Perkenalan (II)

24 7 3
                                        

                           
Pagi itu kelas XI MIPA 2 terlihat ramai dan tidak teratur semenjak sang ketua kelas memberi kabar bahwa Bu Dera tak hadir karena sakit. Seketika seluruh siswa menyambut baik kabar itu, bahkan ada yang berdoa agar Bu Dera lama2 sakit.
Berbeda dengan teman2nya yang lain,Letta malah terlihat tidak bersemangat dan hanya tidur saja dari tadi. Malas dan bosan karena suasana kelas yang begitu saja, Letta memutuskan untuk keluar kelas.
Tanpa sadar langkah Arletta menuju ke perpustakaan. Baru saja memasuki perpustakaan, Letta lagi2 tertabrak dengan pria tinggi yang berapa kali ditangkapnya itu.
“Lo tuh gk punya mata ya?” sinis cowok itu datar.
“Oh,sorry. Gak sengaja.” Jawab Letta santai dan berlalu dari sana.
“Cewek gak tau diri” ketus cowok itu lagi sambil berjalan masuk ke perpus.
“Ngapain lo ngikutin gue?!” butek Letta kesal.
“Siapa yang ngikutin lo?” jawab cowok itu lagi.
“Ya elo lah! Dari tadi ngitilin gue mulu? Lo ngefans sama gue? Bilang kalo gitu!” Sahut Letta.
“Geer banget lo. Orang gue mau ke perpus memang kok.” Sahut cowok itu dingin.
Seketika wajah Letta memanas,sambil menahan malu Letta melempar senyum kikuk.
“Oh, sorry.” Kata Letta singkat.
“Em.”
“Oh ya kenalin, gue Arletta Sagitta Hawkins cewek paling terkenal di sekolah ini. Cewek paling cantik dan paling nakal diantara seluruh cewek di sekolah ini” ujar Letta sambil menyorongkan tangannya.
Cowok itu melihat sejenak tangan Letta baru membalas salam Letta.
“Arkasa Taurus Dirgantara. Lo bisa panggil gue Arka.” Balas Arka tenang.
“Oh. Hai Arka. Lo bisa panggil gue Letta” sahut Letta sambil tersenyum.
“Em” bala Arka dingin.
“Oke kalo gitu gue minta maaf karena nabrak lo beberapa kali” kata Letta sopan,padahal dia biasanya jarang bersikap sopan.
“Oke” lagi2 Arka membalas dengan nada dingin.
“Bye, Letta” kata Arka dan berlalu menuju kebagian dalam perpus.
Arletta hanya memandang tubuh tinggi cowok itu jengkel karena hanya ditanggapi singkat dan dingin saja.
“Cowok somplak,bagus2 gue mau ngajak kenalan dan minta maaf. Dasar gak tau diri.” Dumel Letta kesal.
“Ah bodo amat mending gue tidur aja disini. Kan adem” lagi2 Letta berkata dengan dirinya sendiri dan berjalan menuju pojok ruangan yang dilapisi karpet lembut.
Seketika Letta terlelap dan tak peduli dengan sekitarnya. Walaupun seseorang disana memandangnya tajam dan tersenyum misterius.

Gadis manis yang menyedihkan

                                                               ***
Ditengah-tangan nikmatnya bermimpi ria,Letta dipaksa untuk bangun oleh sahabat karibnya Diandra.
“Oy, ngapain lo tidur kayak anak terlantar gini hah?!” seru Dian sambil menepuk bahu Letta sedikit kuat.
“Ah,ganggu banget sih lo. Pergi sana! Ganggu orang tidur aja.” Dumel Letta sambil melanjutkan tidurnya.
“Bangun somplak. Lo mau tidur sampe jam berapa hah?!” ketus Dian dan lagi2 menepuk bahu Letta keras2.
“Sakit ogeb!!!! Lo kalo mukul kira2 dong!!!!!” kesal Letta sambil menabok bahu Dian tak kalah kuat.
Sambil meringis,Dian tertawa senang.
“Ngapain lo bangunin gue?!”bentak Letta sewot
“Kantin yuk” ajak Dian riang.
“Lo bangunin gue hanya untuk nemenin ke kantin?!” tanya Letta kesal.
“Iya”jawab Dian sambil tersenyum manis.
“Diannnnnnnn” geram Letta dan hendak memukul sahabatnya itu lagi.
Melihat hal itu seketika Dia berlari dan tertawa senang. Sementara itu,Letta meruntuk dan menyumpahi Dian kesal.

Gadis itu ditakdirkan untuk tak bahagia

 My Guardian AngelCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang