Sebelum membaca alangkah baiknya vote dulu biar lancar dan gak ada gangguan😂😊.
Happy reading😉
Fannya.
***AUTHOR POV.
Desahan pelan terdengar dari mulut mungil seorang gadis cantik berambut hitam panjang dan tak lama kemudian gadis cantik itu mulai menguap pelan agar tidak terlihat oleh guru pengajarnya saat ini.
Kedua manik bulat coklat nya itu menatap jengah papan tulis yang berisikan angka-angka cantik dan rumus-rumus yang akan membakar otak saat itu juga. Ia menatap teman sebangkunya yang lebih memilih membaca sebuah novel teenfiction wattpad yang baru saja terbit. Teman-teman sekelasnya malah terlihat suntuk dan lelah karna sudah dua jam lebih pelajaran matematika ini berlangsung dan tampaknya tidak akan berhenti sebelum bel istirahat berbunyi.
"Eh, ta. Lo lagi baca apaan?"tanya gadis itu-Fannya yang penasaran karna sedari tadi gadis cantik berkacamata disebelahnya itu terlihat asyik sendiri dengan novelnya.
"Biasa," jawab gadis yang bernama Tata Putri Anastasya itu tanpa melirik Fannya-teman disebelahnya sama sekali.
Fannya yang merasa jengkel langsung mencubit pinggang Tata dan Tata langsung mengaduh pelan.
"Yang bener! Mau gue cubit lagi lo!?"
Tata langsung menatap Fannya dengan tatapan diem-ntar-gue-ketauan!!
Fannya mengangguk kecil sambil terkekeh geli menatap wajah Tata yang menurutnya lucu. Fannya memang senang menggoda dan mengusik Tata saat sedang serius-seriusnya membaca novel. Jika Fannya menggoda atau menganggu Tata, maka gadis cantik berkacamata itu akan marah-marah sendiri dan menurut Fannya itu semua menjadi hiburan bagi dirinya.
Dengan wajah tertekuk Tata langsung memasukan pembatas dibab yang baru saja ia baca dan memberikan novel itu kepada Fannya. Untung saja letak bangku mereka berada di pojokan barisan ketiga. Posisi yang strategis untuk tidur dan mengobrol agar tidak ketahuan. Jadi guru tidak dapat melihat dengan jelas tingkah mereka berdua.
Fannya pun mulai membaca prolog buku novel yang Tata berikan. Sedetik kemudian, Fannya langsung terhanyut kedalam dunia imajinasinya sendiri.
Tiba-tiba,
"Fannya! Tata! Saya perhatikan dari tadi kalian asyik sendiri disana! Sedang apa kalian!? Bapak disini sedang menjelaskan materi! Harusnya kalian berdua memperhatikan! Bukannya malah mengobrol tidak jelas dibelakang!"seru pak Rahmat sambil berkacak pinggang menatap dengan garang ke arah Fannya dan Tata.
Fannya langsung panas-dingin ketika Pak Rahmat, guru Matematika killer-nya itu menegurnya dan Tata. Dan, yang lebih parahnya semua teman-teman yang berada dikelas ikut menengok ke arah mereka.
Berbeda dengan Tata yang nampak santai. Tata memang pintar dalam mengalihkan suasana. "Tadi Fannya tanya ke saya tentang materi yang baru saja diberikan, pak. Katanya dia gak ngerti pak! Karna saya baik hati dan tidak sombong, jadi saya terangin lagi deh! Iya kan, fan?"
Fannya yang melihat kode kecil dari Tata langsung mengangguk kecil. "Iya, pak. Saya gak ngerti."
"Ya sudah. Tapi sekarang kalian berdua harus fokus atau saya hukum kalian berdua!"

KAMU SEDANG MEMBACA
TATASURYA
Teen FictionIni kisah tentang mereka. Tentang Tata,Surya,dan Fannya. Inilah kisah Surya-nya seorang Tata yang selalu bahagia dan hidup dalam kehangatan sang Surya. Ini juga kisah Surya-nya seorang Fannya yang selalu menderita dan menyimpan rahasia dibalik sikap...