1. DIA SURYA MAHAREZA.

157 31 15
                                    

FANNYA POV
18+

Bagi yang belum cukup umur, skip aja ya! Kalo masih bandel juga ya dosa tanggung masing-masing:)). Keep read and stay vote🌟🌟!

🆙Happy reading!😊

****

"To, tolong! Siapapun tolong!"

"Diam!! Atau kamu akan pulang dengan keadaan tidak bernyawa!!"

"Tolong!!!!!" Teriak ku. Berharap ada yang mau menolongku. Aku tidak mau ini semua terjadi.

"Lakban saja mulutnya, bos!!" Seru laki-laki yang sedang memegangi kedua lengan ku.

Dan, benar saja. Mulutku sudah tertutup lakban yang cukup tebal.

"Mmmmmm!!!"

"Hahahaha, sekarang kau tidak bisa kemana-mana lagi, gadis manis!!

Laki-laki jahanam itu mulai meraih kemeja merah yang ku kenakan dan mulai merobeknya.
Kancing-kancing kemeja ku mulai terbuka.

Dan, sekarang kedua tangan jahanam itu mulai meraih kaus putih yang ku kenakan dan merobeknya dengan gunting.

Dan, kini tubuhku terbuka sempurna dengan hanya menyisakan tanktop putih dan bra putih yang warnanya senada.

Aku dapat melihat kedua laki-laki jahanam itu menengguk saliva nya dengan susah payah melihat gundukan bukit kembar yang masih tertutup oleh tanktop dan bra yang ku kenakan.

Andai waktu bisa diputar kembali, aku akan menuruti Rachel untuk tetap tinggal dan menginap hanya untuk malam ini.

Sekarang sudah larut dan aku malah memilih untuk pulang sendiri. Lihat betapa bodohnya dirimu sekarang, Fannya Alexandria!

Aku menangis sejadi-jadinya dan meronta sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari manusia-manusia sampah ini. Tapi apalah daya. Aku tidak bisa. Kedua lengan ku terikat dan mulutku terlakban.

Tiba-tiba, aku dapat merasakan tangan dari pria jahanam yang berada dihadapan ku ini mulai menelesup kedalam rok yang ku kenakan.
Tangan jahanam nya mulai bergerak liar menelusuri paha ku dan mencoba membuka rok yang ku kenakan.

Aku bisa merasakan tangan jahanamnya mulai meraba area miss v ku. Tubuhku dapat merasakan sengatan sengata nikmat karna jari jahanam itu masih terus menggesek-gesek area miss v ku yang tertutup celana short pink yang ku kenakan.

Dengan sekuat tenaga aku menahan mulut ku ini untuk tidak mendesah, tapi gesekan-gesekan yang nikmat itu terus menerus menghujami ku tanpa ampun.

Sekuat tenaga kaki ku menendang-nendang dan meronta . Dan, malah membuat rok ku tersingkap.

Oh Tuhan, tolong aku!

Pria jahanam itu malah menyeringai. "Rupanya kau memberiku lampu hijau, ya! Baiklah, have fun to night babe!"

Aku berdoa berharap ada yang menyelamatkan ku dari sini. Aku tak sanggup dan sudah tak kuat lagi. Tenaga ku sudah habis dan kantuk mulai menyerang. Aku menutup kedua mata ku. Tak sanggup melihat kenyataan yang sedang terjadi sekarang dan tak sanggup untuk melepas hal yang sudah sangat ku jaga selama ini.

TATASURYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang