6. FRIENDSHIP GOAL'S IS FANTA

96 23 4
                                    

Hai! Hai! Comeback again with Fannya. Sebelum membaca part ini, alangkah baiknya tekan bintang🌟🌟 dibawah ini ya!!

Lanjut?

Next.

****

Author POV

Pagi ini matahari bersinar lumayan terik, ditemani hembusan angin yang menghiasi hari. Seluruh murid kelas XI IPA 2 berkumpul dilapangan dengan pakaian olahraga lengkap. Semua murid tengah melakukan pemanasan sebelum melakukan materi olahraga. Matahari sepertinya sedang cemburu, entah cemburu kepada siapa. Sampai-sampai menghasilkan panas yang sangat dan membuat semua murid yang sedang dijemur ini kepanasan. Bulir-bulir keringat sudah membasahi permukaan wajah.

"Ah, gerah bangaw!"seru Michel sambil mengibas-ngibaskan tangan nya berusaha untuk membuat sejuk.

"Aduh, panas banget sih, pak! Pak, pindahin matahari kek!" Kini,giliran Hannah, sang ketua kelas yang protes.

"Pak, pindah tempat, pak. Ini mataharinya lagi cemburu nih makanya panas banget!" Sekarang, Ali-lah yang mencak-mencak memprotes kepada pak Niko, guru olahraga mereka semua.

Pak Niko langsung berkacak pinggang melihat Ali yang bertingkah layaknya perempuan. "Kamu mau saya pecat sebagai murid di kelas, hah!?"
Pak Niko-guru gaul itu langsung menjitak kepala Ali yang hanya cengar-cengir sedari tadi.

"Kamu gak tau! Sinar matahari pagi itu baik untuk kesehatan tulang, Ali! Mau kamu masih muda tapi udah osteoporosis!? Lakukan saja pemanasan kamu dengan benar atau saya akan pecat kamu sebagai murid dikelas saya!"ancam Pak Niko dengan wajah garang andalannya.

"Mampus lo!"

"Banyak maunya najis."

"Hahaha, ayo Ali kamu mau saya pecat."

"Udah sih, Al. Jalanin aja dulu."

Ali hanya bisa pasrah. Ali tau ancaman wali kelasnya itu sungguh-sungguh mematikan dan serius. Dengan wajah tertekuk, Ali kembali melakukan pemanasan walau keringat sudah bercucuran.

Baru saja Pak Niko akan memulai gerakan pemanasan. Gerakannya langsung terhenti ketika dua orang gadis cantik baru saja muncul dengan tergesa-gesa dengan wajah yang sangat panik.

"Maaf saya telat, pak!"

Semua mata langsung tertuju ke arah dua gadis yang tak lain adalah Tata dan Fannya yang datang terlambat dengan wajah yang memerah dan penuh keringat. Napas keduanya nampak terengah-engah dan kepayahan.

"Loh, Fannya? Bukannya kamu kemarin sakit? Kenapa sekarang sekolah dan gak istirahat aja dirumah?"seru pak Niko yang terkejut melihat Fannya yang datang sambil dirangkul oleh Tata.

"Fannya gak mau dirumah, pak! Katanya Fannya udah mendingan kok. Iyakan, fan?"celoteh panjang Tata menjelaskan semua.

"Apa benar yang dikatakan Tata itu, Fannya?" Kini, pak Niko menoleh ke arah Fannya dan langsung diangguki dengan mantap oleh Fannya.

"Saya sama Fannya masih boleh ikutin pemanasan, pak?"seru Tata hati-hati.

"Boleh. Cari barisan sana! Lain kali jangan telat lagi, atau saya hukum bersihin wc kalian berdua!"

TATASURYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang