A Trip
Chapter 5
Srekkk
Bang Sihyuk, pria berumur 45 tahun itu meremas kuat sebuah kertas dihadapannya dengan gigi menggertak kuat juga.
Brak!
Ia mengantam meja kerjanya
Kuat dengan tangan besarnya. Matanya terlihat bergetar karena marah. Ia kemudian menghela napas berat dan mengambil gagang telepon untuk menelepon seseorang.
"Sejin-a, sudah kau temukan pria brengsek itu?" —Bang Sihyuk.
"PD-Nim, agak sulit menemukannya karena identitasnya begitu rahasia."
"Temukan dia segera dan tanyakan dimana semua anak asuhku, memangnya dia tidak punya otak? Dia membuang bintang dunia? Baru saja aku membuatnya menggantikanmu selama beberapa hari dia sudah melakukan hal segila ini?! Apa ini masuk akal?!"
"Aku akan berusaha lebih keras mencari pria itu,"
"Tolong jangan lupa kerahkan semuanya untuk mencari anak-anak. Aku tidak mau mereka kenapa-kenapa."
"Baiklah..."
Tuutt...
Setelah panggilan berakhir, Sihyuk mengurut keningnya pelan. Sungguh, setelah ia mengetahui jika manager baru BTS, anak asuhnya menyiapkan sebuah perjalanan tanpa sepengetahuannya.
Bukan hanya masalah keselamatan, tentu saa ia harus tahu kemana anak-anak itu pergi. Mungkin, jika Sihyuk tau kalau BTS telah ada di tempat yang mengerikan itu, Sihyuk akan berlari mencari manager baru itu, memaksanya memberitahu dimana letak tempat itu dan menghabisinya ditempat. Sayangnya, Sihyuk PD-nim tidak tahu soal itu.
———
Hari semakin sore, mereka sudah membuat naungan yang jauh lebih sederhana dari sebelumnya. Suara air terjun membuat mereka tidak bisa mendeteksi suara dari makhluk-makhluk itu. Namun, syukurlah seharian ini mereka tidak bertemu satupun dari makhluk itu.
Terlihat Namjoon sibuk merenung di tepi sungai, Seokjin yang sibuk mengurus Jungkook yang belum bangun. Sedangkan yang lainnya mengelilingi api dengan perbincangan yang biasa saja.
"Namjoon Hyung terlihat diam sejak tadi, wae?" tanya Taehyung. Yoongi menatap Namjoon sekilas dan kemudian bersikap tak peduli.
"Ada apa lagi dengan hyung ini?" gumam Taehyung menatap Yoongi heran.
"Dia kesal pada Namjoon Hyung." Bisik Jimin pelan.
Tanda itu ... Apa maksudnya? Kenapa itu ada di dalam tas milik kami?
Namjoon terus memikirkan soal tanda yang ia temukan beberapa jam yang lalu.
"Aku benci harus mengatakan ini, tapi sepertinya kita akan mati disini." Ujar Yoongi tiba-tiba.
Sontak Jimin langsung menatap Yoongi tajam. "Kenapa kau bicara seperti itu, Hyung?" tanyanya tak terima.
"Lihat saja! Kemana kau bisa pergi? Dimana-mana ada makhluk sialan itu, kita tidak tahu spesifikasi tempat ini, tidak ada jaringan, mampus saja!"
"Yoongi Hyung benar, tapi ... aku yakin kita bisa keluar dari sini." Sahut Hoseok.
"Terus saja berharap dengan sia-sia" ucap Yoongi tak peduli dan berlalu.
"Hyung! Mau kemana kau?! Bahaya jika kau pergi sendirian" —Taehyung. Yoongi mengabaikannya dan menghilang dibalik semak-semak.
"Aku akan menyusulnya." Ucap Hoseok dan pergi. Jimin menghampiri Seokjin yang duduk di samping Jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
[BANGTAN TERROR]
HororKumpulan Cerita Horor Oneshoot/Chapter BTS. [Brothership-Bromance Thanks for support #41 [Horor/8-7-2018] #72 [Thriller/8-7-2018]
![[BANGTAN TERROR]](https://img.wattpad.com/cover/94752452-64-k971909.jpg)