11.Malam ini

951 11 0
                                    

Jean pergi untuk berlatih, ia sampai ditempat pelatihannya.

"Hei, Jean! Apa kabar?" tanya temannya.

"Aku baik, terima kasih Venn" jawab Jean.

"Wah... Liat teman kita yg polos ini" kata salah satu temannya.

"Berhenti menggoda ku, Albern" kata Jean.

"Jean, bagaimana jika setelah latihan nanti kita bersenang-senang?" tanya Albern.

"Tidak, terima kasih. Aku sibuk" jawab Jean.

"Tentu saja sibuk, ada mangsa baru yg harus diurus" kata Ruse.

"Ruse sialan" kata Jean dalam batinnya.

"lihat teman kita ini, sudah mulai berkembang" kata Albern sambil menepuk pundak Jean.

"Berhenti menggoda ku" kata Jean.

"Siapa namanya?" tanya Venn.

"Lili Braun" jawab Jean.

"Oh, bagaimana tentang dirinya?" tanya Albern.

"Dia...." Jean mulai tersipu malu.

"Dia seorang gadis, sangat cantik dan aroma darahnya begitu menggoda" kata Ruse menyela.

"Cih..." Jean mendecih.

"Bahkan aku sampai tergoda" kata Ruse sambil mencubit pipi Jean.

Jean mengalihkan kepalanya.

"Apa kau cemburu?" tanya Venn.

"T-tidak!! Sama sekali tidak! Bahkan aku tidak peduli apapun tentang nya" kata Jean sambil meletakkan tangannya dipinggang dengan bangga.

"Lalu kenapa kau tidak ingin berbagi hah?" tanya Ruse.

"Aku tidak akan berbagi dengan orang seperti mu" kata Jean.

"Aku penasaran, ajak dia kemari" kata Albern.

"Tidak" kata Jean.

"Apa kau khawatir?" tanya Venn.

"Bu-bukan, aku menyuruh nya tetap dirumah dan... Mengurus rumah ku dan sebagainya..." jawab Jean.

"Hm...." kata Venn dengan kebingungan.

"Aku ingin bersiap-siap mengambil senjataku" kata Jean meninggalkan teman-temannya.

"Hey, apakah sikapnya tidak aneh?" tanya Albern.

"Dia tidak aneh, tapi sangat aneh" kata Venn.

"Dasar Jean..." kata Ruse sambil menggelengkan kepalanya.

"Bagaimana jika setelah latihan, kita mengajak Jean untuk minum?" kata Albern.

"Dia tentu akan menolak" jawab Ruse.

"Tidak, kita akan memaksanya, kemudian saat dia mabuk kita akan mengantarkannya pulang" kata Albern.

"Jadi maksud rencana mu adalah..." kata Venn.

"Tentu saja kalian tau maksud nya kan?" kata Albern tersenyum licik.

"Ah! Aku paham! Baiklah aku setuju dengan mu!" kata Ruse sambil tertawa.

"Selalu saja ada rencana aneh, tapi kali ini aku ikut dengan kalian" kata Venn sambil menggelengkan kepalanya.

"Apa yg kalian bicarakan tanpa ku? Latihan akan dimulai 5 menit lagi" kata Jean sambil berlari ke arah mereka.

"Tidak ada apa-apa" kata Ruse.

"Cepat, atau Jean akan curiga" kata Albern.

.
.
.

Forbidden Love [PRIVATE] HiatusTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang