pagi pagi prisila sudah berangkat kesekolahnya dan sekarang dia sudah berada didalam kelasnya, entah dia ingin apa pagi pagi gini sudah berangkat. Mungkin dia ingin jadi anak rajin? Maybe.
"Duh mana sih orangnya? Lama bener dah. Gue kan udah berangkat dari tadi, katanya janjinya hari ini dia mau berangkat, dan pagi malah" gerutu prisila, dia sedari tadi tak sabar menunggu seseorang yang sudah lama ia rindukan.
Prisila merasa lelah jika dia terus menerus seperti ini. "Duh lama! Mana mata gue masih ngantuk lagi huff, kalo gitu gua merem dulu lah. Lama juga tuh orang" gerutunya entah udah keberapa kali.
Ketika prisila sedang tenang menelungkupkan wajahnya dimeja karena rasa kantuk mulai menguasainya, tiba tiba ada seseorang yang mengguncangkan bahunya pelan namun agak sedikit terasa oleh prisila. Lantas prisila mengangkat wajahnya dan dia mengucak matanya karena masih sedikit ngantuk. Seketika dia tersentak melihat seseorang didepannya ini, seseorang itu tersenyum penuh kejutan ke arah prisil.
Prisila mengucak matanya, kali ini untuk memastikan apakah orang dihadapannya adalah orang yang ia rindukan? Dan benar saja prisila bener bener dilanda kebahagiaan..
"AAAAAA SANDRAAAA" lantas prisila langsung menubruk tubuh seseorang itu yang bernama Sandra, dia berteriak histeris saking senengnya.
"Aduh duh sila, gue engap nih. Gue tau lo kangen ama gue tapi gak usah lebay juga kali sil" ucap sandra sambil mengurai pelukan prisila
"Hiks.. gue kangen banget sama lo san, lo kenapa sih malah gk ada kabar selama lo dirumah sakit? Kenapa? Apa mentang mentang rumah sakitnya diSingapura jadi lo males ngabarin gue yang jauh diindonesia?" Cerocos prisila sambil mengusap air matanya yang sedikit keluar, saking terharunya dia, lagi pula wajar prisila sangat terharu karena bertemu sahabatnya itu, mereka sudah 1 bulan tak bertemu apalagi bersama karena sandra yang mendadak waktu itu mengalami sedikit gejala pada lambungnya jadi dia harus dirawat dirumah sakit ternama disingapura.
"Dih nangis, udah ah jangan nangis nanti gue ngikut lagi. Lagian gak malu apa? Noh liatin, udah banyak yang berangkat malu sila" ujar sandra pada prisila
"Hmm ya lagian gue kan kangen banget san ama lo, ya biarin aja mereka liatain toh gue juga udah tau kalo mereka itu ngefans sama gue" ucap prisila sedikit lantang dan terdengar oleh beberapa siswa yang sudah datang dikelas
"PeDe banget lo sil"
"Alah amit amit dah gue ngefans sama lo!"
"Ya wajar lah kita ngliatin. Kaleng rombeng nangis ya makin budek kuping kita"
"Iya nih pede akut dasar"
Dan begitulah protes teman kelasnya namun prisila tak menanggapinya dengan hati.
"Yee pake malu lagi, buat jujur aja apa susahnya sih kalian itu?" cerocos prisila yang hanya dibalas oleh tatapan tajam dari temannya yang tadi pada memprotesinya
"Udah ah, lo mau berdiri aja? Ayo duduk ngapa sil" ajak sandra kebangkunya dan sila..
"Eh san.. mmm anu, gue mau ngejelasin sesuatu ama lo tentang selama ini lo gk berangkat" ujar prisila
"Mau bicara apaan sil? Ya udah sini duduk" ucap sandra
Lantas prisila duduk dan dia menjelaskan dari pertama dia bertemu anak baru yang bernama jessy dan dia sekelas sama anak baru itu, sampai sila berteman dengannya dan jessy duduk dibangku samping sila yang kosong yang sebenarnya bangku sandra, dan tak ada hal yang ketinggalan untuk dijelaskan ke sandra tentang dirinya dan jessy termasuk persahabatannya yang baru beberapa ini.
Sandra yang mendengarkan celotehan prisila lantas mengerutkan keningnya
"Jadi hubungannya sama gue apa?" Tanya sandra
KAMU SEDANG MEMBACA
My GirlFriend Is Beautiful
Teen FictionJessy Alexander. Gadis cuek bebek jika bicara. Ya tergantung suasana juga. "Apa?! Lo lebih mentingin mobil lo ketimbang nyawa seseorang yang hampir lo tabrak?! Lo gila?!" Teriak jessy pada pri didepannya. "Ya iya lah, lagian nih ya lo kan gak papa...
