V

270 87 34
                                        

Irisa menyetir mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi. Ia sungguh khawatir dengan sahabatnya, Jasmine. Apalagi tadi Jasmine menangis.

"Gue bakal abisin lo, Dave kalo sampe lo nyakitin Jasmine lagi walau seujung kuku" geram Irisa.

Mobil Irisa harus terhenti karena ada kereta yang akan lewat. Ia mengumpat pelan. Ia sungguh kalut. Bisakah Jasmine bertahan sebentar?

Sembari menunggu kereta yang lewat, telepon Irisa berdering. Irisa memasang headsetnya dan melihat siapa yang meneleponnya. Namun, hanya nomor asing yang tertera.

"Siapa nih? Jangan - jangan Dave?". Irisa segera mengangkat telepon masuk tersebut.

"DAVE SIALAN! LO APAIN JASMINE HAH? BAJINGAN SIALAN! AWAS AJA SAMPE JASMINE KENAPA - KENAPA! LO MATI DI TANGAN GUE!!"

"Irisa?". Suara itu bukan suara Dave. Irisa terdiam sebentar. Ia tak tahu siapa yang meneleponnya.

"Maaf, siapa?"

"Saya Karrell Alvaro"

Mampus mampus. Ngapain sih nih om - om nelpon gue? - batin Irisa

"Maaf pak, saya lagi menyetir. Ada urusan penting. Sepulang ini saya akan mengurus surat pengunduran diri saya" sahut Irisa dengan tegas.

"Bukan itu. Kamu sekarang dimana?"

Irisa tambah bingung. Kenapa Pak Karrell harus menanyakan posisinya?

"Pak maaf nanti saya hubungi lagi"

Irisa mematikan teleponnya seiring dia sampai di apartemen Dave.

Irisa mematikan teleponnya seiring dia sampai di apartemen Dave

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kenapa, Rell?"

Karrell terdiam. Berarti benar, mendengar respon awal Irisa membuatnya semakin yakin bahwa Jasmine dalam bahaya.

"Fer, lo inget lagi gak selain nyebut nama Jasmine si Irisa nyebut apalagi"

"Alamat" jawab Ferdy bingung.

"Apa?"

Ferdy mengingat - ingat ucapan Irisa. "Apartemen Graha Buana 2B deh kayaknya"

Rian terkejut. "Lah itu apartemen gue! 2B itu dua kamar setelah kamar gue. Irisa ngapain kesana?"

Karrell menatap Rian tajam. "Siapa yang tinggal disana?"

"Dave, si pengusaha yang gue pernah ceritain dulu"

Setelah mendengar jawaban Rian, ia segera mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan ketiga temannya yang masih bingung dengan tingkah Karrell.

"Kenapa sih tuh anak?" tanya Ferdy penasaran

Rian mengangkat bahunya, "Nggak tau. Ada hubungannya sama Jasmine masa?"

Tiba - tiba suara nyaring Daffa terdengar, "LAH ANJIR GUE PAHAM SEKARANG. ADUH GUE GOBLOK BANGET ADUH DAFFAAAA, SIALAN!"

MELLIFLUOUS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang