04; Nightmare

353 160 258
                                    

Sorot matanya tertuju pada gedung berwarna putih yang berdiri kokoh.

Gadis berambut blonde sedagu itu terus menggerutu dalam hati, ia tak seharusnya
berada ditempat ini, jika bukan karna ide gila sang kakak, Yuri tidak akan sudi menginjakan kakinya disini.

Ya, setelah Yuri memberi tahu kebenaran tentang penyakit yang diderita Gieun, mereka berdua sepakat-- ani, hanya Gieun yang sepakat, Yuri menurut hanya karna terpaksa oleh keadaan.

Yuri akan mengaku dirinya sebagai Gieun dan  menanda tangani kontak kerja Gieun dengan Bighit. Mulai sekarang dirinya harus membiasa-kan diri dipanggil dengan nama, Gieun.

Yuri pov

Dengan malas aku mendorong pintu kaca transparan itu. Didalam sini udaranya hangat, beda dengan diluar. Itu karna ada penghangat ruangan disini, yang aku yakin mereka beli ditempat barang rongsokan, haha.

Ini adalah the bad nightmare of my life, Aku, Park Yuri, akan bekerja dengan boygrub yang sangat aku benci. Jika bukan karna keadaan yang mendesak, aku tidak mau bekerja dengan mereka, Cih!

Asal kalian tahu, aku ini adalah ketua club antis BTS terbesar se-Gangnam dan terbesar ketiga
se-Seoul. Apa kata anggotaku jika mereka tahu ketuanya bekerja pada boygrup yang mereka benci selama ini.

Kedatanganku disambut baik oleh wanita cantik berambut hitam diikat kuda yang berdiri dibagian resepsionis, jika dia tahu aku adalah Yumji, nama samaranku saat menjadi antis BTS, mungkin dia akan berteriak memanggil satpam bertubuh kekar yang berada didepan pintu tadi, haha.

"Annyeonghaseo!" Sapanya ramah, sambil sedikit membungkuk kepadaku.

"Ne, annyeong," Jawabku dengan senyum yang terukir diwajah. Percayalah ini hanya fake smile, bukan fake love, Itu judul lagu BTS.

"Ada yang bisa saya bantu, nona?"

Ya, tolong bubarkan BTS, aku enek melihat gaya mereka yang sok terkenal itu.

"Aku datang untuk menanda tangani kontak kerja."

Wanita itu diam berpikir sejenak lalu mulutnya terangkat, "Gieun eonnie, itu kau?"

Tutup mulutmu, Umurku baru 20 tahun, jangan panggil aku Eonnie!

Aku mengganguk, bagaimanapun aku harus berakting sekarang. God, i hate my life!

"Ikuti aku," wanita itu berjalan didepanku dan aku pun mengekorinya.

Langkah wanita yang bernama Oirin itu terhenti tepat didepan lift. Bagaimana aku bisa tahu namanya? Jelas karna name tag yang ia pakai.

Aku pun ikut berhenti dan menunggu sampai pintu lift terbuka.

Tak lama pintu lift pun terbuka, Wanita itu mempersilahkan orang yang berada didalam
lift itu untuk keluar terlebih dahulu baru kami berdua masuk kedalam lift.

Ia menekan tombol angka 3, lalu lift pun bergerak naik. Sambil menunggu pintu lift terbuka aku hanya diam menunduk sambil memperhatikan ujung sepatuku.

Ting..

Suara khas pintu lift yang terbuka terdengar ditelinga, kami berdua pun segera keluar dari lift, Wanita yang kira kira berumur 23 tahun itu membawaku entah kemana.

Inopinatums | JungkookTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang