus bilang berapa kali,gue peluk dia untuk ngehibur supaya dia tenang. Gue gak niat ngelakuin hal kayak gitu ke pacar gue sendiri disaat dia lagi sedih"kata gue sopan.
Tanpa ada balasan lagi dari kakaknya Ria,gue berjalan dengan cepat. Gue menuju tempat kamar pasien. Saat sudah sampai,gue melihat Ria yang sedang bicara dengan sahabatnya.
Gue ingin masuk,tapi niat itu batal saat melihat Ria tertawa.
"Gue gak mau bikin lo marah lagi Ra. Ternyata bener kata orang tua gue, senjata cewe itu adalah senyuman dan kebaikan hatinya"gumamku.
Dan sialnya, Angel ngeliat gue.
"Apa gue titip aja bunganya ke Angel?"pikir gue.
Gue pun memantapkan tekad. Gue mengayunkan tangan,bermaksud untuk meminta Angel keluar. Syukurlah, Angel mengerti dan dia menuju pintu keluar.
"Lo kok gak masuk aja?"tanya Angel.
"Habis beran....".
"Berantem,I know. Ria udah cerita tadi"kata Angel melengkapi kalimat yang baru saja keluar dari mulut gue.
"Iya. Gue titip ini ya. Tadi gue udah kasih ke Ria,tapi dia ninggalin di bangku"pinta gue.
"Oke. Cepet baikan ya. Muka lo asem banget soalnya"ejek Angel.
"Eh,si kampret"balas gue.
"Lo yakin gak mau masuk?"tanya Angel.
"Gak deh. Takutnya ganggu"jawab gue.
"Hahaha. Oke deh. Gue masuk dulu ya"pamit Angel.
"Yo. Makasih ya"ujar gue.
Angel mengacungi jempol dan gue membalasnya. Setelah Angel melangkah masuk,gue melangkah pergi. Gue menuruni satu persatu anak tangga dan menuju ke halaman belakang rumah sakit. Di sana,ada banyak permainan anak-anak. Mungkin untuk pasien yang masih kecil.
"Jadi teringat masa lalu".
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Indra. Kita mau kemana?".
"Ada aja. Jangan buka mata lo. Awas ya kalau ngintip".
"Mau kemana sih?".
"Udah sampai".
"Ngapain kita ke tempat mainan anak-anak?"ucapnya setelah melepas penutup mata.
"Supaya mood pacar gue yang cantik ini membaik. Gue tau,kalo lo habis dibully lagi kan sama kakak kelas. Lo kenapa gak ngelawan? Kenapa lo diem aja? Kan bukan lo yang salah".
"Kalo gue ngelawan,mereka akan semakin menjadi. Dan gue juga gak mau jadi bad girl lagi. Gue mau tobat, Ndra. Gue rasa kepribadian gue ini bener-bener gak baik".
"Tapi,lo dibully dan itu bukan kesalahan lo. Lo boleh ngelawan. Karena lo gak salah sama mereka".
"Ntar gue dilaporin lagi ke BK. Salah gue sama mereka sebenarnya apa sih?".
"Yaudah deh. Lupain aja,kan kita disini buat have fun. Lain kali,kalo lo dibully lo harus lawan"kata gue.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Semoga saat Ria masuk sekolah,dia udah gak di bully lagi.
"Gue ramal,nggak".
"Hani? Lo ngapain disini?"ucap gue kaget.
"Gue mau jenguk 'sahabat' gue yang paling gue cinTAI"ujarnya sembari nyengir.
"Awas aja kalo lo sampai berani macem-macem sama Ria"ancam gue.
"Iya,gue gak bakal ngapa-ngapain Ria kok. Mungkin cuma sedikit bercanda. Seperti,membuat dia merasakan apa yang dulu gue rasakan. Cuma itu aja,kok"katanya.
"Maksud lo apa?"tanya gue ketus.
"Lo gak harus tau, babe. Ini urusan cewe"jawabnya seraya memegang tangan gue.
"Loh?".
KAMU SEDANG MEMBACA
MemoRy (Dewa Writter)
Novela JuvenilKecelakaan yang mebuat semuanya menjadi lenyap dan tak ada satupun lagi yang tersisa. Tapi,perlahan-lahan kenangan yang tadinya lenyap kembali lagi. Menimbulkan dampak buruk bagi seorang gadis bernama Avendria. Gadis ini harus menanggung semuanya se...
