Mungkin kau memang bukan yang terbaik untuk ku, tapi mengapa aku tak bisa mengiklaskan mu dengan orang lain
Hawa
Ya, tidak salah lagi suara teriakan dan tangisan itu milik Hawa, entah apa yang merasuki nya sehingga ia nekat berteriak sekencang itu.
Tapi bukan nya mendatangi Shaka untuk mengungkapkan isi hati nya, Hawa malah pergi lari keluar dari rumah Shaka. Hawa lari sekencang-kencang nya entah kemana ia akan lari.
Tanpa Hawa sadari air mata nya terus mengalir dengan deras, betul perkiraan Hawa sebelum nya bahwa hati dan perasaan nya akan di kuasi oleh jin tapi aneh nya Hawa tidak bisa melawan semua itu.
Lagi-lagi ia berhenti di persimpangan jalan raya, pikiran nya yang kosong dan kalut tak menghiraukan suara klakson motor dan mobil yang seakan ingin menerkam Hawa, ya ia tadi nya berhenti di persimapangan jalan lampu merah, tapi saat lampu nya berubah menjadi hijau Hawa malah akan menyebrang.
Tak sadar ada pengendara yang tidak sabaran dan langsung menabrak Hawa begitu saja, Hawa terpelanting jauh hingga menabrak batas trotoar, untung nya banyak yang membantu dan membawa Hawa ke rumah sakit.
Di rumah sakit
Hawa tak sadarkan diri cukup lama, tapi syukur nya kata dokter Hawa tidak mengalami luka yang cukup parah, tapi dokter mengatakan bahwa Hawa mengalami depresi.
Semenjak saat itu hari-hari Hawa berubah hanya karna ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, yang tadi nya Hawa rajin ibadah sekarang waktu nya hanya ia habisa kan untuk melamun, menangis dan sesekali tertawa tidak jelas apa yang sebenar nya ia pikirkan.
Tidak tahan melihat keadaan Hawa yang semakin memburuk ibu nya berinisiatif untuk membawa Hawa periksa dan akhir nya di putuskan untuk merawat Hawa di rumah sakit.
Setiap hari sahabat nya datang untuk menjenguk, termasuk Shaka dan Aisyah.
" Kenapa kamu jadi begini sih wa " tanya Aisyah kepada Hawa yang hanya di balas tawaan oleh Hawa.
" Ini semua gara-gara kamu, kenapa kamu gak mau kasih Shaka ke aku " jawab Hawa yang sudah mulai kehilangan kendali.
" Sabar wa, ini udah takdir, mungkin Allah masih punya orang yang lebih baik daripada Shaka buat kamu " jawab Aisyah coba menenagkan Hawa.
Shaka hanya bisa melihat dari jendala luar ruangan tersebut, ia tidak tega melihat Hawa menjadi seperti itu hanya karna Hawa tidak mendapatkan diri nya, bahkan Shaka pun baru tahu jika selama ini Hawa menyukai nya.
----- ♡ -----
Ternyata tidak Hawa sadari, bahwa selama ini diam-diam ada yang selalu memperhatikan nya, yang juga menyebutkan nama Hawa di doa sepertiga malam nya.
Perlahan tapi pasti Surya mencoba mendekati Hawa dengan cara setiap hari datang ke rumah sakit untuk menjenguk sekaligus merawat Hawa, ya Surya tak lain dan tak bukan adalah kakak kandung Shaka, Surya pertama kali melihat Hawa pada saat mengantarkan Shaka ke kampus, pada saat itu juga Surya langsung menyukai Hawa entah apa alasan nya tapi Surya yakin kalau Hawa itu perempuan yang baik dia jadi begini karna ambisi nya saja yang terlalu besar untuk memiliki Shaka.
Tak terasa sudah 2 tahun Hawa seperti ini, tapi akhir-akhir ini keadaan nya sudah mulai membaik, Hawa sudah mulai bisa Sholat lagi, ia sudah bisa tertawa lagi dan kata dokter jika keadaan Hawa terus membaik seperti ini tak lama lagi Hawa akan sembuh dan diperbolehkan pulang.
Ya keadaan Hawa yang mulai membaik saat ini tak lepas dari peran penting ibu dan sahabat-sahabat nya terutama Surya, Surya selama ini selalu memberi motivasi kepada Hawa kalau akan ada seorang pria yang lebih baik dari Shaka untuk diri nya dan Surya terus menerus mengajari Hawa untuk iklas melepaskan Shaka untuk hidup bahagia dengan Aisyah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Doa di Sepertiga Malam ku
Ficção AdolescenteDia yang selalu ada di dalam doa sepertiga malam ku , nama nya yang selalu ku sebut dalam sujud di setiap sholat ku , nama nya yang selalu ku pinta pada Nya . Agar menjadikan nya imam dunia dan akhirat ku . . . . . . Nama nya adalah Shaka , nama seo...
