Kau kepahkan sayapmu
Kau senandungkan kicauanmu
Kau kibaskan helaian bulu lembutmu
Hilir angin selalu menemanimu
Rerimbunan daun selalu menutupimu
Hingga sepasang mata pun tak nampak
Sorotan cahaya selalu mengikutimu
Di balik reranting yang hampir patah
Diam Diam Diam dan terus Diam
Layaknya raja hutan siap menerkam mangsa
Tapi, mangsa terbang jauh mengudara
Terus menjauh sampai batas atmosfer
Kau ambangkan harapan
Dan sang raja tetap kelaparan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Curhatan Hati
PoesíaIni semua hanya sekedar kata - kata yang mungkin bisa menenangkan jiwa. Bagi penulis. 😂
