Chapter 4

1.4K 50 8
                                        

Sesungguh nya seorang wanita bisa menyembunyikan perasaan nya selama bertahun tahun tetapi ia tidak bisa menyembunyikan rasa cemburu nya walau hanya satu hari
...

Minggu , 10.15

"Aisyah .... aisyahhh " suara itu terdengar dari dalam rumah aisyah dan tidak asing lagi , suara itu milik kedua sahabat nya .

" Waalaikumsalam " ucap aisyah ketika membukakan pintu untuk kedua sahabat nya itu.

" Ehhh iya juga blm ucap salam , maaf ya " ucap nasya meminta maaf.

Mereka sekarang sedang berada di rumah aisyah rencana nya mereka akan menghabiskan waktu liburan ini bersama .

" Udah siapkan ? " tanya hawa kepada dua sahabat nya itu.

" Bentar " sahut aisyah " Masih ada yang harus kita tunggu " sambung nya lagi.

Tidak lama dari itu muncul dua orang pria , ya ... itu shaka dan al .

Mereka ikut ? batin hawa , kenapa mereka berdua harus ikut .

" Kok mereka berdua ikut " tanya hawa kepada nasya dengan berbisik agar aisyah tidak mendengar nya.

" Gak tau " jawab nasya singkat.

Ternyata selama liburan ini hubungan aisyah dengan shaka semakin dekat , tidak seperti bulan" kemarin yang tidak terlalu dekat bahkan sekarang mereka sudah berani mengajak pergi satu sama lain.

Tidak tau mengapa hawa merasa aneh dengan diri nya saat ini , seperti semangat nya yang tadi menggebu tiba tiba sekarang hilang begitu saja , tubub nya yang tadi kuat untuk menopang semua nya sekarang menjadi lemas seakan ia sedang memikul beban yang sangat berat dan hati nya yang tadi sangat bahagia sekarang menjadi tidak karuan , ada perasaan senang bercampur dengan penasaran bercampur lagi dengan rasa kecemburuan.

" Ehhh ngelamun aja " ucpa al kepada hawa , ia melihat hawa sedang memalun sedangkan yang lain sudah masuk ke dalam mobil shaka.

         ****

Disini mereka sekarang berada di rumah mewah nan besar milik shaka , bukan nya berlibur mereka malah bertamu.

" Tau gini gw gk bakal ikut " ucap hawa kepada nasya dan di balas anggukan oleh nasya .

Walaupun hawa orang yang terkesan ramah dan sopan tapi ia akan menjadi gila jika sudah bersma kedua sahabat nya dan kalau ngomong suka kebablasan gak bisa di rem , itu yang dinamakan sahabat nya dengan luar alim dalem petakilan.

" Ehhh aisyah , sudah datang ya " ucap seorang wanita paruh baya yang keluar dari arah dapur rumah itu .

" Iya umi " jawab aisyah , wanita itu dipanggil nya umi oleh aisyah.

" Umi ? " seketika nasya langsung menoleh dan mendapati hawa juga menoleh ke arah nya.

Pernah sakittt ....
Tapi tak pernah sesakit ini ....
Karna pernah cinta ...
Tapi tak pernah sedalam ini ...

Terdengar suara nyanyian di sebelah kanan kuping hawa dan ketika hawa menoleh , didapati nya al yang sedang bernyanyi tepat di kuping nya dengan suara yang terdengar seperti bisik" dan seulas tawa menghiasi wajah nya.

" Nyanyi lo " kata hawa pada al.

" Ceramah bang " jawab al asal .

" Emang dipikir sini tukang siomay , dipanggil bang " jawab hawa dan hanya dibalas tawa oleh al.

" Ohhh ini temen" nya aisyah ya ? " tanya wanita itu lagi .

" Iya umi " jawab al .

Al memanggil nya umi ? batin hawa bertanya"








Doa di Sepertiga Malam kuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang