10

1.8K 303 11
                                        

"Dimana Sasuke?" tanya Kurama kepada pelayan pria yang baru saja membukakan pintu untuknya.

Pelayan tua itu terdiam sejenak, jika tidak ada Yugao dirumah apalagi Naruto. Pasti saat ini tuanya masih tertidur efek obat, pikirnya.

"Tuan sedang tidur, ada apa tuan mencari Sasuke-sama?" tanyanya seramah mungkin.

"Aku ingin mengambil pakaian Naruto disini, dia akan tinggal di rumah orang tuanya." Jelas Kurama membuat pelayan itu terkejut bukan main.

"Anda tidak bisa begitu saja tuan, nona Naruto harus tetap disini!" serunya tidak terima.

"Aku kakaknya dan aku masih berhak atasnya walaupun dia sudah menikah." Ujar Kurama penuh penekanan.

"Saya mohon kepada tuan, jangan membawa nona pergi dari rumah ini." Pintanya penuh harap tapi Kurama tidak peduli.

"Bereskan semua barang-barangnya, aku tunggu disini." Titah Kurama.

"Baiklah, tapi nanti setelah tuan saya bangun, saya tidak mau bersikap tidak sopan kepadanya." Jawab pelayan itu pasrah.

"Ini sudah pukul sembilan pagi, dan dia masih tidur, bangunkan sekarang."

"Tolong jangan memaksa tuan."

"Ada apa?" tanya Sasuke saat melihat pelayan setianya berdiri di depan pintu bersama Kurama.

"Aku ingin mengambil pakaian dan barang-barang Naruto, dia akan tinggal bersama kami sampai cukup umur baru kami serahkan dia kepadamu Sasuke." Jawab Kurama.

"Dia sudah cukup umur, Kurama! Bahkan sebentar lagi dia akan berusia delapan belas tahun!" balas Sasuke tajam.

"Aku mengizikannya tinggal bersama kalian hanya untuk beberapa hari, bukan untuk beberapa tahun! Dia istriku dan aku berhak atas semua yang ada padanya." Sambung Sasuke ketus.

"Tapi Naruto sudah setuju akan keputusan yang kami ambil, Uchiha."

Sasuke terdiam, "Naruto setuju?" tanyanya tak suka.

Kurama mengangguk, "Dia akan tinggal bersama kami hingga usianya bisa di bilang matang." Jelas Kurama.

"Tuan." Panggil pelayannya pelan dengan pandangan menyendu.

"Bereskan semua barang-barang Naruto." Perintah Sasuke kemudian ia segera pergi ke dapur untuk mengambil air minum.

Pelayan tua itu mengangguk patuh, "Katakan kepada nona, agar selalu sering datang kesini, paling tidak temui saja tuan Sasuke, dimanapun dia bisa." Pinta pelayan itu kemudian beranjak pergi menuju kamar Sasuke setelah mempersilahkan Kurama untuk masuk dan duduk di ruang tamu.

Kurama melihat sebuah foto keluarga yang cukup besar tertampang di ruang tamu, disana ada sosok Uchiha Fugaku yang duduk sambil memangku gadis remaja yang tersenyum lebar, disebelahnya ada wanita cantik yang juga tersenyum lebar sambil memegangi tangan gadis remaja.

Sementara anak laki-laki kecil berdiri disamping sosok Uchiha Fugaku dengan pandangan kosong, sosok anak kecil itu tersisihkan, saat ketiga yang lainnya tersenyum hangat seraya saling menggenggam tangan, anak laki-laki kecil itu berdiri tanpa ekspresi, dan tanpa bersentuhan dengan yang lainnya.

Kurama mengedarkan pandangannya, hanya ada foto gadis remaja itu bersama kedua orang tuanya lengkap tapi tidak ada lagi sosok anak laki-laki itu dan Kurama baru menyadari kalau gadis remaja itu adalah Yugao.

"Ini semua barang-barang nona." Kata pelayan tua itu sambil memerintahkan pelayan yang masih muda untuk membawa semua barang itu keluar dari rumah.

"Aku tidak melihat foto Sasuke disini." Ujar Kurama kepada pelayan tua itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 26, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Love In Tokyo [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang