Three ikemen

2.5K 186 16
                                        

-
-
-
-
..."I do..."Hinata merasakan tangan kekar itu melilit pinggang nya.

Nafas pria itu sangat dekat di belakang leher ,Hinata masih memejamkan matanya.

Naruto menyampirkan gerai rambut gadis itu,menyamping.

Terekpose penuh punggung bidadari itu,Ia semakin menempelkan tubuh mereka.Tak kuasa menahan gelombang itu,Hinata menarik kepala pria itu menyamping hingga bersandar di bahu nya.
Bibir mereka semakin dekat dan...,
"Ini donut nya Hinata"rasa gula manis terkecap di bibir nya.Gadis itu membuka mata nya...Donut berwarna merah muda tersaji tepat di hidung nya.

"Kau...!?"Hinata memerah malu dan marah.

"Wow...kau terlalu bernafsu untuk sepotong Donut,Hinata"tawa Naruto.

Hinata menatap pria itu emosi"Kau mempermainkan ku...kau mempermainkan seorang gadis,Dasar brengsek..."Hinata memukul tubuh pria itu bertubi-tubi.

Sementara yang di pukuli hanya terkekeh,mengejek."Berhenti Hinata,kau tahu kan yang aku maksud Donut itu,Oo...,Apa kau mengira aku meminta ITU?"lagi,wajah polos pria itu membuat ubun-ubun Hinata memanas.

"Aku benci kau...,keluarlah dari rumah ku.Kau sudah dapat uang mu kan...pindahlah"usir Hinata.

"Hei,jangan begitu...hm,sebenar nya aku berfikir masih akan menumpang di tempat ini"Naruto memelas.

"..kau,pembohong!!dulu kau katakan hanya 1bulan ini"gadis itu melotot,

"Hm...aku khawatir pada mu,Hinata"cengir nya konyol.

"Ya,justru aku lebih khawatir jika kau ada disini.Lihat saja apa yang barusan tadi. kita hampir melakukan itu,Hubungan terlarang"tegas nya sok bijak.

Naruto tersenyum masam"Hai,pertama kau yang mengatakan I -DO,kau yang mengharapkan I-TU"tegas Naruto.

Pria itu kembali mendekat"Kedua,kau sendiri yang bilang kita bukan Siapa-siapa lagi,kau bukan Namikaze lagi...,itu berarti I-TU tak terlarang"lagi,Naruto menjelaskan.

"Hm,ini jadi berbahaya,karena bisa saja kau akan menyerangku bukan?kau orang lain sekarang?!"Hinata tampak menyadari.

Naruto memegang lengan sang gadis"Aku bukan pria yang melakukan ITU tanpa Cinta,Hinata".

Hinata menatap kesungguhan di iris biru itu."Ya,kita tak saling mencintai bukan!!?"

Hinata menghentak tangan Naruto,terlepas.
Ia segera berjalan ke kamar nya,Braakk..pintu itu tertutup kasar.

Naruto memandang sayu gadis itu.
"Ya,kau memang tak mencintai ku kah,Hinata?!"lirih nya.

Didalam kamar itu,Hinata berdiri di balik pintu.Air mata turun tanpa Ia tahu sebab nya.Matanya tertuju pada kotak merah di atas meja,Cinnamon rolls.
Gadis itu tersenyum"Naruto,kau ingat aku menyukai ini?!"




Matahari mengintip dari balik sela bayang-bayang pohon sakura,di sepanjang jalan menuju gedung kampus.

Syal merah itu tampak berayun-ayun mengikuti langkah sepasang pria dan wanita di depan sana.Mereka tampak menikmati jalan itu berdua,sesekali sang pria berambut raven itu menarik lembut tangan sang gadis,hanya untuk memperlihatkan sangkar burung nan jauh di puncak pohon.

Gadis itu tersipu tak kala pria nya menyibakkan rambut panjang nya yang tertiup angin musim panas.
Benar-benar pemandangan pagi ,yang penuh romansa di sepanjang jalan menuju kampus cinta itu.

Namun bagi si pria pirang berlilit syal merahnya,pemandangan berbunga-bunga itu ,terasa panas nan menusuk mata.

"Hinata tak kah kau merasa,kakak tiri mu itu berlebihan?"tanya Sasuke pada gadis di genggamannya.

Love is crazyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang