Boboiboy © Animonsta
Rate : T
Pairing : HaliTau slight IceTau
Genre : Romance, friendship, fluffy, smoothie, etc.
Warning : OOC, typo, yaoi, boyxboy, no alien, no robot, dll.
Terinspirasi dari lagu yang dinyanyikan oleh Geisha, judulnya Ku Menyerah. Jadi, disarankan ketika membaca fic ini dengan diiringi lagu tersebut.
Fic yaoi pertama Val! Maaf, kalau kurang mengena. Di fic ini hubungan LGBT sudah di legalkan ya~
.
.
.Ku Menyerah
.
.
.
Don't Like Don't Read!
Happy Reading~
.
.
.
Sepanjang perjalanan pulang keempat anak muda itu berbincang-bincang, walaupun dua orang pendiam itu hanya membalas seadanya.Taufan sudah lama melepaskan genggamannya dari kedua orang itu. Kini tangan yang tadi menggenggam tangan yang lebih besar darinya itu sedang memegang es krim yang tadi mereka beli di tengah jalan.
Taufan menjilat es krimnya lalu kemudian melenguh nikmat.
"Ah~" Taufan memejamkan matanya merasakan dingin yang menyerbu tenggorokannya. Perpaduan es krim dan cuaca hari ini benar-benar menakjubkan. Sedangkan Gopal sibuk sendiri dengan keripik kentangnya yang entah ke berapa.
Halilintar dan Ice memperhatikan Taufan. Sesekali meneguk ludah ketika melihat gestur manis yang tanpa sadar dilakukan Taufan. Mereka sama-sama memegang eskrim tapi entah kenapa es krim yang dipegang Taufan terlihat lebih enak.
"Taufan,"
"Ya?" Taufan memiringkan kepalanya ke belakang. Ice membeku beberapa detik, es krim yang dipegangnya bahkan terjatuh. Halilintar memandang Ice dengan pandangan aneh.
"Ya ampun, Ice! Es mu! Jatuh! Es mu jatuh!" teriak histeris Taufan.
Plak!
"Aduh!" Taufan mengusap kepalanya yang baru saja digeplak Halilintar. Ia memandang tajam Halilintar yang balik memandangnya dengan tatapan yang lebih tajam.
Taufan bergidik. Ia akui Halilintar itu rajanya deathglare.
"Berisik!" ketus Halilintar.
"Sialan kau!" Taufan balas menggeplak kepala Halilintar. Tapi ia tak kan kalah semudah itu. Sedetik kemudian kepala Halilintar sudah memiliki aksesoris lucu berupa beberapa bakpao di kepalanya.
Taufan menghampiri Ice yang masih termenung. "Ice? Kau oke?" lambainya di depan wajah Ice. Ice berkedip. Ia refleks mundur saat menyadari jarak antara wajahnya dengan wajah si biru itu.
"A-aku baik-baik saja," gugupnya. Halilintar mendecih melihatnya.
"Biarkan saja dia, ayo jalan lagi," ucap si tempramen dengan kesalnya.
"Mana bisa begitu! Oi, Hali kampret!" teriak Taufan. Ice menyentuh telapak tangan Taufan untuk menghentikan teriakan membahana Taufan.
"Sudahlah, dia kan memang seperti itu,"
"Lain kali akan ku ajarkan padanya apa itu sopan santun, lihat saja kau triplek berjalan!"
"Aku mendengarmu, idiot."
"Hey, hentikan drama kalian. Aku ingin segera makan masakan buatan Kak Blaze."
"Aku tidak sedang berdrama, dasar Gopal!" cibir Taufan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Ku Menyerah
FanfictionTerinspirasi dari lagu Geisha - Ku Menyerah. "Ck, untuk apa cinta? Cinta, cinta, cinta! Apa tidak ada kata lain selain cinta di dunia ini?!" Halilintar, pemuda berusia 14 tahun. Seorang siswa di SMP Pulau Rintis. Seorang pemuda yang paling anti den...