Aku hanya bisa berharap bahwa semua ini cepat berlalu. Rasa kesepianku, yang selalu menghantui diriku, yang semakin hari semakin besar dan mengambil alih diriku sepenuhnya.
Semua berawal dari rasa kesepianku. Hingga aku memilih untuk menghancurkan diriku.
Mindset ku berkata demikian,
"Tak ada seorang pun yang memedulikanmu, maka untuk apa kau pedulikan dirimu sendiri?"
"Kamu telah menghancurkan segalanya, sebagai hukumannya, kamu harus terluka,"
***
Di sisi lain, pikiran kosong juga selalu menghantui diriku.
Sometimes I get so far into my head that I forget anything else exists. Yep, overthinking leads to negative thoughts.
Aku tak tahu lagi bagaimana cara untuk tidak membiarkan pikiranku kosong. Karna setiap pikiranku kosong, aku selalu memikirkan banyak hal, yang pastinya berujung dengan rencana gila.
Aku telah berusaha untuk menyibukkan diri dalam melakukan berbagai aktifitas, namun selalu saja ada kesempatan pikiran-pikiran itu masuk ke dalam otakku. Seakan "mereka" saling berebut tempat untuk memenuhi pikiranku.
***
Hmm, rasa kesepian dan pikiran kosong memang sudah bersahabat karib dalam diriku sejak dulu. Mereka berdua takkan pernah bisa terpisahkan dan selalu dapat membuatku perlahan menyerah, menyerah untuk menghadapi hari esok
