Chapter 5

1.4K 55 9
                                        

Sesungguh nya Allah Maha membolak balikan hati hamba nya , maka teguhkan lah hati ini pada agama Mu Ya Allah
...

Sekarang hawa tau , siapa wanita paruh baya itu , ternyata itu tante arin umi nya shaka .

Satu goresan lagi yang hawa dapat , jika dituliskan dalam buku mungkin ini sudah melebihi 3 goresan yang ada di hati nya.

Hawa sekarang tau mengapa sewaktu itu al menyanyikan lagu , ternyata itu menyinggung diri nya.

Hawa tau dari al kemarin sewaktu diri nya bertanya pada al lewat WA.

Seharus nya hawa jujur kepada aisyah kalau diri nya mengaggumi shaka juga jadi tidak begini ending nya , jika sudah begini mau bagaimana lagi.

       ****

" Assalamualaikum " salam asiyah kepada dua sahabat nya itu.

" Waalaikumsalam " jawab kedua nya serentak.

Aisyah datang dengan wajah berseri penuh semangat terpancar dari wajah nya.

" Syah , kenapa senyum2 terus ? " tanya hawa kepada aisyah.

" Ais punya kabar gembira buat awa sma aca " kata aisyah dengan memanggil kedua sahabat nya itu menggunakan nama seperti anak kecil.

" Apa ? " tanya mereka serentak.

" Shaka ngehitbah ais " jawab nya sembari tersenyum lebar , selebar jalan raya di depan fakultas mereka 😂.

Haaa , mulut hawa yang menganga seketika mendengar yang kata nya gambar gembira itu , sementara nasya sedang memeluk aisyah mengucapkan selamat.

" Ya Allah , semoga hawa cuma mimpi dan bangun seperti biasa " batin hawa dengan muka yang sudah sampai pucat pasi.

" Hawa kenapa ? " tanya asiyah

" Aa-e , gk kenapa napa kok " jawab nya gelagapan.

" Hawa ke toilet dulu " pamit hawa.

Hawa berjalan ke arah toilet , tangan dan kaki nya yang sudah mulai bergetar tak mampu lagi menopang tubuh nya yang lumayan berat , seketika itu juga ia jatuh tersungkur , punggung nya ia sandarkan kepada tembok yang berada di belakang nya. Semua badan nya bergetar hawa menangis dan memasukan muka nya ke lipatan tangan.

Semua nya terjadi begitu cepat , bahkan hawa tak sempat mengatakan semua nya terlebih dahulu.

" Hawa ?? " batin seorang dari sebrang sana.




Doa di Sepertiga Malam kuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang