3- Wik wik

117 13 0
                                    

"Kafka!"

Clarisa sungguh terkejut melihat orang itu, orang yang telah menyakitinya saat tiga tahun yang lalu.

"ngapain lo kesini?mendingan lo pergi sana gue muak liat muka lo!" mata Clarisa mulai perih membayangkan kejadian tiga tahun yang lalu kejadian yang membuatnya terpuruk dan hampir berputus asa untungnya saat itu ada Gaven, Gaven yang membuatnya kembali dari keterpurukan dan Gaven telah membuatnya jatuh cinta kembali dan Gaven juga telah membuatnya berhasil melupakan mantan kekasihnya yang brengsek itu.

"gue minta maaf Sa, lo pasti masih punya perasan yang samakan sama gue?" Clarisa melihat wajah Kafka yang sangat menyesal, tetapi Clarisa tidak merasa kasihan sedikitpun malah Clarisa semakin benci kepadanya.

Clarisa tertawa sinis "emang segampang itu lo minta maaf sama gue? Dengan seenaknya lo minta maaf sama gue setelah lo ngelukain hati gue, lo gak tau gimana kehidupan gue tiga tahun yang lalu saat lo ninggalin gue!" satu tetes air mata lolos membasahi wajah Clarisa.

"gue minta maaf Sa, gue bener bener nyesel waktu itu ninggalin lo!"

"Bullshit! Lo mendingan pergi sana atau gue panggilin satpam biar nyeret lo keluar dari rumah gue!" Clarisa sudah habis kesabaran, rasanya ia ingin mencak mencak dan menjambak rambut Kafka tapi sayangnya Clarisa tidak bisa melakukan itu karena disini ada mamanya.

"yaudah gue pergi, tapi gue akan tetep ngejar lo sampai lo mau jadi milik gue lagi!" Clarisa tidak takut sama sekali dengan ancaman Kafka.

Setelah mengatakan itu Kafka langsung pergi tanpa mengucapkan apapun. Clarisa masih tidak percaya bahwa Kafka telah kembali dan menemuinya untuk meminta maaf, emang menurutnya segampang itu mendapat maaf dari Clarisa. Clarisa tidak akan memaafkan orang yang telah menyakiti hatinya kecuali Gaven, ia akan berteman dengan baik dengan mantannya itu.

Clarisa langsung pergi kekamarnya. melihat kamarnya yang sangat rapih membuat Clarisa betah lama lama dikamarnya.

Tingg!!

Terdengar suara nontifikasi dari handphone milik Clarisa. Clarisa membuka handphonenya dan terkejut melihat 500 pesan dari grup"girl squad👙"

Alma Khaira A: Guys gue gabut nih lama lama dirumah

Azela Dara Putri: ia sama main kuy

Alma Khaira A: Kuy kemana?

Raina Felicia L: kehatimu HAHAHA

Azela Dara Putri: Raina serius nih mau kemana?

Alma Khaira A: Kerumah Clarisa aja kuy sekalian renang gue udah lama nih gak renang.

Raina Felicia L: Boleh juga tuh.

Azela Dara Putri: Boleh juga tuh (2)

Clarisa: kagak ahh jangan kerumah gue!!!!

Raina Felicia L: gue dah otw

Azela Dara Putri: gue dah otw(2)

Alma Khaira A: gue dah otw (3)

Clarisa: ihh jangan kerumah gue!!!

Setelah itu tidak ada balasan lagi dari sahabat sahabatnya. Clarisa baru ingat besok hari sabtu mungkin ia bisa menghabiskan malam ini bersama sahabat sabahabatnya tercinta dan pasti dengan ada sahabatnya rasa kesal Clarisa kepada Kafka bisa ia lupakan.

20 menit berlalu Clarisa menunggu sahabat sahabatnya tetapi mereka belum kunjung datang.Clarisa menunggu mereka diruang keluarga sambil menonton Azab yang berjudul "Perebut Suami Orang Mati Dengan Perut Membengkak Disengat Ribuan Tawon, Keranda Jenazahnya Terkena Badai dan Terjebur ke Adukan Semen" Clarisa sudah berulang ulang kali membaca judulnya, dan ia sudah beberapa kali tertawa.

ClarisaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang