Hari telah berlalu..
Kini, baik luna maupun semua siswa siswi kelas X sudah tidak berada di gugus seperti biasanya, melainkan sudah masuk ke kelas nya masing masing, pembagian kelas baru saja diumumkan kemarin dan luna masuk kelas X b, walikelas nya bernama bu Rini, bisa dibilang guru yang paling ditakuti disekolah karena sering men skors murid yang tidak mentaati aturan & tata tertib di sekolah, sekalipun tidak memakai atribut lengkap. Maka akan disuruh hormat sambil menghadap bendera, kurang lebih selama setengah jam. Semua hukuman tergantung dengan apa yang dilanggar oleh murid tersebut."baiklah anak², saya mengucapkan selamat atas diterimanya kalian sebagai murid kelas X di sekolah ini, saga harap kalian dapat mematuhi tata tertib dari sekolah.... " bu Rini belum selesai dengan pidato panjangnya.
'tok tok tok... ' tiba tiba seorang pria mengetuk pintu dan masuk begitu saja dengan membawa satu lembar kertas & bolpoin.
Semua murid mengalihkan pandangannya ke arah pintu
"anak tidak tau sopan, jelas² ada saya disini, memang saya sudah mengizinkan kamu masuk?"
Pria tersebut mengacuhkan pandangannya, berusaha tenang untuk menghadapi bu Rini.
"iya maaf bu, saya kesini disuruh kak daffa untuk menanyakan siapa yang minat buat jadi osis."
"nama kamu siapa, kelas berapa?" bu Rini mengintrogasi pria tersebut didepan murid² lainnya, luna yang melihat kejadian tersebut ketakutan dan mematung ditempat.
"emangnya perlu ya bu? " jawab pria tersebut.
"perlu, jam istirahat nanti saya akan menemui kamu dikelas"
'mampus deh gue..' batin pria itu kemudian ia mulai menjawab pertanyaan bu Rini "nama saya ryo bu, kelas X c"
"oh, tetangga kelas dong, ya sudah segera sampaikan apa yang ingin kamu sampaikan""baik, disini saya selaku calon anggota osis, ingin mewari kalian barangkali berminat untuk berpartisipasi menjadi anggota osis"
Hampir seluruh murid dikelas X b mengacungkan tangan, memberi isyarat bahwa berminat untuk mengikuti seleksi osis.Disisi lain, luna nampak kebingungan, sebenarnya ia ingin saja mengikuti seleksi osis, tetapi yang ditakutinya adalah misalnya dia ketrima menjadi anggota osis, pasti kegiatannya menjadi padat dan mengesampingkan pelajarannya. Akhirnya luna memilih untuk tidak mengikutinya.
"udah tidak ada yang minat lagi?" ryo melontarkan kata tersebut kemudian semua murid menggelengkan kepalanya.
"bagi yang sudah daftar, besuk kumpul di lapangan sore"
"oke kak" jawab murid serentakRyo meninggalkan kelas X b dan berjalan menuju ke kelas kelas lain, sementara itu bu Rini juga meninggalkan kelas karena ada urusan di kantor. Jadi murid disuruh untuk tetap berada di kelas & tidak diperbolehkan membuat keributan sampai bel istirahat berbunyi.
"lun, lo kok ga minat ikut seleksi osis sih" tanya Jennie, teman sebangku luna saat ini.
"ya gak mau aja"
"kan enak, siapa tau nanti lo ketrima, terus jadi pemes"
"famous kali"
"nah iya itu, sama aja lah pokoknya"
"hmm, makan tuh pemes" luna tertawa geli
"gue serius nih, apalagi ada ryo.."
"lo suka sama ryo?"
"lebih tepatnya kagum sih, dia tuh ganteng banget"
"dih, dilihat dari mananya coba"
"lo sih, gak bisa bedain mana cowok ganteng sama banci" Jennie terkekeh pelan kemudian melanjutkan perkataanya "canda lun, jangan baper"
"gue? Baper sama lo? Lo kira gue lesbi, amit² Ya Allah, gue masih suka cowok kali, upss.. " luna segera menutup mulut dengan kedua tangannya, ia baru saja keceplosan.
"ha?! Kalo boleh tau siapa tuh cowok yang lo suka"
"ya.. Pokoknya ada, rahasia lah"
"serah lo deh, istirahat yok"
Tak terasa mereka bercengkrama, jennie dan luna pergi ke kantin. Mereka memesan bakso bu susi, tak lama kemudian bu susi datang dengan membawakan 2 mangkuk bakso. Jennie segera melahapnya karena tadi pagi dia tidak sarapan. Jennie melihat 3 cowok yang sedang duduk di bangku depan kantin, dan salah satunya terdapat ryo disana.
"lun, liat deh. Itu kan ryo"
"iya gue liat, emang kenapa?"
"yang sama ryo itu siapa ya, kok sama sama gantengnya, jadi bimbang gue"
"hahahahahaha"
"kok lo ketawa sih"
"itu yang ada di rok lo"
Jennie segera menunduk, saus yang dia beri untuk bakso tadi jatuh mengenai roknya, kemudian dia mengelapnya dengan tissu.Seusai makan, mereka berjalan ke arah ryo dan 2 temannya. Luna ingin kembali ke kelasnya, namun langkahnya dihentikan oleh jennie.
"nama lo ryo kan, kenalin gue jennie" jennie nekat mengulurkan tangannya dan berkenalan pada ryo, padahal hatinya sudah dagdigdug tak karuan. Ryo dan dua orang temannya bertatapan sekilas sambil memandangi jennie
"lo kok tau nama gue"
"tau, tadi lo kan masuk ke X b"
"iya, gue lupa, lo juga daftar buat iku seleksi osis kan"
"hehe, iya" jennie tersenyum canggung. "kenalin juga ini temen gue namanya luna."
Luna menginjak injak sepatu jennie, sebenarnya dia tak mau berkenalan dengan ryo, tetapi jennie memaksanya.
"ooh" tidak ada jawaban lagi dari ryo.'benar benar memalukan, masak iya cewek yang ngajak kenalan duluan ke cowok, kok kesannya kayak murahan ya' pikir luna.
"wohoy, situasinya jadi menegang nih, santey santey, ga pengen tau nama gue juga nih? Kenalin, gue putra"
"ceritanya lagi kenal kenalan nih, kenalin nama gue bagas" ucap dua sahabt ryo yang berusaha mencairkan suasana.
"hehe, iya kita lupa gak nanyain kalian juga" pekik jennie.
"ayo balik" ajak luna
"kita balik duluan ya" jennie melambaikan tangannya ke ryo.Sesampainya dikelas.
"lo apa apaan sih, malu maluin tau gak"
"kenapa malu, tak kenal maka tak sayang kan"
"ya tapi responnya ryo ke lo itu biasa aja"
"terus mau lo gimana? Emang ryo orangnya gitu"
"emm, serah deh. Yang penting gue gak mau lagi kalo lo ngajak kenalan cowok"
"sensi amat, ati ati nanti jadi prawan tua loh" goda jennie dengan menaik turunkan sebelah alisnya.
"hah? Hahahahahha amit² deh" luna tiba tiba tertawa saat mendengar kata kata jennie baru saja.
"dasar penggemar 3 serangkai" ucap luna tanpa sengaja melontarkan kata '3 serangkai' yang tiba tiba terlintas dipikirannya
"wkwk, sebutan baru nih buat gerombolan cowok² ganteng"
"ganteng dimata lo, dimata gue beda"
"awas aja kalo nantinya lo suka sama salah satu dari mereka"
"gak mungkin lah" jawab luna meyakinkan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Laluna
Teen FictionPanggil saja Luna. Gadis berparas cantik namun cukup terlihat cuek dimata cowok