Chittaphonleechaiyaxxx 🐰
Kau bawel sekali Mr.Na!
Kau seperti Ahjuma penjual kepiting.😅
Takoyakina 🌸
Aku bawel karena khawatir! 😥
Berhari-hari kau mengabaikan ku.
Aku sempat ingin menyusulmu ke Thai.😤
Chittaphonleechaiyaxxx 🐰
Hahaha! 😂
Maaf... Maafkan aku Mr.Na
Aku hanya sedikit depresi. 😅
Takoyakina 🌸
Jangan tertawa ini tidak lucu! 😤
Sudah lupakan masalah ini.
Jangan bahas lagi
So... Kau baik saja kan sekarang?!😕
Chittaphonleechaiyaxxx 🐰
Aku baik-baik saja.
Tidak usah kawatir. 😊
Takoyakina 🌸
Baiklah kalo begitu.
Berjanji lah jika kau akan baik-baik saja.😉
Jangan sedih lagi kau terlalu berharga untuk menangisi seorang Pecundang. 😘
Chittaphonleechaiyaxxx 🐰
Aku senang setidaknya ada satu orang yang menghawatirkan ku lebih dari siapa pun. 😊
Oh... Aku akan segera kembali ke Korea.😅
Takoyakina🌸
Aku bukan orang sebaik itu kok.
Segeralah kembali ke sini dan kita bertemu nanti.
Chittaphonleechaiyaxxx 🐰
Ok! 😘
Tunggu aku Mr.Na.
🍀
🍀
🍀
Ten menatap koper kecilnya yang terbuka menampakkan isinya yang belum tersusun rapih. Ten sudah melewatkan beberapa hari dengan hal yang tidak berguna menangis hingga air matanya kering. Sekarang Ten merasa cukup dari acara berkabungnya.
Ten memutuskan kembali ke Korea menyerahkan surat cerai dari Youngho dan mengurus beberapa keperluan di sana.
Pagi-pagi sekali Ten sudah siap dengan kopernya. Dia menunggu kedua orang tuanya bangun untuk berpamitan.
"Kau mau kemana, Ten?!" Ayah Ten menghampiri anaknya yang duduk manis di ruang tamu dengan pakaian rapih juga koper.
"Ayah, di mana Ibu?" tanya Ten karena tidak menemukan Ibunya di sekitar.
"Dia masih tidur. Ini baru jam lima pagi jika kau ingat," jawab sang Ayah. "Katakan pada Ayah kau mau kemana?"
"Ten mau ke Korea. Menyerahkan surat cerai Youngho yang sudah aku tanda tangani." Ten meremas ujung jaketnya.
