BitterSweet (4)

681 57 4
                                        

     ~~~


     Sudah minggu kedua terlewatkan setelah kejadian malam itu. Selama itu pula, hubunganku dan istriku semakin tak tahu arah. Bahkan ia selalu menyuruhku untuk tidur di luar kamar. Miris sekali. Kami sudah menjadi pasangan yang sah, tetapi kami hanya melakukan hubungan selayaknya suami-istri saat di awal pernikahan saja.

     Aku selalu berpikir, apa pernikahan kami benar-benar dapat dipertahankan? Setiap hari aku selalu membawakan makanan dari tempat kerjaku untuknya, karena aku ingin menjadi suami yang bertanggung jawab. Bahkan aku hanya memakan sedikit jatah makanku di tempat kerja, dan aku tak pernah sekalipun menyentuh makanan untuk Ryeowook sedikitpun. Seperti saat ini, aku mengayuh sepedaku untuk sampai ke rumah. Hari ini aku membawa makanan kesukaannya.

~~~


     Aigoo, orang staff ternyata sangat tahu makanan kesukaan Ryeowook. Batin Yesung seraya terkekeh kecil.

     “Wook-ah, kau pasti akan menyukainya,” ucapku senang.

     Brak.

     Suara khas kecelakaan terdengar setelah sebelumnya suara klakson kendaraan terdengar keras.

~~~


     Suara sirine ambulance yang memekakkan telinga terus saja berbunyi di sepanjang perjalanan membawa seorang namja tampan bermata sipit, ke sebuah rumah sakit terdekat dari daerah terjadinya kecelakaan. Namja yang berada dalam ambulance itu adalah Kim Yesung. Ia mengalami kecelakaan itu karena terlalu bersemangat mengayuh sepeda demi memberikan makanan pada sang istri. Ia yang terlalu bersemangat, tak melihat bahwa di depannya terdapat sebuah mobil yang melaju kencang dari arah berlawanan. Dan terjadi lah kecelakaan itu.

     Saat kondisi Yesung dapat dikatakan sangat parah. Darah mengucur di mana-mana dengan luka yang cukup lebar. Bayangkan saja, Yesung bahkan sampai terpental hingga beberapa meter dari sepedanya. Miris saat kecelakaan menimpahnya, namja itu bahkan masih terus memeluk erat bungkus makanan yang niatya akan ia berikan kepada sang istri tercinta.

     Kim Ryeowook, seandainya saja kau tahu jika Yesung suamimu itu sangatlah mencintaimu. Apakah kau masih mencintainya, hm? Bahkan saat ini kau tak dapat dihubungi oleh pihak rumah sakit tempat Yesung dirawat.

     Yesung-mu tak sadarkan diri, apa kau tahu dia seperti ini karena agar kau bisa makan? Adakah rasa cintamu terselip sedikit untuk Yesung-mu?

     Ck, kupikir kau baru akan sadar saat kau sudah kehilangannya.

~~~

     Genap satu minggu, Yesung terbaring di ruangan berwarna putih khas rumah sakit dengan dibantu alat-alat medis. Di samping ranjang rawatnya, terlihat sesosok mungil terduduk di samping. Mata sosok mungil itu terlihat sembab dan membangkak, seolah menangis adalah pekerjaannya sepanjang hari.

~~~

Flashback.

     “Maaf, apa benar anda istri dari Kim Yesung?” ucap seorang dokter pada Ryeowook.

     “Ne, Dokter. Bagaimana keadaannya?” nada khawatir terselip dalam pertanyaan Ryewook pada sang dokter.

     “Begini Tuan Kim. Kecelakaan yang terjadi pada suami anda sangatlah serius, dan mungkin akan membuat suami anda tak seperti dulu lagi.” Sang dokter menjawab dengan wajah yang seakan sangat menyesal.

     “Apa maksud anda dokter? Suami saya akan baik-baik saja, kan? Tak ada masalah serius, kan?” Ryeowook mencerca sang dokter dengan pertanyaan bernada cemas dan takut.

     “Jeongseuhamnida, Tuan Kim. Tetapi, kami harus mengatakan hal ini dengan sejujurnya. Diagnosaku mengatakan, mungkin Tuan Kim Yesung akan mengalami kebutaan. Semua itu karena pecahan kaca mobil yang menabraknya menusuk dalam di mata Tuan Kim Yesung. Mianhae, Tuan Kim.” Dokter itu menundukan kepalanya.

     “Ja-jadi, Y-yesung Hyung akan buta?” Ryeowook bermonolog pada dirinya sendiri. Pandanganya tak fokus menatap sang dokter.

     “Andwae! Pasti bisa disembuhkan kan, Dokter? Kornea? Dia bisa menerima donor kornea, kan?” Ucap Ryeowook tak sabar.

     “Bisa saja, tapi hal itu jika cocok dengan Tuan Kim Yesung. Dan sangat sulit mencari donor kornea untuk suami anda, Tuan.”

Flashback End.

     Dan di sinilah Ryeowook sekarang. Terududuk setia menunggu suaminya hingga siuman.
Ia sungguh sangat menyesal saat ini. Sebenarnya, Ryeowook sangat mencintai Yesung. Tetapi karena dirundung kemiskinan setelah mereka menikah, Ryeowook berubah. Tetapi perubahannya itu bukan tanpa alasan. Semua ia lakukan karena ia tak sanggup hidup miskin, oleh sebab itulah ia menutup mata jika sebenarnya ia mencintai suaminya itu.

     “Hyung, kumohon cepatlah sadar. Aku sangat menyesal. Jika aku meminta maaf padamu, apa kau akan memaafkannya? Apa kau masih akan tetap mencintaiku, walau setelah apa yang kulakukan padamu?” Ryeowook menundukan wajahnya,tangannya menggenggam erat tangan Yesung.

     “Aku berjanji akan berubah. Oh, kau ingin aku memanggilmu Hyung, kan? Aku akan memanggilmu Hyung sebanyak yang kau mau. Maka dari itu, kumohon sadarlah untukku Hyung.” Ryeowook tak dapat menahan isak tangisnya.

TeBeCe...

HEYOO.....
Pasti Chapter ini makin ga jelaskan?
Ahh.. saya merasa buruk dengan cerita ini. Terbukti tak ada banyak minat.
Ck.. ke mana para Yewook Shipper berada? ㅠㅠ

Next or Deleted??
VOTMEN... ^^

BitterSweet (YeWook)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang