Part 11

620 23 0
                                        

Olivia pov...

Aku berlari secepat mungkin kedalam rumah sakit, mengantarnya yg berdarah dengan pandangan yang kosong membuatku ingin menangis sekuat kuatnya.....

Anda tidak boleh masuk nona, silahkan tunggu diluar, biarkan kami yg menanganinya

Tapi aku mau melihatnya..

Serahkan pada yg profesional nona...

Baiklah...

.....
.

Olivia? Syukurlah kau selamat sampai sini, bagaimana keadaan mama? Dokter bilang apa??

Devan..
Aku belum tauh dokter belum keluar sejak tadi, kemana saja kau? Kenapa baru muncul sekarang ?

Ada beberapa hal yang harus ku urus,

..............

Flashbackk olivia...

Dorr dorr dorr...

Suara tembakkan terdengar tiga kali dan masih terngiang ngiang di telingaku, kulihat devan menatap arah belakang ku dengan shock dan berteriak
MAMA......!!!! Aku terkejut dan kualihkan pandangan ku kebelakang, dan apa yang kulihat, mertua ku sedang meregang nyawa akibat luka tembak yg di buatnya sendiri, sejak tadi devan memanggil nya tapi yg kulihat pandangan nya kosong, sedangkan aku hanya diam membeku,, tidak lama kevin dan beberapa bodyguard devan datang dan mengambil alih untuk mengurus richard
Sesegera mungkin devan menelfon ambulan, dan tak lama ambulannya datang . tapi ketika ku lihat devan dan para bodyguardnya sudah tidak ada jadi ku putuskan untuk membawa ibu mertua ku sendirian ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan....

Flashback off

..................

Flashback devan...

Aku bukan tidak mau memberitahumu tapi aku takut kau akan merasa tidak aman jadi kuputuskan menyimpan rahasia ini sendiri....

Waktu di gudang tadi...
Setelah aku menelfon ambulan aku berlari keluar di ikuti kevin dan bodyguardku, ku putuskan untuk tidak menyerahkan richard kepada polisi, karena aku tauh seperti apa hukum di negara ini...
Jadi ku putuskan untuk menyandranya sementara waktu, dan kevin menyarankan tempat terbaik, suatu tempat kecil yang ada di ansterdam.. Kebetulan kevin mempunyai rumah kecil disana, aku pun menyetujui nya..

Terima kasih kevin bantuan mu sangat membantu..

Flashback off....

D : olivia ayo kita pulang, mama akan dipindahkan keruang biasa besok, tidak ada yg boleh menginap diruang ICU, kita serahkan saja pada mereka..

O : baik lah..

Devan pov..

Ada apa dengan olivia sejak pulang dari rumah sakit dia berdiam diri seperti itu, sepertinya ada disembunyikan nya, bahkan dia tidak menatap ku..

Olivia? Apa kah baik baik saja? Kenapa kau berdiam diri seperti ini? Ada yg kau fikirkan??
......
Tapi dia tidak menjawabnya malahan dia memalingkan wajahnya keluar jendela...

.....................................

Olivia pov.....

Aku mencoba tidak memikirkan nya tapi ini tetap saja mengganggu fikiran ku, aku memejamkan mataku dan merasakan angin dari balkon kamar, lalu perkataan itu sekilas menghantui ku lagi..

... Richard : olivia, devan memang tampan, dia cerdas, dia melindungi mu seperti permata, TAPI.... Dia itu buas olivia, mungkin sekarang kau tidak percaya, tapi aku sangat mengenal devan sejak di london dulu, dia penggila seks, dia akan tergoda dengan wanita yg sexy dan cantik, berhati hati lah olivia aku memberitahumu karena kau seseorang yg spesial seperti adik ku, aku hanya tidak ingin kau berakhir seperti adik ku.
...................

Richard mengatakan itu beberapa waktu sebelum ambulan datang, dan pada saat itu devan dan kevin sedang keluar...

Aaarggghh aku mengacak rambutku frustasi.....

Apa lagi aku harus menghadapi konflik batin...

Sisi baik : sb
Sisi jahat: sj

Sb :
jangan terlalu difikirkan olivia, kau kan tauh kalau richard memiliki dendam pribadi pada devan..
Sj :
hei olivia jangan menutup matamu, kau tidak ingat bagaimana kau bertemu dengannya? Waktu itu kau memergoki dirinya sedang bercinta dengan skretaris seksi nya,, helena...
Sb :
itukan sebelum menikah, tapi sekarang dia berubah kan olivia? Bahkan dia tidak menyentuhmu, itu karena dia menghormati mu,
Sj :
ah aku tidak yakin, dia tidak menyentuh mu karena kau itu TIDAK MENARIK!!! Bayangkan saja kau itu menikah dengannya sudah hampir SETAHUN olivia, tapi dia tidak menyentuhmu, ah atau jangan jangan dia lebih memilih menyentuh wanita lain, kau tidak bisa bersamanya untuk 24 jam sehari kan?

..........

AA AA AA AA AA AA AA AA AA AA AA AA AA teriakku tak tertahankan, untung saja mansion ini jauh dari rumah, jadi tidak ada tetangga yg terganggu dengan jeritan ku.. Tapi tiba tiba...

Olivia !! Kenapa kau? Teriak ditengah malam? Bentak devan padaku, sepertinya dia marah karena aku tidak bicara padanya sejak tadi..

Ah anoo devan, tidak ada apa apa, sudah lah aku ingin tidur..
Aku langsung tidur dan menarik selimut, sekilas ku dengar devan menggertakan giginya itu pertanda kalau dia sedang marah besar, mati lah aku...

Olivia kau???

Selamat malam, jawabku cepat sebelum dia melanjutkan perkataan nya.

Bersambung..

PERJANJIAN CEO ( Completed )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang