AUTHOR POV
"kringg...kringg..."
Bel tanda jam pelajaran dimulai pun berbunyi
"yaudah kamu masuk kelas gih"-Brayden
"iyaa gue masuk dulu ya"-Bella.baru dua langkah bella berjalan dia merasakan ada yang menahan lenganya.
"Apa lagi?"-bella
" mulai sekarang aku mau kita pakai aku-kamu atau pakai nama!"
"lah kenapa?"
"aku nggk suka"
"serah lo deh"
"Aku-kamu laaa"
"iya iyaa.serah kamu"
"iya udah sekarang kamu masuk kelas ya atau mau aju anterin?"
"nggak usah aku bisa sendiri kok"
"tapi kalo aku mau anterin kamu gimana?"
"nggak usah ray aku bisa sendiri" senyum Brayden mengembang karena panggilan yang keluar dari bibir tipis wanita yang di cintainya ini
"yaudah,hati hati ya sayang" dan hanya diangguki oleh Bella sambil bergumam "hmm"
Saat berjalan di koridor bella mengurungkan niatnya kembali ke kelas karena merasa malas untuk belajar.jadi dia memilih untuk ke taman sekolah untuk menjernihkan pikirannya.saat tengah asik bella merasakan seseorang menjewer telinganya dan diapun menoleh
"Eh ada ibukk cantik"ucap bella sambil cengengesan kepada guru itu siapa lagi kalo bukan ibu tuti si guru BK yang terkenal garang dan rotan panjang yang tidak pernah lepas dari tangannyaA
"ngapain kamu disini?kamu nggak belajar?"
"ciee ibuk kepo sama saya" jawabnya yang sukses mendapatkan pelototan dari guru itu
"kamu ya saya lagi serius BELLA BROWN"
"buk hidup ini nggak boleh terlalu di seriusin nikmatin aja" jawab bella santai
"Kamu ya!sekarang ikut saya" ucap guru itu sambil menarik telinga lal
"iyaa bukk tapi lepasin dulu dong telinga saya yang cantik ulala ini,nantik kalo lepas ibuk mau tanggung jawab"
"saya nggak peduli,mau telinga kamu putus,sobek,digigit serangga juga saya nggak peduli"
"yee si ibuk tega"
Dan disinilah bella sekarang.dimana lagi kalau buka di ruangan BK.
"kamu ya Bella nggak pernah sehari aja nggak masuk ruangan ini"
"saya mah maunya nggak kesini kesini buk tapi ibuk selalu narik saya kesini"
"itu karena kamu selalu buat masalah makanya saya bawa kamu kesini"
"emang tadi saya buat masalah ya buk?perasaan tadi saya cuma duduk aja kok nggak ngapa ngapain"jawaban dari bella itu berhasil membuat emosi buk tuti sampai ke ubun-ubun
"kamu yaa..."geram buk tuti merah sambil memberikan sebuah surat kepada bella.apa lagi itu kalo bukan surat panggilan orang tua.
"nggak usah buk masih banyak kok di rumah saya.nantik kasihan sama yang lain nggak dapat surat karna semuanya ibuk kasih ke saya"
"yasudah...tapi saya mau besok orang tua kamu datang"
"nggak bisa buk mom sama dad saya sibukk.ibuk kayak nggak tau mom sama dad saya aja...kalo ibuk pengen ketemu ibuk buat janji dulu sama orang tua saya"
KAMU SEDANG MEMBACA
P O S E S I V -END-
Ficção AdolescenteWARNING ⚠️ SEBAGIAN PART DI PRIVAT (PRIVAT ACAK) OLEH KARNA ITU UNTUK KENYAMANAN DALAM MEMBACA SILAHKAN DI FOLLOW DULU 😊 Hayuu langsung bacaa aja 👇👇
