Lima

60 4 0
                                    

"Jadi berita yang gue denger dari ibu lo itu beneran za?" tanya Dave

"Hm, ga mungkin lah gue stuck disini terus" jelas Geza

"Lalu?"

"Apa nya yang lalu sih dave?" kesal Geza. Dave terlalu menyingkat kata kata dan itu membuat orang lain pusing.

"Alisha?" tanya Dave

"Yaudah" pasrah Geza

"Ko yaudah?" tanya Dave

"Lo mau nya gue jawab apaan?" Kata Geza lalu bangkit untuk pulang

Waktu memang terlalu cepat untuk berlari, tak dikejar namun pergi dengan sendiri. Yang lalu jadikanlah sebuah ambisi, Yang terpenting masa depan. Entah bagaimana pun cara nya.

Hitungan hari belum berlalu, dimana hari ini adalah hari terakhir Geza dan angkatan nya melangsungkan Ujian Nasional tingkat SMA. Geza cukup pintar, dan ia tidak menyombongkan itu. Pengawas cantik dari sekolah lain dengan body sepadan anak SMA sedang tersenyum di tempatnya sebelum tes dimulai. Geza tersenyum.

"Ibu guru teteh" teriak Geza

"Lu mau ngapain bego" kata Wahyu sambil memelototi Geza

"Ya?" balas Pengawas yang Geza maksud

"Ibu cantik, saya suka" kata Geza asal

'Huuuuuu'

Sorakan riuh terdengar di kelas yang Geza tempati. Pengawas itu hanya tersenyum menanggapi nya. Itu hal biasa

"Ibu juga manis"

'Huuuuuuu'

Lagi lagi sorakan

"Kalau senyum imut" kata Geza malu malu

'Huuuuuuuu'

Lagi lagi dan lagi

"Saya Geza bu, anak sultan yang digandrungi cecan cecan di SMA ini" ucap Geza

'Huuuuuuu'

'Ngasal'
'Sultan pala lu kendor'
'Hampir gua sedot ususnya'
'Belum kena azab emg'

Umpatan teman teman Geza mendapat cengiran khas dari Geza.

"Ibu udah punya pa..

"Saya udah punya suami" ucap pengawas itu cepat dan tersenyum.

'Mampos!'
'Nikmat nikmat'
'Telen tu istri orang'
'Azab yang maha kuasa memang indah'

Geza diam, meneguk saliva nya dengan kasar dan bertampang pura pura tidak tahu apa apa.

Pengawas itu hanya terseyum dan mulai mengabsen murid di ruangan nya.

•••

"Sha lo ga ada niatan ketemu sama Geza gitu?" tanya Icha

"Buat?" heran Alisha

"Farewell party?" 

Alisha diam sejenak. Lalu menatap Icha dengan tatapan herannya.

"Geza pergi?" tanya Alisha

"Hm"

"Lanjut kuliah?" tanya Alisha

"Iya"

"Di?" tanya Alisha lagi

"USA"

"Demi apa!" lantang Alisha

Icha hanya menatap Alisha dan meyakinkan bahwa Geza memang akan pergi setelah Ujian Nasional selesai. Icha mendapat kabar dari Dave, selaku sepupunya bahwa Geza akan pergi melanjutkan kuliah di jurusan Arsitektur. Itu memang cita cita Geza menjadi Arsitek profesional dan dikenal warga dunia. Termasuk warga USA.

EX!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang