Cahaya matahari sudah memasuki sela sela jendela dan mulai menerangi ruangan dari seorang lelaki muda bernama Azriel. Jam sudah menunjukkan pukul 5:00 AM, sudah seperti biasanya alarm dari smartphone miliknya berbunyi. Seketika itu juga ia pun terbangun.
"ahh sudah pagi ya". Sambil memegang hp nya dan mematikan alarm
Dia melihat tanggal di handphonenya
"Hari ini hari selasa ya, ah iya ada penyuluhan dari walikelas bu erna".
Hembusan angin pagi menemani Azriel saat berangkat kesekolah. Jam jam dimana semua orang sedang sibuk. Anak anak sibuk berangkat sekolah sedangkan orang tua sibuk berangkat kerja, namun hal itu tidak menjadi penghalang Azriel karena jarak dari rumah kesekolahnya sangat dekat dan dia sudah terbiasa dengan keramaian hiruk pikuk perkotaan yang setiap hari di lihatnya.
"ah membosankan, mungkin sebaiknya aku membuka hp"
Azriel membuka handphonenya dan menghidupkan data selulernya, ia pun kaget karena banyak pesan yang masuk , tidak seperti biasanya karena dia merupakan orang yang sangat jarang update tentang apapun. Pesan banyak tersebut datang dari group line kelas Azriel.
"wahh apa apaan ini? Banyak sekali" sambil melihat notice yang tampil di handphonenya.
Sekilas ia melihat kata "anak baru" ia pun sempat memikirkan kata kata tersebut, apakah akan ada anak baru di sekolahnya, meskipun dia tidak begitu peduli ada atau tidaknya, ia berpikir itu hanya rumor saja tidak lebih.
Seseorang dari belakang menepuk Azriel
"Yo Azriel" sapa Arkan dengan wajah yang begitu riang
Azriel menjawab dengan cukup terbatah batah "Y-yo.."
Azriel sedikit kesal karena di kaget kan oleh sahabatnya dengan wajah yang menjijikan menurut dia.
"Ada apa? Wajahmu nampak riang sekali, itu membuatku jijik" dengan nada kesal
"hehe. Kau sudah baca group line kelas belum? Itu yang membuat ku riang hari ini meski jam pertama harus di isi oleh si iblis perempuan itu" jawab arkan.
nampaknya arkan sangat membenci wali kelasnya bu erna dan dia menjuluki walikelasnya si "iblis perempuan" karena sangat killer.
"ah, soal anak baru itu? Aku hanya membaca notice nya dari group kelas" jawab Azriel dengan nada lemah
"ya! Benar sekali anak baru, aku dengar rumornya anak baru itu sahabat dari teman kelas kita si levi dan yang paling membuat ku penasaran adalah dia anak khusus". Jawab arkan dengan wajah riangnya
"hei tolong hentikan wajah riang mu, itu membuatku mual". Celetuk Azriel dengan memegang perutnya seolah mau muntah.
Tak terasa mereka sudah sampai di gerbang sekolah. Dari belakang ada seorang cewek yang menyapa mereka berdua
"Hoi Azriel, Arkan" dengan teriak
Sontak kedua cowok tersebut menoleh ke belakang, ternyata cewek tersebut adalah Levi
"Oh hai Levi, kau riang seperti biasanya" sapa azriel
"baru tadi di omongin udah muncul aja" gerutu arkan
Levi menatap sinis arkan karena tau arkan sedang membicarakan sesuatu yang buruk terhadapnya
"hiii menakutkann" arkan langsung membuang muka dengan keadaan takut
Levi menghampiri Azriel dan Arkan namun masih memandang sinis Arkan
"Hei kau ngomong apa tadi!" dengan nada yang mengancam
KAMU SEDANG MEMBACA
Romansa DIFABEL
Storie d'amoreBercerita tentang kisah cinta seorang pemuda dengan wanita difabel
