ATHOR POV
****
SEBELUM MEMBACA ALANGKAH LEBIH BAIKNYA KALIAN VOTE 🌟🌟DULU YA!
SALAM MANIS,
FANNYA👑.
***
HAPPY READING GUYS:》
"GUYS! KITA BAKAL ULANGAN HARIAN IPA HARI INI, YA! JADI TOLONG BACA ULANG MATERI KEMARIN!"
Seruan yang melengking itu berasal dari Hannah yang baru saja memasuki kelas dengan membawa notebooknya. Suasana kelas yang memang sedang mengalami jam kosong langsung dipenuhi sorak-sorakan tidak terima.
"Et dah! Perusak jamkos!" Michel bersungut-sungut.
"Tau tuh! Tuh guru gila belajar anjir! Belajar bae hidupnya!"seru Sasa yang juga tak terima.
Fannya yang mendengar itu hanya diam dan tak mau membalas. Tak ada gunanya juga kan. Lebih baik sekarang dia membaca ulang materi yang menjadi bahan ulangan harian.
Dalam hitungan detik, keadaan kelas langsung ricuh. Dampak dari jam kosong yang memang ramainya sudah melebihi pasar tanah abang.
"Yah! Terus gimana nih han! Buku gue ilang!"
"Tau tuh! Dikit dikit ulangan! Dikit dikit ulangan! Lo pada mah mending gak belajar juga masih ada otaknya, lah gua kosong melompong gini kepalanya!"seru Ali yang mengundang gelak tawa anak-anak sekelas.
"Dasar lembek. Gitu aja lo nyerah. Giliran rayu cewek-cewek aja semangat juang 45 yang malah nyala!"cibir Michele dengan sengit.
Ali yang mendengar cibiran pedas dari Michele langsung menggebrak meja Michele dengan keras. Fannya dan Tata yang sedang asyik mempelajari materi untuk ulangan menjadi terganggu.
"Berisik banget si lo, Al!" Omel Fannya.
"Sirik aja." Ali menjulurkan lidahnya kearah Fannya, mengejek.Fannya merasa tangannya terlalu gatal untuk segera meninju pipi Ali. Namun, gerak cepat Tata berhasil menahan Fannya. Tapi, bukan Fannya namanya kalau tidak bisa melepaskan diri dari Tata.
"Sirik sirik pala lo peang. Heh, banyak yang lagi belajar. Dan, lo malah bikin keributan! Udah sono keluar aja lo! Manusia kaya lo itu gak penting dipelihara!"
Tajam dan sangat menusuk. Omongan Fannya berasa samyang level terpedas. Ali menjadi bungkam dan tak mau berbicara ataupun berbuat gaduh lagi. Bukan Fannya namanya kalau tidak bisa membuat lawan bicaranya kalah telak.
"Fan...." Tata menegur, "kontrol, fan! Kasihan Alinya."
"Apa sih, ta. Dia berbuat salah dan lo ngebela dia?" Fannya berdecak sebal.
"Ish, Fannya!" Tata menghentakan kakinya dan memanyunkan bibirnya,
"Kenapa sih lo selalu nyablak kalo ngomong? Ngomong itu disarenggan dulu dong. Kan kasian yang lo ajak ngomong pasti bakal tersinggung dengan cablakan lo itu.""Dih, orang gue ngomong apa adanya. Orang itu salah dan gak mungkin gue bela. Jadi, kalo dia udah salah dan baperan ya.. whatever!" Celetuk Fannya tanpa rasa bersalah sedikitpun.

KAMU SEDANG MEMBACA
TATASURYA
Teen FictionIni kisah tentang mereka. Tentang Tata,Surya,dan Fannya. Inilah kisah Surya-nya seorang Tata yang selalu bahagia dan hidup dalam kehangatan sang Surya. Ini juga kisah Surya-nya seorang Fannya yang selalu menderita dan menyimpan rahasia dibalik sikap...