Chap 34

772 85 2
                                        

Buat para readers dimohon baca sampai habis ya,jangan lupa baca juga nbnya juga

●•●•●•●

Pria tegap nan tinggi itu menapakkan kakinya di taman dekat apartemennya hanya untuk sekedar menikmati udara segar sore itu

Sudah lama ia tidak menikmati udara sore negara ini

Ia memejamkan matanya dan membiarkan semilir angin menerpa wajah dan rambutnya

"Ka linlin?"

Pria itu langsung membuka matanya ketika mendengar suara anak kecil yang menyebutkan namanya

"Hoho?Kok kamu ada disini?" tanya pria itu

"Seharusnya hoho yang nanya gitu,ka linlin ngapain ada disini?"

"Kaka ada urusan penting disini ho,kamu harus janji dulu sama kaka kamu ga bakal ngomong ke mama sama papa kalo kaka ada disini" pinta guanlin sambil menyodorkan jari kelingkingnya

"Iya hoho janji ga bakal ngomong ke mama sama papa" ujar seonho

"Hoho main dulu ya ka" ujarnya langsung meninggalkan guanlin

Guanlin bernafas lega ketika adiknya itu bisa menuruti permintaannya

Ia berusaha untuk melupakan tentang masalahnya sejenak

Tapi bayangan jihoon selalu menghantui otaknya

Entah dengan cara bagaimana lagi ia bisa menghilangkan gadis itu dari pikirannya

Guanlin menarik nafasnya kasar

Ia mengacak acak rambutnya frustasi ketika bayangan jihoon kembali terlintas di otaknya

Ia terus memikirkan keadaan jihoon sekarang

Sedang apa jihoon sekarang?

Atau apakah sekarang jihoon sedang menangis untuknya?

Kepalanya teras begitu berat,hati dan egonya terus bertempur

Entah siapa yang akan menguasai guanlin nanti,hatinya atau egonya?

Hatinya terus menyuruhnya kembali kepada jihoon dan terus mengatakan bahwa ini bukan kesalahan jihoon

Namun egonya malah mengatakan sebaliknya

Ia mengacak rambutnya frustasi

'Harus aku coba cara apa lagi biar kamu bisa hilang dari ingatan aku hoon?' lirihnya

●•●•●•●

Kring kring kring

Bunyi alarm dari benda pipih itu memekakkan telinga pria jangkung yang tertidur dengan nyenyak itu

Pria itu membuka matanya perlahan berusaha beradaptasi dengan cahaya matahari yang menyinari kamar apartemennya

Jam masih menunjukkan pukul 9.00 pagi

Ia memang berniat bangun terlambat karena tidak bisa tertidur semalam

Ia menatap nanar benda pipih itu

Kini ia harus membiasakan dirinya untuk bangun dengan bantuan alarm

Biasanya jihoon yang selalu membangunkannya

Entah dengan cara menelpon atau mendatangi apartemen guanlin lalu dengan sekuat tenaga berteriak dan mengetuk pintunya agar guanlin terbangun

Dan kini gadis itu tidak akan ada lagi bersamanya

Dont Hate Me || PANWINK GS ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang