Riana Pov.
Kemarin Mamanya Nando datang ke rumah untuk memberi sekedar informasi bahwa hari ini Nando dan Aldy boleh dikunjungi. Aku dan Keluarganya pun sudah sampai dimana tempat tersebut yang biasa mereka pakai belajar ilmu militernya. Setrlah menunggu beberapa saat, kami pun akhirnya di pertemukan oleh 2 saudara itu.
"Kok makin gosong gitu kalian berdua." Tanya Angel.
"Iyalah gosong, mereka kan latihannya gak kenal waktu mau panas mau hujan tetep aja latihan." Ucapku, sambil Nando dan Aldy bersalaman dengan kedua Orang Tuanya.
"Haduh, makin habis aja badan kalian." Kata Mamanya.
"Iya Ma. Ini masih kurang tau ya gak Rald?" Kata Nando.
"Iya Ma, ini masih kurang kurus." Sahut Aldy.
"Udah gausah dipikirin, nanti juga kurus sendiri." Kata Papanya.
"Sini duduk dulu makan, habis makan baru ngobrol." Pintah Mamanya.
"Iya Ma, Eh Si Abang mana Ma?" Tanya Aldy.
"Oiya Abang gada." Kata Nando yang baru menyadari bahwa tak ada Sang Kakak disana.
"Biasa nugas, sekalian pergi sama pacarnya, kayak gatau Abangmu aja." Kata Papanya.
"Oh... Terus Si Adek?" Tanya Nando. Karna dia sejak tadi tak melihat adiknya yang bergandengan dengan Sang Pacar.
"Itu adek." Kata Aldy sambil menunjuk ke arah dimana Sang Adik duduk.
"Napa Bang? Aku sama kak Riri." Sahut Wira tiba - tiba. Semua pun tertawa karena Nando sejak tadi tak menyadari kehadirannya Sang adik.
"Kirain kamu gak ikut juga." Kata Nando.
"Enak aja, orang aku sejak tadi disini kok." Kata Wira.
"Iya, iya orang Aku gak liat kamu soalnya tadi." Sahut Nando.
"Aneh - aneh aja, adiknya disini kok bisa sampai gak liat gitu." Ucapku. Nando hanya bisa cengegesan saja.
"Matanya tuh dah, masak adik daritadi disini gak liat." Kata Aldy.
"Udah makan dulu, gausah mancing Wira, masih untung dia anteng sama Riri." Kata Mamanya.
"Boleh sama Kak Riri, tapi jangan nakal ya." Kata Nando.
"Iya Bang, Aku mana pernah nakal sama Kak Riri." Sahut Wira.
"Sampai aja, ketahuan kamu nakal sama pacarnya Abang, liat aja kamu." Ancam Nando, sambil memakan cemilan yang sudah disiapkan oleh Mamanya tadi.
"Hahaha.. Iri ya sama Wira, soalnya Wira kan deket sama Kak Riri, selagi Abang gada." Ucap Wira sambil tertawa, yang lain pun hanya tertawa melihat Kakak beradik itu sedang beradu mulut.
"Udah diem, nanti nangis, baru diem ya. Kamu juga udah pake loreng ada pacarnya masih aja suka adu mulut sama adiknya." Kata Papanya. Setelah di tegur oleh Papanya baru Si Nando diem.
"Baru digituin, baru diem." Kata Aldy ikut - ikutan.
"Tau ih, dari dulu seneng banget ganngguin adiknya, heran aku. Tapi bagusnya depan orang yang gak dikenal tuh diem + judes." Pada saat aku bicara seperti itu Nando langsung pindah duduk disebelahku. Dan langsung memelukku dari samping. Aku hanya bisa malu karena ada Papanya, entah kenapa aku malu dengan Papanya mereka.
"Ihh lepass... Lepas Nan." Ucapku.
"Gamauu.. Aku gamau..." Rengeknya
"Lepas, malu tau aku." Bisikku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still On Your Side (Completed)
Teen FictionGunanda Vernandos Alegro & Riana Realdi Dua orang yang selalu bertengkar, yang berujung dengan Riana yang mengganggu Nando, dan Nando yang hanya membalas dengan tatapan datarnya. Nando Si laki-laki tampan dan dingin sangat terkenal dengan jabatann...
