Chapter 1

1.9K 68 3
                                    

Dahlia pov

Kringg... Kringg...

Bunyi alarm jam ku yang menunjukkan pukul 5 pagi. Bagi aku bangun pagi udah terbiasa tidak seperti kedua sahabatku

Aku bangun dari posisi tidurku yang bergabti menjadi dusuk di pinggir kasurku. Lalu berdiri dan mengambil baju seragam dan handuk dan menlaksanakan ritual mandiku

10 menit kemudian

"Ah.. Segarnya"gumamku sambil keluar dari kamar mandi dan pergi menuju meja belajarku untuk mengemasi barang yang akan ku bawa

Letak meja belajar dan kamar mandi cukup jauh sebab kamarku yang super besar ini, sampai suara ketukan pintu yang membuatku malas untuk membukannya

"Nona sudah pagi apa anda tidak, ingin kesekolah"ucap pelayang di balik pintu aku hanya mengabaikannya dan menggasi semua barangku untuk sekolah

Setelah itu tak ada lagi ketukan dan berarti aku harus memasang wajah datar ku lagi dan...

Bruk..

Suara pintu didobrak oleh dua gadis yang entah jatuh dari mana sampai merusak pintu kamarku yang ke 1000 kalinya

"Aww... Aww... Ra kalau dobrak tuh pelan dikit napa sakit nih badan orang"ucap gadis bermata biru laut dengan rambut hitam legam panjangnnya

"Iya.. Maaf atuh neng, tak sengaja atuh"ucap gadis bermata hazel dengan dengan rambut coklat tanah meminta maaf pada gadia yang memarahinnya

"Maaf, maaf, sakit atuh,Vira"ucap gadis tersebut

"Kan udah minta maaf, Hica"ucap gadis yang dipanggil Vira itu

"Ya, pokoknya sakit, Ra"ucap gadia yang dipanggil Hica tersebut

Aku udah pusing dengan perdebatan yang unfaedah ini so, dengan tedpaksa aku mengeluarkan aur kan mereka pun ikut sadar

"Eh, Lia sorry"ucap mereka bedua dengan cengiran khas mereka

"Mobil atau motor "ucapku singkat sambil menggulurkan kedua tangan ku kepada kedua gadis itu dan mereka menerima dengan senang hati

"Naik mobilah masak kita naik motor dengan rok gini sih"ucap Vira sambil membersihkan debu yang menempel di roknya

"Kan cuma nanya doang"ucapku keluar dari kamarku

"Lia tunggu!! "Teriak mereka berdua

"Udah jangan berisik, bisa diem enggak sih"ucapku dingin

"Enggak"ucap mereka serempak dengan tampang datar, aku hanya menghelan nafas panjang

Kami berjalan dalam diam sampai keruang makan

"Pagi bun/ayah/paman"ucap kami bertiga serempak tapi dengan senyuman

"Pagi para bidadari bunda"ucap bunda dengan senyum, sedangkan ayahku hanya tersenyum hangat pada kami

"Kalian mau sarapan apa"ucap ayahku yang selesai membaca korannya

"Sama seperti kemari yah"ucapku menggambil salad buah dan lemon tea yang ada di meja, sedang Vira dan Hica beda lagi. Kalau Hica dia makan salad sayur dan teh hangat sedangkan Vira makan pancake dan jus mangga

CRYSTAL ACADEMY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang