Aku berjalan menyusuri lorong dan segera memasuki perpustakaan. Sesampai disana aku duduk di dekat rak novel fiksi. Aku membuka laptop dan juga mengambil mousenya. "Old rugged key" ding "old rugged key biasanya digunakan oleh seorang penyembah setan di era romanian untuk menyimpan barang barang sejarah terlarang di sebuah gubuk. Barang barang tersebut merupakan kunci, artefak, patung, papan permainan, boneka, dan juga mayat hasil penyembahan" aku mulai mengetuk bagian kunci. "Kunci yang disimpan biasanya di gunakan untuk membuka sebuah pintu merah yang berada di istana kekaisaran di beda daerah" aku mengambil tas ku dan segera membuka hape, "iya, halo?" Ucap ku. "Blair cepat kemari, edith membutuhkan mu! Cepat pergi ke kelas sejarah" ucap margot yang tergesah gesah. "Baiklah aku segera kesana!" Ucap ku yang langsung menutup laptop dan memasukannya.
Aku berlari dengan kencang sekuat tenaga ku, sesampainya di kelas sejarah. Aku melihat Edith terkapar di tanah dan beberapa benda di kelas berantakan, guru sejarah kami Ms. Beatrice sedang menyuruh anak anak keluar kelas. "Ms apa yang terjadi?" Ucap ku. "Aku tidak tau jelas, tetapi tadi dia terus berbicara sesuatu dalam bahasa latin. Dan sampai sampai dia berteriak dan bangku bangku di kelas terpental olehnya" ucap Ms. beatrice. "Baiklah kalian pergi aku yang akan mengurus ini. Margot, Cepat ikuti aku!" Aku dan margot memasuki kelas. Aku menyuruh margot menahan Edith, aku tetap mencoba menelepon Debora. "Halo?" Ucap ku, "ini siapa?" Tanya nya, "Ini Blair, Blair Violet" ucap ku sambil tetap menahan Edith, edith tetap menggila dan terus berkata kata et ipse veniam ad te, et interficiam te Ahahahahah. "Oh hi Blair, ada apa menelepon jam segini. Bukan nya kau masih sekolah?" Ucap Debora. "Kumohon tolong aku, teman ku sepertinya di rasuki arwah, tetapi aku tidak mengerti bagaimana ini terjadi dia teta-" belum selesai aku berbicara Edith melempar Margot sampai ujung ruangan, Margot terjatuh dan akhirnya pingsan. Edith melempar ku sampai aku keluar dari kaca. "Halo? Blair dia berkata apa? Blair? Aku menuju sana sekarang!" Debora mengambil tasnya dan dengan segera ia menuju sekolah Blair.
Aku terbangun dan melihat kearah kelas Edith berjalan menuju ke arah ku. Dia berhenti di dekat kaca dan lalu memuntahkan darah banyak dan lalu pingsan. "Edith! Edith!" Aku berjalan menuju edith, dan di dekatnya terdapat muntahan darah dan didalam muntahan darah tersebut terdapat sebuah kunci yang aku lihat dalam pengelihatan ku. Aku mengambilnya lalu menyimpan nya dalam kantong ku. Ambulans datang, aku dibawa ke dalam ambulans beserta Edith dan juga Margot. Margot mengalami patah tangan dan Edith aku belum mengetahui keadaan nya tetapi Ms. Beatrice mengatakan dia mengalami koma.
Debora menghampiri ku, dia menyakan keadaan ku, aku hanya menjawab aku tak apa apa. Lalu aku menunjukan nya kunci yang tadi aku temukan. "Aku tau kunci ini! Seharusnya kunci ini sudah lenyap dari muka bumi ini" Ucap Debora sambil melihat lihat kunci ini. "Tadi edith memuntahkan nya saat dia ingin menyerang ku" ucap ku. Debora melihat ku dengan wajah panik "sekarang kamu tidak aman, cepat atau lambat arwah itu akan menyerang mu." Ucap Debora. "Bagaimana aku menghentikan dia?" Tanya ku, "kamu harus mencari kunci selanjutnya atau..." Aku memotong perkataan nya, "atau apa?" Ucap ku panik. "Atau orang yang kamu sayangi termasuk diri mu akan mati!" Ucap debora. "Tunggu aku mempunyai satu pertanyaan lagi. Saat Edith terjatuh dia terus mengatakan et ipse veniam ad te, et interficiam te. Itu apa?" Tanyaku, "dia akan mendatangi mu, dan dia akan membunuh mu" Ucap Debora

KAMU SEDANG MEMBACA
A Haunt Vision
TerrorCerita ini mengisahkan seorang anak yang memiliki pengelihatan yang tak biasa, maksud dari tak biasa dia bisa melihat sebuah pesan tersembunyi dari roh jahat maupun baik sampai yang tak kasat mata.