Chapter 9

20 6 0
                                        

Fero melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Setelah mengantarkan jessy ke rumahnya, karena mereka sudah selesai membolos, fero langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya.

Sesampainya didepan rumah untuk memasukan mobilnya kedalam pelataran, tiba-tiba fero dikejutkan oleh kedatangan seseorang.

Seseorang yang berpengaruh dalam hidupnya, namun itu dulu. Sekarang fero berusaha untuk menghapus memori tentangnya

"Hai" sapa gadis itu yang sudah menghampiri mobil fero

Fero masih tak bergeming didalam mobilnya, ia masih dibuat terkejut. Apakah ini mimpi? Ah jika benar ini mimpi, tolong bangunkan fero secepat mungkin agar dia bisa menghindar dari gadis didepannya ini

Lantas fero turun dari mobilnya untuk sekedar menghargai apa yg dilakukan gadis itu.

"Hai, lo disini sejak kapan?" Fero bertanya untuk mencairkan suasana agar tidak begitu awkward.

"Mmm aku disini barusan kok" lantas gadis itu tersenyum manis ke arah fero. Senyum ini yang mampu membuat fero luluh dalam seketika, namun itu dulu entah jika sekarang.

"Oh, ya udah masuk aja dulu, kita ngobrol didalem aja. Gak enak kalo disini banyak yg liatin" ujar fero
lantas pria itu masuk kedalam mobil dan melajukannya untuk diparkirkan digarasi rumahnya. Satpam pun bersahabat, ia langsung membukakan gerbang rumah fero yg menjulang tinggi.

Gadis tadi? Dia langsung memasuki pelataran rumah fero untuk mengampiri pria yg ia rindukan.

"Fer, kok rumah kamu sepi yaa? Mamah sama papah lo Pada kemana?" Gadis itu bertanya kepada fero yg sudah keluar dari mobipnya dan mereka berjalan beriringan untuk memasuki rumah fero

"Mereka kerja" jawabnya singkat

"Ohh" balas gadis itu.

Dan untuk kesekian kali suasana hening kembali, ketika mereka sudah memasuki sebuah rumah yg bisa dibilang istanah.

Gadis itu lantas langsung duduk disofa ruang tamu rumah fero, dan fero? Dia menuju lantai dua untuk sekedar mengganti baju seragamnya dengan baju santai.

Setelah beberapa menit yang lalu akhirnya fero selesai mengganti baju dan bersiap untuk kelantai bawah untuk menghampiri gadis itu

"Sorry nes gue lama" ujar fero ketika sudah duduk disofa yang terpisah didepan gadis itu

"Oh iya gak papa kok" jawab gadis itu

"Lo mau minum apa? Gue ambilin dulu ya" ketika fero ingin beranjak untuk mengambil suguhan tiba-tiba  terhenti oleh suara seseorang

"Eh gak usah fer, aku gak lama kok" ucap gadis itu

"Oke, mmm lo ke indonesia sejak kapan?" Pertanyaan fero sukses membuat gadis didepannya tersenyum

"Gue baru dareng hari ini, dan sebelum ke rumah, gue kesini buat ketemu kamu fero" jawabnya "dan masa kamu gak liat ini" lanjutnya seraya menynjukan sebuah koper berukuran sedang

"Oh astaga comeon fero! Lo gak sadar itu? Ya ampun" batin fero

"Oh hehe sorry gue gak liat" jawab fero kikuk

"Ternyata kamu masih sama ya kaya dulu" gadis itu berbicara seakan dia menunjukan kata rindunya kepada fero

"Dulu? Dan sekarang beda lagi agnes. Beda! Dan lo? Masih aja gunain kata Aku-Kamu. Cihh!" Batin fero

"Nes" panggil fero

Dan gadis didepannya yang bernama Agnes ini lantas menatap fero petanda ia bertanya ada apa?

My GirlFriend Is BeautifulTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang