Nelly yang panik langsung kabur tapi pintunya ke konci.
Danik mulai nge langkahin badannya jalan ke Nelly.
"Kak plis aku takut"
"Takut kenapa"
"Tolonggg gue plis siapapun"
"Mau minta tolong sama siapa sayanggg"
"Kak danik plis jangan kek gini lu kyk psycopath" Nelly dah mau nangis.
"Nelly ku sayanggg aku ini danik bukan physicopath"
"Terus kenapa kakak jadi kek gini hiks..."
"Karna kakak kangen sama kamu" kak danik mulai ngusap pipi Nelly walaupun dia hantu tapi dia punya tenaga buat menyentuh apapun.
"Kak aku takut kak danik kek gini"
"Takut" kak danik senyum jahat dan di sebelah badan nya ada pisau.
"Kak jangan bunuh aku plis hiks..."
"Tapi ini dah waktu nya sayang. Bukannya kamu yang selalu minta tolong ke kakak biar kamu mati sekarang kakak tolongin ga mau" kak danik ngambil tuh pisau dan di tusukin ke perut Nelly.
"kak... hah plis hiks... sa..kit hiks" pisau itu dah menancap dari perut Nelly dan danik mengeluarkan itu pisau dari tubuh nya.
Danik mengecek deru napas Nelly. Nelly sudah tidak bernapas lagi.
Ketika Nelly merasakan ia sudah tidak di dalam tubuh nya.
Nelly melihat banyak orang yang mengerubungi badan Nelly yang sudah berdarah darah.
Nelly pun kaget melihat badanya tergeletak mengenaskan. Dia juga melihat kakak nya menangis parah dan woochan masih memeluk badan Nelly yang tergeletak dengan kondisi tidak bernyawa lagi.
Nelly melihat ke samping nya ada danik yang menggenggam tangannya.