3

5K 317 27
                                        

Jongin terbangun dengan sebuah ingatan yang memuakkan menghampiri otaknya. Dia harap semalam dia mabuk berat, setidaknya rasa sakit kepala yang menyengat yang disebabkan oleh alkohol akan terasa lebih baik daripada ingatan tentang sahabatnya yang tengah menghisap penisnya semalam.

"aaaargh!"

Jongin menggeram sambil memukul-mukul tempat tidurnya, berharap ingatan-ingatan menjijikan itu hilang dari pikirannya, saat itulah dia sadar kalau tempat tidur disampingnya kosong. Itu brarti Kyungsoo sudah pergi.
Syukurlah, dia tidak yakin bisa menahan diri untuk tidak meninju wajah bulat sahabatnya itu jika dia melihatnya pagi ini.

Setelah meradang selama beberapa menit dan menyesali dengan segenap rasa akan perbuatannya semalam, Jongin memutuskan untuk sedikit menjernihkan pikirannya dengan bershower. Dan ya, shower membuatnya sedikit lebih baik kecuali kenyataan bahwa dia sangat lapar sekarang, waktu sudah menunjukan pukul 11 siang, pantas saja.

Jongin pergi ke dapur untuk menemukan apapun yang bisa dia makan. Dan secara ajaib dia menemukan sepiring Omurice dengan sebuah sticky note diatas meja makannya. Saat mendekat, Jongin bisa melihat ada saus tomat yang dibentuk menyerupai emoticon smile diatasnya. Diambilnya sticky note yang menempel di meja itu dan membaca tulisan yang tertulis disana:

'Terimakasih untuk semalam..
Dan

Selamat makan :)
-Sahabatmu tersayang, Do Kyungsoo'

Jongin mendengus keras-keras. Jika bukan karena dia sedang sangat lapar sekarang, dia mungkin sudah merobek sticky note itu dan membanting makanannya ke lantai. Tapi karena perutnya sudah menggeram sedari tadi, dia memilih untuk menyingkirkan ego nya dan melahap Omurice itu dengan perasaan jengkel bukan main. Dia benci mengakuinya, tapi Jongin lebih dari sadar bahwa makanan itu terasa lezat. Jika bukan karena sedang merasa kesal, bisa di simpulkan ini adalah makanan terenak yang dia makan selama sepekan ini.

Tepat setelah ia menyelesaikan sarapannya, pintu apartemennya terbuka menampakkan sosok gadis cantik yang mana adalah Irene, kekasihnya sendiri. Irene memang mengetahui passcode rumah Jongin.

Jongin terkejut, tentu. Tapi itu tidak membuatnya lupa akan sticky note yang tergeletak di atas meja, dengan cepat Jongin merobek benda itu sebelum ia masukkan kedalam saku celananya.

"Hai Bae.." Ia berdiri dan menyambut tubuh kecil Irene kedalam pelukannya. "Kenapa tidak telepon dulu, aku kan bisa jemput" Namun bukannya mendapat jawaban, tubuhnya malah di dorong pelan oleh gadis itu menampakkan wajah cantiknya yang sedang cemberut. Jongin menautkan alis bingung sebelum kemudian sebuah ingatan melintas dipikirannya. "Ah.. kau masih marah?"

Ia ingat kemarin mereka sempat bertengkar di telepon karena Jongin lupa untuk menemaninya membeli buku. Kemarin dia terlalu sibuk mengurusi tugas-tugas kuliahnya dan omelan ayahnya juga, itu membuatnya terpaksa mematikan ponsel selama seharian penuh, dia tidak ada waktu untuk mengingat bahwa saat itu dirinya punya janji dengan kekasihnya. Jongin bahkan tidak sempat meminta maaf saat Irene ahirnya berhasil menghubunginya dan marah-marah di telepon, dia terlalu lelah.

'Kau lelah menghadapi kekasihmu tapi kau masih punya waktu untuk mengajari sahabatmu cara melakukan blowjob?'

Sebuah suara hina muncul entah darimana memukul telak pada indera perasanya.

Irene menyilangkan tangannya di dada, memasang wajah seolah dia tengah kesal, "ya. Aku masih marah padamu. Bagaimana bisa kau mematikan ponselmu sampai sekarang?"

Jongin baru ingat kalau sejak semalam dia memang tidak menyentuh ponselnya sama sekali. Itu karena dia sudah sangat pusing dengan Ayahnya yang terus menerus menghubunginya, dan selanjutnya, kalianpun tahu apa yang terjadi.

Run to you (KAISOO)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang