Riana Pov.
Hari ini, sahabat - sahabatku sedang berada dirumahku karena kita ingin pergi ngumpul bareng lagi, setelah beberapa minggu yang lalu baru saja kita main bareng. Saat ini kami semua hanya menunggu Aldy dan Nando saja, karena sejak tadi mereka belum datang juga.
"Kemana sih, Si kembar tu?" Tanya Angel yang mulai bosan menunggu.
"Tau tuh, coba chat aja." Usul Cindy.
"Pake Handphone Lo dong!" Kata Joy sambil menunjuk ke arahku.
"Ambil gih di kamar." PintahKu pada Mereka, akhirnya Angel pun naik keatas menuju kamarku bersama Joy. Sudah biasa jika mereka masuk ke kamar, beda halnya dengan Nando, dia yang berstatus jodohku saja, tidak aku perbolehkan masuk ke kamarku.
Baru saja Angel dan Joy turun tangga, datanglah orang yang sedari tadi kami tunggu - tunggu. Langsung saja Aku dan Sahabatku yang lain berjalan ke teras untuk menghampiri anak laki - laki itu.
"Ayokk!" Ajak Aldy.
Baru saja ingin menyahuti omongannya Aldy, Angel langsung saja memotong,
"Bentar Gue haus mau minum dulu." Kata Angel.
"Emang kamu habis ngapain?" Tanya Aldy.
"Ngambil Handphone - Nya Riri di kamar buat ngechat Kalian berdua!" Sahut Angel.
"Enak bener Lo semua yang cewe - cewe, seenaknya keluar masuk kamarnya Riri." Kata Nando mulai buka suara.
"Apaansi, mereka kan cewe." Sahutku.
"Pasti Lo gak pernah masuk ya?" Tanya Joy.
"Iya, gak dibolehin sama Riri." Jawabnya Cemberut.
"Ihh... apaan sih, Aku gamau ya anak laki masuk kamarku." Ucapku.
"Emangnya kenapa?" Tanya-Nya lagi.
"Kamar itu kan privasi, gak sembarang orang boleh masuk." Sahutku.
"Nanti juga bakal nikah kenapa ditutup - tutupi gitu?" Tanyanya yang benar - benar membuatku jengkel karna penasarannya.
"Yaudah tunggu aja nanti sampai kita udah nikah!" Utusku.
"Au ahh.. Berisik, Gue haus mau minum." Kata Angel.
"Itu minum Lo, belum Lo minum." Kata Joy sambil menunjuk ke arah minuman tersebut.
"Aku naik bentar mau ambil tas!" Pamitku.
"Ikutttt!" Ucap Nando.
"Diem sini, atau gak jadi pergi!" AncamKu. Nando pun hanya diam akhirnya aku naik ke atas untuk mengambil slingbag - Ku yang berwarna navy, langsung ku masukan saja Parfum, bedak, sisir dan tak lupa tisu sudah termasuk hal yang wajib aku bawa itu semua. Setelah selesai, turunlah aku dan langsung saja kami berangkat.
Setelah semunya siap kami pun berangkat,
Tak terasa sampailah kami di salah satu Mall ternama di Bali. Langsung saja kami masuk ke dalam. Aku berjalan dengan sahabat - sahabatku.
"Nan, aku kesana ya sama mereka."Ijinku sambil menunjuk ke arah tempat yang ingin kami kunjungi.
"Iya, tapi jangan lama - lama, nanti aku chat kamu, buat ngasih tau aku sama mereka nih dimana." Jawab Nando. Sangat tumben sekali Nando memberi ijin kepadaKu yang akan jalan dengan sahabat - sahabatku. Langsung saja kami memecah Perempuan dengan perempuan, Laki - laki dengan laki - laki.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still On Your Side (Completed)
TienerfictieGunanda Vernandos Alegro & Riana Realdi Dua orang yang selalu bertengkar, yang berujung dengan Riana yang mengganggu Nando, dan Nando yang hanya membalas dengan tatapan datarnya. Nando Si laki-laki tampan dan dingin sangat terkenal dengan jabatann...
