Sixtyfour × Day 60 [Final]

4.8K 494 103
                                        

Me: harry?

Me: harrystagram?

Me: kau kemana sih?:(

Me: dari kemarin pagi kau menghilang, Kau kemana?

Me: kau pergi?

Me: pergi kemana?

Me: harry, ada sesuatu yang ingin aku ceritakan

Me: ini penting, ku mohon balas :(

Me: harrystagram i miss you

Me: walau baru sehari.. tapi tetap saja ah. I miss youstagram!

---

Pesan terakhir yang ku kirim tepat dua jam yang lalu, sedari kemarin siang aku terus mengirim nya pesan--tapi tidak di balas--di baca pun tidak.

Dia kemana?--Harry Styles kemana? Kemarin pagi ia menghilang tiba-tiba, ku tunggu pesan nya sampai siang hari tapi tetap saja tidak ada pesan satu pun dari nya yang masuk.

Sekarang perasaan ku benar-benar sudah campur aduk, ini sudah hampir malam dan ah Harry masih belum membalas beribu-ribu pesan yang ku kirim.

'Kau tahu Harry? Aku ingin bercerita sesuatu.' Batin ku sendiri. Sesuatu, ya aku ingin bercerita sesuatu--yang terjadi tepat kemarin malam. Saat Zayn datang ke rumah ku dan mengatakan,

Hubungan nya dan Perrie telah berakhir. Hubungan mereka tidak bertahan sampai lebih dari satu bulan. Aku bingung harus bahagia atau sedih?

Aku bingung harus bahagia karena Zayn akhir nya berjauhan dengan Perrie.

Atau

Sedih karena aku sekarang telah mencintai Harry.... Kau tahu? Aku sedih mengapa Zayn datang di saat aku telah berhasil mencintai orang lain.

Orang lain itu, Harry-- Stranger bodoh, yang sekarang entah kemana. Atau jangan-jangan ia sedang bertunangan? Menikah? atau malah... Bunyi bel?

Bunyi bel rumah itu sangat menganggu! Tunggu dulu, itu pasti Zayn. Ia bilang akan datang ke rumah ku hari ini. Dan... Aku bingung harus apa-- Aku bingung harus berbicara apa dengan nya? Karena jujur saja semenjak ia bersama Perrie aku dan Zayn sudah hampir tidak pernah berbicara berdua lagi.

Berjalan dari kamar ku menuju pintu utama saja butuh waktu 20 menit--karena pikiran ku yang kemana-mana ini.

"Ya--Ya." Ucap ku menyahuti ribuan bel yang di tekan oleh Zayn.

Aku membuka pintu sambil sedikit merapihkan rambut ku.

"Kenapa lama sekali membuka pintu nya?" Pekik Zayn-- Jesus! Salah itu bukan suara.. Harry?

Jesus Christ!

Harry

Edward

St-- Dia berdiri dengan tampan nya di hadapan ku sekarang! Astaga... Bola Mata ku bisa jatuh jika ku buka kelopak mata ku sebesat ini.

"Berkedip!" Perintah nya.

Enggan! Aku enggan! Demi tuhan Harry kau tampan!!

"Ganti baju yang serasi dengan tuxedo ku.  Kita keluar sebentar."

Keluar? Kemana yaTuhan...

"Tun--" Ucapan ku terpotong oleh nya.

"Jangan banyak tanya, Aku tidak masuk. Aku tunggu di mobil." Potong nya

Stranger // h.sStories to obsess over. Discover now