CHAPTER.9.

73 12 3
                                        

"Menunggulah jika kau sabar,
Khawatirlah jika kau peduli,
Lepaskanlah jika kau tak dihargai."

-Perkata

Happy reading👀

----------------

THE STARZZ sudah melakukan penampilannya dengan baik. Diawali dengan lagu dari 5 second of summer, setelahnya lagu dari justin bieber, dan satu lagu rekomendasi penonton dari anji.

Setelah THE STARZZ turun dari panggung beberapa pekikan dari para fans nys bisa di dengar dengan jelas. THE STARZZ cukup beruntung karna memiliki fans yang begitu setia kepada mereka, maka dari itu THE STARZZ menanggap mereka sudah seperti keluarga karna tanpa mereka sampai saat ini THE STRARZZ bukan apa-apa.

Setelah sampai di meja yang mereka tempati tadi,para lelaki tersebut ber tos ria ala-ala cowo.

"Aje gilee suara fazri tadi behh sekseh!" pekik Rian histeris dan langsung saja mendapat pelototan dari teman temannya.

"Gua cabut!" Ucap Fikri secara tiba tiba, tanpa menunggu persetujuan dari teman temannya dia langsung beranjak dari bangku dan pergi meninggalkan kafe. Saat Rian hendak menahannya dia ditahan balik oleh fazri saat melihat arah pandangan fazri mereka semua mengerti dan memilih untuk menyusul fikri, Hanya satu tempat tujuan fikri ketika dia sedang mumet.

"Eh, itu mereka kenapa pada keluar?" Tanya Tia kepada teman temannya yang sedang asik mengobrol.

"Engga tau,mungkin acaranya udah selesai" Jawab Ily

Setelahnya mereka melanjutkan mengobrol sambil sesekali terkekeh karna joke recehnya Bila. Saat mereka sedang asik asiknya mengobrol tiba-tiba dua orang yang sangat mereka kenal menghampiri meja tersebut. Cinta yang duluan tersadar langsung saja mengkode teman-temannya yang lain dengan tatapannya.

"Lidya?" Tanya perempuan tersebut sedangkan yang dipanggil langsung menengadah kepalanya.

"Ratna? Nino?" Gumam lidya.

Ratna menampilkan senyum termanisnya saat lidya menyadari kehadiran mereka berdua, mereka berdua tidak sengaja datang ke kafe ini dan tanpa disangka mereka bertemu dengan Lidya dkk.

"Ngapain Lo kesini? Kaga bucin?!" Ucap lidya sinis

"Gausah sinis gitu dong Lid, gua kesini cuma mau ngucapin 'HBD' buat 'TEMEN LAMA'!!" Ratna membalas tak kalah sinis sambil bergelayut manja di lengan kekar Nino, sedangkan nino hanya menatap perdebatan mereka datar. Sama dengan teman-temannya mereka hanya melongo bukan karna perdebatan ini melainkan karna perkataan Ratna barusan. 'Lidya ultah?' Pikir mereka semua.

"Gausah sok peduli sama gua, gua gabutuh ucapan dari Lo! Bullshit tau ga!" Ucap lidya sekali lagi sambil berlalu meninggalkan kafe Tidak peduli dengan teman-temannya yang memanggil dan meneriaki namanya.

Cukup sudah!

Lidya lelah sangat lelah,ini merupakan kado terindah yang pernah lidya dapat .saat ini dia hanya butuh pelarian juga ketanangan dan semua itu hanya akan lidya dapatkan di suatu tempat.

"Samperin si Lidya hayu!" Ucap Bila histeris.

"Kemana? Kita aja gatau dia mau kemana!" Ucap Cinta tak kalah histeris.

MSC (Miss Sarap Comunity)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang