5

3.5K 315 89
                                        

Jongin mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Restoran, mencari meja no. 16 tempat dimana wanita yang akan di jodohkan dengannya tengah menunggu. Jongin tidak sabar ingin menemukannya dan cepat-cepat pulang. Lalu dia bisa pergi kerumah Irene dan menebus kesalahannya karena telah berbohong dengan mengatakan kalau dia memiliki tugas yang harus dia kerjakan. Padahal sebenarnya dia hanya harus bertemu dengan seorang wanita pilihan ayahnya.

Tak lama bagi Jongin untuk menemukan meja yang dimaksud. Disana sudah duduk seorang gadis yang terlihat begitu mencolok karena dandanannya yang luar biasa seksi. Dia mengenakan short dress merah ketat berkerlap-kerlip yang menempel dibadannya sehingga menunjukkan lekuk tubuhnya dengan sempurna, belum lagi kulit putih mulusnya yang terekspos indah dengan rambut yang tergerai panjang sepunggung ditambah juga warna lipstik merah cerah dibibirnya yang penuh. Juga ada sebuah mantel bulu mahal tersampir di kursinya.

Jongin mendengus, dia terlihat seperti member girlband yang akan tampil di sebuah acara musik ahir tahun. Sudah lebih dari 4 gadis yang ayahnya pilih untuknya dan mereka semua sudah cukup vulgar bagi Jongin dengan make up tebal juga penampilan yang berlebihan, tapi ternyata mereka tidak ada apa-apanya dibanding yang satu ini. Dia memang sudah dengar dari ayahnya jika gadis ini baru pulang dari sekolahnya di Jerman, tapi dia tidak mengira penampilannya akan separah ini.

Memang Jongin pernah menyukai gadis semacam itu sebelumnya, tapi itu dulu jauh sebelum hatinya berlabuh pada gadis sederhana bernama Irene. Lagipula menurut pengalamannya gadis seperti ini sangatlah merepotkan. Dia akan banyak menuntut darimu dan selalu ingin di perlakukan layaknya seorang ratu.

Dia jadi agak ragu untuk menghampirinya. Pasalnya ada banyak mata tertuju pada gadis itu.

Saat Jongin mengedarkan pandangannya melihat orang-orang yang sedang memperhatikan gadis itu, saat itulah matanya terhenti pada satu titik, tepatnya pada satu orang yang duduk di meja paling pojok. Jika tidak salah lihat, ada Kyungsoo disana sedang termangu memandang keluar jendela.

Sedang apa dia disini??

Jadi bukan hanya harus bertemu dengan wanita pilihan ayahnya yang super vulgar, dia juga harus bertemu dengan manusia yang paling merepotkan di dunia? Great. Apa Korea sesempit ini sehingga aku harus bertemu dengan orang yang sama sebanyak tiga kali kurang dari 24 jam? (Di apart Jongin, di cafe Junmyeon, dan sekarang disini)

Jongin memutar bola matanya. Cepat-cepat dia menghampiri meja gadis itu sebelum Kyungsoo sempat melihatnya. Akan sangat merepotkan jika itu terjadi. Dia masih belum bisa mengontrol emosinya jika ada didekat anak itu.

"Selamat malam.. Park.. Sooyoung-ssi?"

Gadis itu mendongak dan tersenyum lebar pada Jongin, senyumnya menyilaukan.

"Kim Jongin-ssi?" Dia berdiri dan menjabat tangan Jongin. Jongin tersenyum tipis sebelum kemudian duduk dihadapan gadis itu secara bersamaan.

"Sudah lama menunggu?"

"Tidak juga. Hanya 5 menit"

"Maaf, tadi saya terjebak macet"
Harusnya Jongin tidak usah seramah ini, harusnya dia bersikap angkuh seperti saat dia bertemu dengan para gadis sebelumnya. Dengan begitu dia bisa pulang lebih cepat. Tapi apadaya ayahnya sudah mengancam akan mengambil semua fasilitasnya jika itu terjadi lagi.

"Dan ingat, jangan membuatku malu lagi, atau kalau tidak kau akan kehilangan semuanya"

Jadi setidaknya dia harus membuat gadis ini bosan kepadanya. Dengan begitu ayahnya tidak bisa menyalahkannya jika dia tidak mau dijodohkan. Atau minimal dia harus membuat gadis ini mau diajak bersandiwara olehnya.

"Kau ternyata lebih tampan daripada di foto" gadis itu memulai seraya memainkan jemarinya di sisi-sisi layar handphone nya yang tergeletak diatas meja. Mungkin itu suatu gerakan yang harusnya menggoda, tapi tidak untuk Jongin.

Run to you (KAISOO)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang