AKU PART 6

2.8K 193 7
                                        

Bandung, oktober 2004

👵: "Biar bagaimana pun dia anak kamu! Dan kita tidak boleh menyakitinya!"

👩: "Tapi bu.. Dia bukan lagi seperti anakku, dia seperti mahluk kecil yang jahat, matanya merah dan kukunya menghitam. Dia suka menggigit dan mencakar orang, dia suka menangis meraung setiap malam, aku tidak lagi mengenal anakku sendiri bu"

👵:"Semua ini kesahalan ibu.. Semua karena ibu, kalau saja ibu tidak melakukan hal keji itu kamu dan anakmu tidak akan menderita seperti ini .."

👩:"kita tidak harus menyesali yang telah terjadi bu, sekarang tidak ada cara lain, kita harus melakukan persyaratannya, ini yang terbaik untuk kita sekarang.. Setidaknya untuk beberapa waktu kedepan kita bisa lebih tenang, dan bisa memikirkan jalan keluar lainnya bu.."

👵:"tapi ini tidak akan bertahan lama, suatu hari nanti ini akan terjadi lagi pada kamu, apa kamu siap? Ibu hanya takut tak bisa lagi menemani kamu Ratna, karena ibu sudah terlalu tua.."

👩:"aku yakin bu, aku akan memikirkan jalan terbaik kedepannya selama ada waktu.."

Jakarta, maret 2018

Kini ku telah kembali bekerja lagi, setelah hampir 3 minggu aku dibandung mengurusi keanehan pada diriku selama ini.
Aku tak habis fikir, ada apa dengan diriku, semua hal aneh yang terjadi padaku.

Ibuku bilang saat ritual itu berlangsung mereka tak mendengar suaraku dari dalam kamarku, mereka khawatir dan membuka pintunya lalu menemukan aku yang sudah terbaring di lantai, aku tak sadarkan diri selama 5 jam lamanya.
Malah ku kira saat itu aku sudah mati..

Aku menceritakan semua yang aku rasakan saat di dalam kamarku, lalu mak Uti bilang kita harus menghentikan ritualnya karena terlalu berbahaya jika diteruskan. Aku fikir aku hanya bermimpi saat tak sadarkan diri tapi yang aneh adalah saat aku terbangun selama tak sadarkan diri, aku mengeluh soal punggungku yang sakit, dan ternyata ada beberapa cakaran yang cukup parah di punggungku, sama persis seperti yang aku dapatkan dalam mimpiku.. Aneh sekali rasanya.

Mak uti bilang yang ada dalam mimpiku bukanlah nenekku, tapi mahluk itu, pantas saja, karena nenekku tak mungkin menyakitiku, meskipun hanya dalam mimpi.

MOZZA [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang