Selesai Irene dan Sooji memakan makanan siang mereka. Mereka pun beralih untuk berkeliling kampus.
Sambil jalan,
"Eonni, apa kau benar-benar tidak merasa bahwa Taehyung tampan?"Tanya Sooji dengan pertanyaan yang sama dengan tadi.
"Aish! Sudah kubilang aku tidak tertarik dengannya. Jadi berhentilah untuk membicarakannya! " Jawab Irene dengan sedikit membentak.
"Baiklah. Lalu bagaimana dengan tipe ideal mu?" -Sooji
"Entahlah, tak ada yang spesial." Balas Irene dengan santai.
"Sungguh? Lalu mengapa untuk mu Taehyung tidak tampan?!" Tanya Sooji lagi.
"Yaampun Tuhan! Baiklah sesuka hatimu saja. Ya, Taehyung memang tampan! Puas? " Ucap Irene yang sudah mulai geram dengan pertanyaan Sooji yang dari tadi itu-itu saja.
"Hahahahaha iya iya mianhae... " -Sooji
Irene melirik tajam kearah Sooji karna kesal mendengarnya tertawa.
Sooji yang menyadari nya pun langsung berhenti tertawa dan menatap Irene ketakutan.
"Waegeure?? " Tanya Sooji pada Irene.
"Hah....karna kau adalah teman baru ku dan sebenarnya junior ku. Aku akan memaafkan mu kali ini. Tapi kalau kau mengulanginya lagi, aku tidak akan segan-segan untuk marah padamu." Ancam Irene sambil menghela nafas.
"Memangnya kalian berdua ada masalah apa sampai kau sangat membencinya seperti itu?" Tanya Sooji lagi.
Menatap Sooji dengan tajam lagi.
"Ahhhh mian, aku tidak akan menanyakannya lagi. " Tambah Sooji.
"Apa kau selalu tertarik dengan masalah orang lain seperti ini?" Tanya Irene dengan wajah serius.
"Ng?"-sooji
"Ahhh lupakan. Ngomong-ngomong, aku harus pulang duluan. Sampai ketemu besok ya!" Pamit Irene.
"Ohh oke." Balas Sooji.
Irene pun langsung jalan yang berbeda arah dengan Sooji.
_______
Seperginya Taehyung, Minjae masih saja duduk melamun dengan makanan yang masih utuh dihadapannya.
Drrrrttttt!
Ponsel Minjae bergetar di kantungnya.
Sadar dari lamunannya, ia pun langsung mengambil ponselnya dan mengangkat nya setelah melihat siapa yang menghubungi nya.
"Apa?"
"Bagaimana? Apakah berhasil?"
"Ya! Apa kau yakin akan menyuruhku melakukan semua ini?!"
"Kenapa? Apakah kau tidak berhasil?"
"Tidak bukan itu maksudku. Bukankan ini terlalu sepele untuk ku lakukan?!"
"Aish! Berhentilah mengeluh! Nikmati saja waktu yang kuberikan untuk kau habiskan bersamanya."
"Lalu apa tugas ku hanya dua itu?"
"Untuk saat ini itu saja. Tapi jika kau melihat sosok tak dikenal ataupun mencurigakan sedang mendekatinya, kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?"
"Baiklah."
"Yasudah."
"Tutututut...."
Percakapan mereka pun berakhir sampai situ.
Minjae kembali memasukkan ponselnya ke dalam kantung. Karna nafsu makannya sudah hilang seketika, ia pun pergi dengan membiarkan makanannya tertinggal di atas meja.
________
Taehyung sudah berlari jauh dari Kantin. Menyadari itu, ia pun mulai melambat dan akhirnya berhenti.
"Hah....himdeuro! "Ucap Taehyung sambil mengatur nafasnya.
Lalu Taehyung melihat sekeliling untuk mencari bangku yang bisa ia duduki.
"Na chajaseo." Gumam Taehyung sendiri yang langsung duduk di bangku taman tepat di belakang tempat tadi ia berdiri.
Ia mendangakkan kepalanya ke arah atas dan menutup matanya karna sinar matahari yang begitu terik membuat matanya sakit.
"Hah....mengapa aku harus bertemu dengannya?! Kenapa?! Salah apa aku Tuhan hingga masih saja bertemu dengannya, walaupun aku tak ingin." Keluh Taehyung dengan suara berat khasnya itu.
ⓣⓑⓒ
KAMU SEDANG MEMBACA
THAT FEELING
FanfictionBaru juga ketemu udah ciuman aja?!? Mau tahu lanjutannya?? Baca dulu gih🐼
