Setelah selesai mandi, jessy lantas keluar dari kamar mandi untuk memakai baju santai namun dia langsung dikagetkan oleh kehadiran seseorang yang duduk manis diatas sofa kamar jessy dan menatapnya dengan secara interns.
"AAAAA!! WOY NGAPIN LO DISINI HAH?" teriak jessy sembari merapatkan handuknya ditubuhnya. "Lo juga sil, ngapain bawa nih curut kemari?! Gue bilang kan lo aja, gak usah bawa sandra apa lagi nih bocah" lanjutnya
Jessy merasa kesal karena dikamarnya bukan hanya kedatangan prisila namun ada fero juga disana.
"Yee lo jangan marah dong jes. Gue juga gak tau, orang tiba tiba dia juga udah ada dikamar lo sebelum gue disini" jelas prisila yang tak terima dirinya disalahkan.
"Lo ngapain disini?" Tanya jessy pada fero yang sedari tadi hanya diam duduk disofa kamar jessy dengan santainya
"Gue gabut jes dirumah, ya udah gue main ke elo. Si ozan gada dirumah. Dan tadi pas gue kesini, momy nyuruh gue langsung kekamar lo aja, ya udah gue kesini" fero menjelaskan yang sebenarnya pada jessy
"Hhmmhuff..." jessy menarik nafas dalam dan menghembuskan nafasnya pelan. "Ck! Gue minta tolong sama lo fer, bukannya apa apa tapi gue mahon sama lo buat keluar sebentar dari kamar gue, ada yg harus gue omongin ama prisila." Lanjut jessy sembari memohon pada fero
"Ya udah oke" jawab fero dan langsung bangkit dari duduknya seraya berjalan menuju pintu kamar jessy
"Fer" lirih jessy
Fero yang mendengar jessy memanggilnya lantas membalikan tubuhnya kearah jessy
"Kenapa?" Tanya fero
"Sorry gue gak bermaksud ngus--"
"Gak papa gue faham." Ujar fero datar dan langsung melenggang keluar dari kamar jessy
Jessy yang melihat fero keluar ia merasa bersalah pada fero. Dan jessy bisa menangkap ada kekesalan dimata fero. Lantas jessy memejamkan matanya untuk mengontrol dirinya.
"Sil gue ganti baju dulu ya" ucap jessy pada prisila yang sedari tadi hanya diam memperhatikan fero dan jessy berbicara
"Ah iya jes selo ae" jawabnya
Beberapa menit jessy sudah selesai dan dia menuju kasur king size nya untuk duduk disamping prisila yang sedari tadi duduk dikasurnya.
"Sil gue nyuruh lo kesinu tanpa sandra karena gue butuh penjelasan lebih. Gue hanya mau tau siapa sandra? Dan ada hubungan apa sama lo? Ya gitu lah pokoknya" ujar jessy pada prisila
"Ohh itu. Kirain apa, lo mah suka aneh dah" ucapnya sembari mengubah posisi duduknya berhadapan dengan jessy.
"Jadi gini jes.." lantas prisila menjelaskan dari awal sampai akhir.
Kalu sebenarnya itu prisila memiliki sahabat sebelum jessy dan dia mengenal sandra dari SMP kelas 8. Dia pun sempat menceritakan penyakit sandra, kenapa dia sampai tidak berangkat sekolah? Dan dia dirawat diumah sakit. Di juga sempat menceritakan kalau sandra ingin menjadi sahabat jessy juga. Semuanya dia ceritakan. Taka ada yang terlewat hal sedkitpun.
"Ya gitulah pokoknya jes. Nih ya, waktu pas gue ceritain lo ke sandra. Dia malah jawab gini 'Duhh jadi gak sabar deh pengen ketemu sama dia, semoga dia juga nerima gue jadi sahabat barunya kek lo' gitu jes, intinya dia itu seneng banget deh kayaknya kalo semisal nambah sahabat lagi" prisila menjelaskan semua yang sandra tanggapi tentang jessy tadi pagi.
"Mmm gue juga kayaknya ngerasa kalo sandra itu baik"
"Banget malah. Sama kek lo baik"
"Makasih loh. Lo Jujur amat dah" balas sandra dengan kekehannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My GirlFriend Is Beautiful
Teen FictionJessy Alexander. Gadis cuek bebek jika bicara. Ya tergantung suasana juga. "Apa?! Lo lebih mentingin mobil lo ketimbang nyawa seseorang yang hampir lo tabrak?! Lo gila?!" Teriak jessy pada pri didepannya. "Ya iya lah, lagian nih ya lo kan gak papa...
