Chapter 2

2.1K 67 6
                                        

Bersabarlah dengan masalah yang kita hadapai sekecil apapun masalah nya , karna Allah akan senantiasa bersama dengan orang orang yang sabar
...

Selasa 2018 , 9.35

Hawa dan kedua sahabat nya sudah berada di kantin fakultas nya sekarang , mereka sedang menunggu pesanan nya datang.

" Ehhh iya , wa kata nya kmu kemaren nabrak shaka ya ? " tanya nasya sangat antusias.

" Iya , tapi dia cuma senyum dan gara2 itu juga aku di hukum kemaren "

Ohh ya sampe lupa , kemaren ada ikhwan yang ngomong sma aku , dan aku gk tau sapa ikhwan itu dan emg gk mau tau . Seketika itu juga , jam itu juga , menit itu juga , dan detik itu juga . Aku merasa ada berbeda dengan pria itu lalu kutinggalkan dia sendirian dan aku pergi , tidak lagi menghiraukan hukuman nya .

" Ehh ngelamun aja " saut aisyah , membuyarkan lamunan ku.

" hehehe " hanya ku balas dengan cengiran.

Ohh ya klo blh kasih tau , sebenar nya asiyah tidak tau siapa shaka yg aku maksud karna di fakultas itu yg nama nya shaka tidak cuma ada 1 tapi mungkin lbh dari 3 . Hanya nasya yg ku beri tau karna seperti nya aisyah juga mengidolakan shaka.

              ****

Sekarang aku bersama dengan nasya dan aisyah sedang berada di dalam masjid , lantunan ayat suci Al Quran itu yg menarik hati ini untuk datang dan mendengarkan nya secara langsung , ya ... itu suara shaka , ia terbiasa mengaji ketika istirahat di msjid ini . Suara merdu itu menenangkan hati , suara merdu yg sangat aku ingin dengar ketika nanti calon imam ku membacakan nya sebagi mahar dari pernikahan . Ahh itu hanya angan ku saja .

Sudah lebih dari 15 menit kita berada di masjid ini , aisyah yg sedari tdi sibuk menghafal Al Quran , nasya yg msh berkutat dengan ponsel nya dan aku yg msh sibuk dengan pikiran ku tentang shaka . Tapi itu tidak penting untuk aku pikirkan yg penting kali ini adalah memikirkan dosa yg akan aku tanggung karna tdk sengaja menabrak seekor kucing tdi pagi .

- Klo blh cerita -
Tdi pagi aku tidak sengaja menabrak seekor kucing berbulu putih yg melintas tepat di depan mobil ku , tdi pagi aku sedang buru2 sehingga tidak melihat kucing itu berjalan . Rasa takut menyeruak seketika , aku berfikir bagaimana cara untuk menguburkan kucing itu , sampai seorang pria yg tak ku kenal menolong ku , ia membantu ku menguburkan kucing yg sedikit bersimpah darah karna terbentur bemper mobil ku itu , sambil menguburkan kucing tdi pria itu berkata " Bersabarlah dengan masalah yg kita hadapi , sekecil apapun masalah nya karna Allah akan senantiasa bersama denga org2 yg sabar " mungin karna pria itu memperhatikan wajah ku yg sdh tdk sbr menunggu.

Tak lama dari itu aku mengucapkan terimakasih dan pergi begitu saja , ya aku tau itu tdk sopan tapi mau bagaimana lagi saat itu situasi nya sedang tidak pas , pria itu tampan dan seperti nya aku pernah melihat nya tapi tidak tau dimna, aku lupa.
- udh cerita nya , cape -

                  ***

Hawa keluar masjid saat itu juga , saat melihat shaka juga keluar dri masjid , hawa salah satu perempuan beruntung yg bisa menjadi teman shaka tapi ya walau tak sedekat dengan aisyah . Tapi tak apa lah
itu sdh cukup untuk ku.

" Shaka " teriak hawa memanggil

" Apa " balas saka ramah

" Eumm-emm , itu i-itu , gpp gk jadi " betapa bodoh nya hawa saat itu , iya mendapat kesempatan berbicara dengan shaka tapi mlh ia sia2 kan dengan berbicara seperti org yg sedikit gangguan .

" Anauhibbuki Fillah " jawab shaka dengan enteng nya lalu pergi meninggalkan hawa yg tengah mematung dengan yg di ucpakan nya itu .

Tidak ada angin tidak ada hujan tapi mengapa tiba2 petir menyambar hati nya , hawa tdk yakin dengan yg shaka ucapkan barusan , serasa hati nya meleleh , ubun2 yg ingin naik ke permukaan , jantung yg hampir copot mendengar kta2 yg di ucapkan shaka saat itu . Ya Allah atas dasar apa ia bisa bebicara seperti itu kepada ku , apakah ini cara Mu untuk mempersatukan kami ?

Lamun nya buyar ketikan nasya mendorong nya hingga tersungkur ke tanah , kali ini hawa tidak marah , ia langsung mengucap salam dan langsung pergi meninggalkan nasya yg sedari tdi kebingungan .

                    ****
13.40

Aku memberanikan diri untuk menemui shaka yg saat itu tengah berada di lab , dengan menggunakan jas dokter , ia satu juran dengan ku , menjadi dokter spesialis syaraf merangkap bedah , jadi aku bisa dengan mudah menemui nya .

Assalamualaikum , ucap ku . Di ruangan itu hanya ada shaka .
Waalaikumsalam , jawab nya dengan ramah .

" Hawa , mau ambil apa kesini ? " tanya nya langsung .

" Eumm ja-jadi begini " ucapa hawa terbata bata .

" Jadi gini , aku cuma mau tanya apa maksud kamu dengan mengucap--- " ucapan hawa di potong oleh pria itu.

" Ohhh soal yg tdi " kta pria itu menggantung






Hayooo apa coba yg mau di omingin shaka ?
Maaf ya 🙏 klo cerita nya agak gk nyambung , masih belajar nulis ...
Maapin juga klo banyak kta yg THYPO dan DI SINGKAT ...
Jangan lupa komen ++ VOTE ya ... Maksih ❤❤

Doa di Sepertiga Malam kuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang